BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Menjadi tenaga pendidik adalah cita-cita dari Nadiyah Jayanti, atau yang akrab disapa Nadia, mahasiswi Universitas Pasundan (Unpas), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
“Menjadi pengajar pekerjaan yang mulia. Menurut saya karena jika suatu saat nanti saya telah tidak ada ada amal saya yang masih tertinggal di dunia yaitu ilmu yang saya bagian ke anak didik,” terang gadis yang lahir di Indramayu, 12 Juli 2001.
Nadia pun berharap kedepannya bisa menjadi orang yang lebih berguna lagi untuk orang banyak dan bisa membahagiakan orang tuanya yang sudah berjuang demi pendidikan yang lebih baik untuk dirinya.
“Untuk hobi saya senang membaca novel di aplikasi Wattpad, alasannya karena mengasah imajinasi otak saya, dan mengisi waktu senggang,” terang pemfavorit warna abu-abu dan hitam serta penyuka seblak.
Mahasiswi Universitas Pasundan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester IV ini selain berkuliah juga aktif mengikuti organisasi himpunan.
“Adapun untuk prestasi menurut saya prestasi bukan hanya pada saat kita mengikuti perlombaan dan memenangkannya, menurut saya prestasi yang saya punya adalah saat dimana saya bisa melewati masa sulit yang saya hadapi dalam hidup ini tanpa berputus asa dan terus berjuang untuk melewati semuanya,” urai pemilik motto Ngga kerja, ngga nikah.
Adapun tentang tokoh idola, Nadia mengatakan bahwa ia mengidolakan Agung Apriatna, yang merupakan salah satu demisioner di HMBSI.
“Alasan saya mengidolakan beliau adalah karena saya banyak mendapat banyak pelajaran dari beliau meskipun baru mengobrol dua kali dengan beliau,” ucapnya.
Nadia juga mengatakan bahwa ia selalu terinspirasi oleh ibunya sendiri, di mana ibunya bukan seorang yang sempurna tapi selalu mengajarkan kepada dirinya apa arti kesabaran dalam menghadapi segala ujian hidup.
“Makna hidup bagi saya adalah ketika saya bisa bersyukur atas apapun yang terjadi di setiap harinya. Karena pada dasarnya dari rasa syukur itu membuat kita lebih ikhlas dalam menghadapi apapun,” terang anak ke dua dari tiga bersaudara.
Pemilik tinggi 148 CM ini juga bercerita bahwa salah satu alasan yang membuatnya selalu bersemangat dalam menjalani hidup ini adalah orang tuanya sendiri.
“Orang tua saya menanamkan harapan yang amat besar pada saya dan saya merasa harus mewujudkan harapan mereka. Jadi saya tidak boleh menyerah dalam menghadapi situasi apapun dalam hidup saya,” tandasnya.
Terakhir Nadia juga menyampaikan bahwa seburuk dan semenyakitkan apapun kehidupan harus tetap dijalani dan harus sayang ke diri sendiri karena diluar sana ada banyak orang yang saya ke kita, yang telah pergi biarkan berlalu dan yang bertahan mari berjuang bersama. (tiwi)







