BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Publik seakan dihantui kekhawatiran dan ketakutan besar terhadap virus corona atau COVID-19. Apalagi semakin hari jumlah pasien positif terus bertambah, begitu juga dengan orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).
Menurut doktes spesialis kejiwaan RS Melinda 2 Teddy Hidayat, kekhawatiran publik terhadap virus corona memang hal wajar. Tapi, jangan sampai ketakutan itu justru berlebihan.
“Kenapa timbul kecemasan, ketakutan, kepanikan yang terjadi di masyarakat? Itu karena faktor ancamannya sendiri memang ada,” kata Teddy.
Tapi, ketakutan berlebihan bisa dicegah. Caranya dengan meningkatkan pengetahuan seputar virus corona dan pencegahannya. Mereka yang mengalami ketakutan berlebih ini lebih dikarenakan pengetahuan yang kurang.
“Kurangnya pengetahuan dari masyarakat tentang (virus corona) itu menimbulkan perasaan takut berlebihan. Problemnya di situ,” jelasnya.
Karena itu, publik wajib untuk mengetahui seputar virus corona, termasuk cara pencegahannya. Berbagai imbauan dari pemerintah dan pihak-pihak kompeten pun sebaiknya dijalankan.
“Kalau masyarakat bisa meningkatkan pengetahuan mengenai COVID-19 ini, barangkali dampaknya (kekhawatiran berlebihan) bisa dikendalikan,” tutur Teddy. (ors)






