CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASPENDIDIKAN

Tahun Ini ITB Membuka Program Magister Berbasis Riset

Tiwi Kasavela
28 Februari 2021
Kampus Institut Teknologi Bandung. (Foto: Istimewa)

Kampus Institut Teknologi Bandung. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Institut Teknologi Bandung (ITB) akan membuka program Magister Berbasis Riset (MBR) yang dimulai pada semester mendatang dan pendaftaran akan dibuka sekitar Maret hingga April 2021.

Program ini semakin memantapkan posisi ITB sebagai universitas riset sekaligus bentuk kontribusi perguruan tinggi teknik di Indonesia terhadap produk riset di pusat-pusat penelitian lembaga pemerintahan, swasta, maupun industri.

Program ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan seraya fokus dalam melakukan riset secara mandiri.

Program ini juga bertujuan untuk mendukung lembaga penelitian dan industri agar dapat mengikuti perkembangan riset, sesuai dengan kepakaran yang dimiliki oleh ITB.

“Sesuai dengan kapasitas dan keunggulan yang ada, kami ingin berkontribusi lebih jauh bersama para pemangku kepentingan, terutama pusat-pusat penelitian di lembaga pemerintah dan swasta, maupun sektor industri. Melalui program ini diharapkan kolaborasi riset bisa berjalan,” kata Dekan Pascasarjana ITB Prof. Dr. Suprijadi, M.Eng., di Bandung, Jumat (26/2/2021).

Baca juga:   Motif Batik Cirebon dalam Buku Taktil 3D-Printing

Program MBR ini, menurut Prof. Suprijadi ditujukan untuk para peneliti di lembaga penelitian pemerintah, swasta, maupun industri yang mempunyai komitmen tinggi terhadap penelitian.

“Peneliti maupun lembaga penelitian dan bidang penelitian di sektor industri didorong untuk mengembangkan riset yang kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan spesifik yang mungkin berbeda,” lanjut Prof. Suprijadi.

Salah satu keunggulan program MBR ini, yaitu peserta bisa menempuh pendidikan lanjutan tanpa harus meninggalkan pekerjaannya.

“Program ini juga cocok bagi mereka yang ingin fokus pada kerja riset secara mandiri,” ungkapnya dalam rilis yang diterima pasjabar.

Mengenai calon mahasiswa yang diharapkan mengikuti program MBR, Prof. Suprijadi menekankan pada pengalaman penelitian.

“Program ini menjadikan pengalaman penelitian sebagai syarat mutlak. Sudah punya pengalaman saat S1 atau setelah lulus S1. Misalnya orang-orang yang bekerja di lembaga penelitian atau instansi yang memiliki lembaga penelitian, atau juga peneliti yang sudah mempunyai publikasi ilmiah,” paparnya.

Baca juga:   STKIP Pasundan Cimahi Gelar Kurban Idul Adha 2025

Prof. Suprijadi menjelaskan, calon mahasiswa program MBR terdiri dari dua kategori, pertama yaitu calon mahasiswa yang bekerja di lembaga penelitian atau perusahaan yang memiliki lembaga riset. Jika sudah dinyatakan diterima, maka mereka bisa melakukan penelitian sesuai dengan riset yang sedang dikerjakan di tempat kerjanya.

Kategori kedua untuk calon mahasiswa yang merupakan lulusan sarjana ITB dengan prestasi akademik dan mempunyai hasil penelitian yang sudah diakui, misalnya sudah diterbitkan di jurnal ilmiah.

“Mereka bisa langsung melanjutkan S2 di ITB dengan program MBR ini,” kata Prof. Suprijadi.

Baca juga:   Cece : Jalur Masuk PTN Tidak Adil untuk PTS

Calon mahasiswa dari kedua kategori itu harus mendapatkan persetujuan dari calon pembimbing yang akan mendampingi selama dua tahun menempuh masa studi dan tidak diperkenankan mengganti dosen pembimbing di tengah jalan.

“Jadi kalau sudah disetujui calon pembimbing baru bisa masuk MBR,” ucapnya.

Dengan demikian diharapkan penelitian dapat langsung dimulai begitu diterima dalam program ini.

Hal ini yang menjadi perbedaan mendasar antara Program MBR dengan reguler. Pada program reguler, mahasiswa diperkenankan untuk mencari pembimbing penelitian setelah memasuki program pascasarjana.

Meskipun demikian, matakuliah yang bersifat wajib tetap harus diikuti, untuk menjamin program learning outcome tetap terjaga.

Prof Suprijadi mengatakan, program MBR ini belum dibuka di semua program studi. Program studi yang akan menerima mahasiswa baru jalur MBR ini akan diumumkan saat pendaftaran program. (*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: ITBMagister Berbasis RisetMBR


Related Posts

ITB Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kampus Top Eropa di Belanda
HEADLINE

ITB Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kampus Top Eropa di Belanda

25 April 2026
itb utbk
HEADLINE

Pelaksanaan UTBK 2026 di ITB Hari Pertama Berjalan Lancar

22 April 2026
ITB SSU
HEADLINE

ITB Perpanjang Pendaftaran SSU 2026, Beri Kesempatan Lebih Luas

20 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.