CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Harga Kedelai Meroket, Pengrajin Tahu Tempe Terancam Gulung Tikar

admin
22 Maret 2020
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Pengrajin tahu tempe di Bandung mengeluhkan mahalnya harga kedelai impor. Kedelai melambung tinggi dari harga Rp6.600 menjadi Rp8.100 perkilogram.

Kenaikan harga kedelai ini berdampak pada produksi tahu dan tempe di Bandung. Iis Nata pengrajin Tahu Organik

Family Si Icikiwir di Babakan Ciparay Bandung mengaku, pasca harga kedelai naik produksi di tempat usahanya menurun hingga 40 persen.

“Sebelumnya, kami membutuhkan kedelai impor untuk produksi dalam sehari berkisar 700 kilogram hingga 800 kilogram. Namun, sejak kedelai impor naik, kami hanya produksi 400 kilogram hingga 500 kilogram dalam sehari,” kata Iis Nata selaku pengrajin tahu dan tempe di Bandung, Minggu (22/3/2020).

Baca juga:   Motor Dibawa Kabur Maling Akibat Lupa Cabut Kunci

Meski harga kedelai melambung tinggi, Iis tetap memproduksi tahu dan tempe demi memenuhi kebutuhan konsumen. Meski harga kedelai naik, namun untuk harga jual tahu dan tempe tidak mengalami kenaikan.

“Harga kedelai impor mengalami peningkatan. Sementara, harga jual tahu dan tidak naik, namun walaupun keuntungan tipis yang penting jangan sampai rugi dan kami produksi hanya untuk memenuhi permintaan masyarakat serta menjaga pelanggan tidak lari,”  ujar Iis.

Baca juga:   Daging dan Telur Ayam Akan Mengalami Kenaikan Jelang Lebaran

Iis mengaku jika harga kedelai terus melambung tinggi ia akan menutup atau meliburkan pekerjanya, jika tidak tutup maka bisa jadi rugi bahkan hingga gulung tikar.

“Jika harga kedelai mencapai Rp8.300 per kilogram, kemungkinan usaha tahu dan tempe akan tutup atau mogok produksi,dari pada harus gulung tikar,” pungkasnya.

Kenaikan harga kedelai ini dirasakan sejak dua bulan terakhir, Iis selaku pengrajin tahh berharap pemerintah bisa kembali mengatasi  kenaikan harga kacang kedelai ini agar bisa kembali pada harga semula, agar produksi tetap berjalan seperti biasa.

Baca juga:   Kacang Kedelai Mahal,Pengrajin Tahu Merugi

“Oleh karena itu, kami para  pengrajin mengharapkan pemerintah dapat menekan harga kedelai impor hingga posisi normal yakni Rp6.800 per kilogram,” pungkasnya. (fal)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: kedelaitahutempe


Related Posts

Pengrajin Tahu Naikan Harga Imbas Kenaikan Kacang Kedelai
PASBANDUNG

Pengrajin Tahu Naikan Harga Imbas Kenaikan Kacang Kedelai

20 November 2023
Dampak Kenaikan Harga Kacang Kedelai, Pengrajin Tempe di Kota Bandung Perkecil Ukuran Tempe
PASBANDUNG

Dampak Kenaikan Harga Kacang Kedelai, Pengrajin Tempe di Kota Bandung Perkecil Ukuran Tempe

18 November 2023
Harga Kacang Kedelai Impor Naik, Ukuran Tempe Diperkecil
PASBANDUNG

Harga Kacang Kedelai Impor Naik, Ukuran Tempe Diperkecil

15 November 2023

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.