CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Bahasa Jadi Kelemahan Pencari Kerja dari Bandung  

admin
11 Februari 2020
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Wali Kota Bandung Oded M. Danial akan instruksikan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) perbanyak pelatihan bahasa asing.

“Kendala yang paling besar dalam mengirim tenaga kerja ke luar negeri, adalah bahasa. Karenanya, saya akan minta Disnaker untuk memperbanyak pelatihan bahasa asing,” ujar Oded, Senin (10/2/2020), kemarin.

Oded mengatakan, keputusan itu diambil, setelah dirinya melakukan lawatan ke Jepang. Di mana, mereka membutuhkan banyak tenaga kerja muda.

“Karena di Jepang lebih banyak orang tua. Bahkan orang-orang yang 75 tahun pun masih bekerja,” tambah Oded.

Baca juga:   Viral ! Percobaan Dugaan Pemerkosaan Siswi SMP di Cikancung, Kapolsek Cikancung: Itu Berita Hoax

Di sisi lain, mereka kekurangan tenaga kerja yang masih muda. Karenanya, persyaratan untuk pengiriman tenaga kerja tidak dibatasi.

“Mereka sebenarnya tida membatasi usia harus berapa. Hanya memang, saja yang mudah lebih baik,” jelasnya.

Sebagai negara yang sangat menghargai bahasa ibu, dalam kesehariannya warga Jepang menggunakan bahasa nasional mereka. Karenanya, lanjut Oded, sangat penting untuk calon tenaga kerja menguasai Bahasa Jepang.

Baca juga:   Wali Kota Bandung Gelar Acara Fun Fishing dan Donasi Pendidikan

“Jadi mereka tidak akan kesulitan dalam memberikan instruksi,” jelasnya.

Sedangkan untuk keterampilan, Oded menambahkan, meskipun juga dibutuhkan, namun dalam prakteknya nanti mereka akan dibekali dulu imu-ilmu dasar sebelum mereka bekerja.

“Ya kalau keterampilan, mereka kan bisa sambil belajar. Asal mereka mengerti bahasanya,” jelas Oded.

Menurut Oded, pemerintah Jepang sangat tertarik dengan tenaga kerja dari Indonesia, karena dikenal sopan, baik dan ulet.

Ditanya mengenai jenis pekerjaan yang dibutuhkan di sana, Oded mengatakan jenisnya banyak. Dari mulai pekerjaan sosia sampai bekerja di pabrik.

Baca juga:   Pemkot Kejar Target Stunting Hanya 11 Persen di Kota Bandung

“Ada yang membutuhkan tenaga suster, penjaga lansia dan bekerja di pabrik spare part,” jelasnya.

Yang menggiurkan, bekerja di Jepang tentu lebih baik secara finansial. Menurut Oded, per jam pekerja bisa dibayar hingga Rp100 ribu.

“Kalau kita bisa menggunakan uang dengan baik, kita bisa menabung hingga 30 % perbulan dari penghasilan kita,” tuturnya. (Put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: bandungdisnakerOded M. Danialwali kota bandung


Related Posts

Sidang Doktor Ade Yusuf
HEADLINE

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

8 Mei 2026
PHBS
HEADLINE

Pemkot Bandung Fokuskan PHBS pada Sekolah dan Pola Makan

7 Mei 2026
Mahasiswa Tuli Unpad
HEADLINE

Nyaris Menyerah, Mahasiswa Tuli Ini Buktikan Bisa Wisuda dan Jadi Inspirasi di Unpad

6 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.