CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASNUSANTARA

14 Jam, Merapi Semburkan 36 Kali Awan Panas Guguran

Yatti Chahyati
28 Januari 2021
14 Jam, Merapi Semburkan 36 Kali Awan Panas Guguran

Gunung Gunung Merapi. (ist BNPB)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur terus ‘bergeliat’. BPPTKG PVMBG Badan Geologi bahkan mencatat Merapi mengeluarkan awan panas guguran sebanyak 36 kali.

Jumlah itu terjadi hanya dalam kurun waktu 14 jam, terhitung Rabu (27/1/2021) pukul 00.00-14.00 WIB. Gunung Gunung Merapi sendiri memasuki fase erupsi sejak 4 Januari 2021.

Fase erupsi di Merapi ini bersifat efusif yang dikenal juga sebagai tipe Merapi, yaitu erupsi dengan aktivitas berupa gempa pertumbuhan kubah lava disertai dengan guguran lava dan awan panas guguran.

Baca juga:   Makin Menurun, Erupsi Tangkuban Parahu Tidak Picu Sesar Lembang

“Pada hari ini, Rabu, 27 Januari, sejak pukul 00.00-14.00 WIB Gunung Merapi telah meluncurkan 36 kali awan panas guguran dengan jarak luncur antara 500-3.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Krasak dan Boyong,” ujar Kepala BPPTK PVMBG Badan Geologi Hanik Humaida dalam keterangan resminya.

Di seismogram, awan panas itu tercatat dengan amplitudo antara 15-60 milimeter dan durasi 83-197 detik. Dampak dari kejadian ini, sejumlah daerah dilaporkan terjadi hujan abu dengan intensitas tipis hingga tebal. Di antaranya di Kecamatan Tamansari dan Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali.

Baca juga:   Gunung Semeru Alami Erupsi, Tinggu Abu Mencapai 500 Meter

“Untuk itu, masyarakat diharapkan untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik seperti menggunakan masker, kacamata, dan menutup sumber air,” imbau Hanik.

Sejauh ini, jarak luncur awan panas masih berada dalam radius bahaya sesuai rekomendasi yang dikeluarkan, yaitu 5 kilometer dari Puncak Gunung Merapi pada jalur Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Masyarakat pun diimbau untuk tidak beraktivitas pada radius tersebut.

Baca juga:   Masih Siaga Kondisi Gunung Merapi Terkini

Sementara karena saat ini masih berada di musim hujan, Hanik mengimbau masyarakat mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di puncak Gunung Merapi. Potensi bahaya lainnya adalah guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya.

Erupsi eksplosif juga masih mungkin terjadi dengan lontaran material vulkanik yang diperkirakan mencapai radius 3 kilometer dari puncal. (ors)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Geologigunung merapiPVMBG


Related Posts

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
HEADLINE

PVMBG Bongkar Penyebab Longsor Maut Cisarua, Bukan Hanya Hujan Deras

31 Januari 2026
Ahli ITB
HEADLINE

Ahli ITB Ungkap Ancaman Gunung Tertidur di Indonesia

7 Desember 2025
Sesar Baribis
HEADLINE

PVMBG: Gempa Bekasi Magnitudo 4,7 Akibat Aktivitas Sesar Baribis

21 Agustus 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.