BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Setelah 117 ASN Pemkot Bandung dinyatakan positif COVID-19, kini Pemerintah Kota Bandung menghadapi masalah lain yakni penuhnya rumah isolasi untuk pasien covid-19 di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSKIA) Kopo.
“Kuota yang kami sediakan sebanyak 37 tempat tidur, untuk pasien OTG dan itu sudah penuh,” ujar Direktur RSKIA Kopo, Taat Tagore, kepada wartawan, Rabu (9/9/2020).
Dikatakannya, RSKI adalah ruang isolasi gratis untuk pasien yang dinyatakan terpapar COVID-19 namun tidak memungkinkan melakukan isolasi mandiri di rumah.
“Mungkin, ada yang rumahnya kecil dan jika positif khawatir menularkan kepada orang-orang di rumahnya. Sehingga ditampung disini,” tutur Taat.
Namun, untuk penambahan fasilitas ruang isolasi, Taat mengatakan itu kewenangan tim gugus tugas penanganan dan pencegahan Covid-19 Kota Bandung.
“Kalau kita hanya menyediakan fasilitas saja. Untuk administrasi dan ketentuan penambahan fasilitas itu ada di gugus tugas,” terangnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita mengatakan, belum akan melakukan penambahan rumah isolasi. “Jika ada pasien OTG lagi bisa diisolasi mandiri di BPSDM Cipageran,” tuturnya.
Rita mengatakan, untuk rumah isolasi memang hanya disediakan di RSKIA. Namun, untuk ruang isolasi ada di RSUD Ujungberung.
“Kalau yang di RSUD Ujungberung, itu untuk pasien positif yang bergejala, atau yang sudah cukup parah,” tuturnya.
Pasien yang melakukan isolasi di rumah isolasi mendapatkan fasilitas makan dan pemerikasaan berkala secara gratis.
Disinggung mengenai data terbaru per tanggal 8 September, jumlah pasien positif aktif di Kota Bandung sebanyak 101 orang. “Ini sudah termasuk ASN Kota Bandung yang dinyatakan positif saat test swab beberapa waktu lalu,” tambahnya. Sedangkan untuk pasien sembuh 709 orang dan yang meninggal ada 51 orang.
Disinggung mengenai jumlah ASN yang dinyatakan positif, Rita menerangkan belum ada penambahan lagi. Hingga berita ini diturunkan jumlah ASN yang terkonfirmasi positif sebanyak 117 orang. Namun tidak semua warga Kota Bandung.
“Karena ada ASN yang rumahnya di kabupaten, Cimahi bahkan di Sumedang,” tuturnya.
Untuk ASN yang dibukan warga Kota Bandung, Rita mengatakan pihaknya memberikan laporan ke Dinas kesehatan kota/kabupaten terkait. Untuk selanjutnya pihak puskesmas melakukan Tracing ke rumah da lingkungan pasien.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded M. Danial berharap tidak ada penambahan lagi sehingga tidak perlu ada penambahan untuk rumah isolasi.
“Namun, jika memang nanti kasusnya membludak kan ada tempat lain untuk dilakukan isolasi mandiri,” tuturnya. (Put)







