CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASJABAR

Tingginya Kemampuan Literasi Masyarakat Bisa Tangkal Hoaks

Yatti Chahyati
23 Januari 2021
Tingginya Kemampuan Literasi Masyarakat Bisa Tangkal Hoaks
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Saat ini hoaks masih banyak menyebar di media sosial. Tentunya hal ini perlu diwaspadai selain menjerat pelaku hoaks, kesadaran literasi masyarakat pun harus terus ditingkatkan agar ke depan hoaks bisa berkurang.

Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran S. Kunto Adi Wibowo, M.Comm., PhD, membeberkan beberapa motif mengapa hoaks masih banyak beredar di Indonesia.

“Motifnya banyak, tetapi yang bisa cepat diidentifikasi adalah ekonomi,” ungkap Kunto seperti yang dilansir dari unpad.ac.id pada Sabtu (23/1/2021).

Pada motif ekonomi, produsen hoaks sangat mungkin mendapat keuntungan ekonomi. Baik dari jumlah hits suatu laman hinga monetisasi iklan yang dipasang pada informasi hoaks tersebut.

Atau ada pula keuntungan ekonomi dalam arti lain, seperti berhasil memengaruhi pembaca untuk mengonsumsi atau tidak mengonsumsi produk tertentu yang ujungnya menguntungkan produsen hoaks.

Baca juga:   MPLS 2025 Kini Dilengkapi Pemetaan Awal Kemampuan Siswa Baru

Motif selanjutnya, kata Kunto, adalah motif politik. Motif ini lebih pada bagaimana membangun kekuatan politik dari hoaks yang disebarkan. Ini disebabkan, politik sangat bergantung pada opini publik.

“Ketika opini publik bergeser tentu saja akan ada kekuatan politik yang diuntungkan dan dirugikan,” tuturnya.

Motif ketiga adalah memainkan sisi psikologis pembaca. Pandemi dan peristiwa bencana yang terjadi akhir-akhir ini melahirkan situasi yang tidak menentu dan memiliki kepastian yang rendah. Situasi ini yang memicu sejumlah orang untuk mengaitkannya dengan sesuatu.

Misalnya, banyak hoaks seputar Covid-19 merupakan konspirasi, sehingga orang tidak perlu takut akan pandemi tersebut.

Baca juga:   BNPB : Pengumuman Lowongan Dokter Pribadi di BNPB Hoaks

“Ini sangat bahaya. Tenang yang berlebihan saat krisis itu bahaya,” kata Kunto.

Selain tiga motif tersebut, ada sejumlah motif lainnya, seperti menciptakan teori untuk meninggikan kelompok identitas tersebut atau bahkan mengajak orang ke jalan yang benar tetapi dengan cara hoaks.

Peneliti media sosial ini menjelaskan, ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk memerangi hoaks. Untuk memerangi jangka pendek, setiap platform media sosial sebaiknya memiliki fitur yang memudahkan pengguna untuk mengidentifikasi atau menyetop sebaran hoaks.

Hingga saat ini, belum ada fitur yang sangat bagus untuk menghentikan laju hoaks di media sosial. Karena itu, kata Kunto, platform harus secara agresif melakukan pelacakan dan mengidentifikasi hoaks yang beredar, sehingga tidak mudah disebarkan pengguna.

Baca juga:   5 Peristiwa Kemarin, Mahasiswa Prodi Matematika FKIP Unpas Buat Beragam Aplikasi Hingga Promosi Doktor Ilmu Sosial

Untuk jangka menengah, Kunto mendorong adanya penegakan hukum yang tegas. Hukum yang tegas akan memberikan efek jera dan edukasi kepada penyebar hoaks. Selain itu, penegakan hukum juga jangan tebang pilih.

“Kalau mau lewat hukum harus bisa siapa saja,” kata Kunto.

Sementara untuk jangka panjang adalah membangun kemampuan literasi orang. Kemampuan literasi tidak hanya ditentukan dari kemampuan kognitifnya saja.

Berdasarkan penelitian disertasinya, Kunto melihat bahwa kemampuan kognitif belum bisa mempredikasi kemampuan identifikasi hoaks.

“Contohnya, IQ-nya tinggi, pendidikannya sudah S3, tetapi nyatanya masih sangat rentan untuk terpengaruh hoaks, apalagi untuk informasi yang sesuai dengan sikap saya. Ini masalah emosional bukan kognitif,” kata Kunto. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: HoaksLiterasitangkal hoaks


Related Posts

Maarten Paes Merinding Rasakan Atmosfer SUGBK
HEADLINE

Maarten Paes Angkat Bicara: Sebut Rumor Gabung Persib Bandung Hoaks!

19 Januari 2026
Siklon 97S
HEADLINE

Informasi Siklon 97S Dipastikan Hoaks, BMKG Minta Publik Waspada

5 Desember 2025
Berhasil Wakili Jabar, Salsa Raih Penghargaan Karya Terbaik di Ajang Essay Competition Nasional
PASPENDIDIKAN

Berhasil Wakili Jabar, Salsa Raih Penghargaan Karya Terbaik di Ajang Essay Competition Nasional

15 Oktober 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.