CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Masjid di Bandung Akan Didorong Gelar Doa Bersama untuk Dokter

Yatti Chahyati
3 September 2020
Masjid di Bandung Akan Didorong Gelar Doa Bersama untuk Dokter

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana. (pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Jumlah tenaga medis yang bertugas menangani pasien COVID-19 terus berguguran. Hingga 2 September 2020, tercatat sudah ada 104 dokter yang meninggal dunia.

Menyikapi hal itu, Pemkot Bandung berencana akan mendorong digelarnya doa bersama di berbagai masjid di Kota Bandung. Tujuannya untuk mendoakan para pejuang medis yang telah gugur agar mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Baca juga:   Pemkot Bandung Ikuti Aturan Pemerintah Pusat Soal Thrifting

Selain itu, doa bersama jadi bentuk dukungan moril kepada para tenaga medis yang masih berkutat berjuang menangani pasien COVID-19. Sebab, mereka berada dalam ‘medan perang’ yang justru mengancam nyawa mereka sendiri.

“Insya Allah (akan menggelar doa bersama), nanti saya minta ke Pak Wali (Kota Bandung) untuk menginstruksikan,” kata Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana di Balai Kota Bandung, Kamis (3/9/2020).

Baca juga:   Harga Bawang Merah Naik di Pasar Tradisional Kota Cimahi

Ia sendiri sependapat jika para tenaga medis memiliki risiko tinggi terpapar COVID-19. Buktinya, 104 dokter yang meninggal tak bisa dibantah bahwa COVID-19 itu nyata dan berbahaya.

Karena itu, ia meminta publik untuk bersimpati. Di saat yang sama, ia mengajak masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Selain demi keselamatan diri sendiri, disiplin akan membuat beban kerja para tenaga medis lebih ringan.

Baca juga:   FOTO : Sistem Proteksi Kebakaran Lingkungan (Siprokarling)

Sebab, jika masyarakat disiplin, penyebaran COVID-19 akan bisa diminimalisir. Jika semakin sedikit atau tak ada kasus COVID-19, maka jumlah pasien yang harus ditangani tenaga medis tak akan bertambah.

“Kuncinya ada di masyarakat. Jadi, tolong jangan sia-siakan (perjuangan tenaga medis) karena mereka kan punya risiko tinggi,” imbau Yana. (ors)

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: dokter tewas covidmesjid agungwakil wali kota bandungyana mulyana


Related Posts

Wakil Wali Kota Bandung ditahan
PASBANDUNG

Wakil Wali Kota Bandung Segera Ditahan? Jaksa Tunggu Restu Mendagri

25 Januari 2026
Wakil Wali Kota Bandung
HEADLINE

Kuasa Hukum Beberkan Tujuh Poin Praperadilan Wakil Wali Kota Bandung

7 Januari 2026
Wali Kota Bandung Farhan
HEADLINE

Wali Kota Bandung Farhan Fokus Jaga Stabilitas Layanan Publik

11 Desember 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.