CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Duh, Warga Bandung Malah Jenuh Terapkan Prokes

Yatti Chahyati
6 Maret 2021
FOTO : Satu Tahun Covid, Warga Bandung Gambari Tembok Jalan

(FOTO : PASJABAR)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Satu tahun pandemi covid -19, semestinya kebiasaan baru sudah menjadi gaya hidup di tengah masyarakat.

“Kita seharusnya terbiasa dengan adaptasi kebiasaan baru. Kenyataannya, masyarakat malah terlihat semakin jenuh dengan kedisipliinan prokes,” ujar Ketua Harian Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna, kepada wartawan, jumat (5/3/2021).

Hal itu menjadi salah satu penyebab masih tingginya angka kasus covid-19 di Kota Bandung. terlebih sekarang muncul varian baru dari covid-19.

“Karenanya, kami menghimbau masyarakat tetap waspada dengan varian baru ini, yang katanya lebih cepat menularkan dibanding varian sebelumnya,” terang Ema.

Ema juga mengatakan, relaksasi di beberapa sektor, terutama sektor ekonomi, menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka penyebaran covid-19.

“Kalau sudah di mall dan sudah berbelanja, kan sangat mungkin untuk mengabaikan protokol kesehatan. naik itu pembeli ataupun pedagang,” katanya.

Baca juga:   Hari ini Enam Daerah di Jabar Mulai Vaksinasi COVID-19 Tahap I Serentak

Meski demikian, Ema mengatakan Pemkot Bandung akan melakukan relaksasi di beberapa sektor. diantaranya pertunjukan kesenian, arena bermain anak, dan ada beberapa kelonggaran lain seperti du arena gym, yang sebelumnya buka pukul 08.00, sekarang buka jam 06.00.

“Namun, untuk tempat hiburan malam yang mengusulkan ingin buka sampai ja 24.0, tidak bisa kami kabulkan. sehingga tetap buka sampai jam 21.00,” terang Ema.

Di sisi lain, Ema mengatakan, mendapat keluhan dari masyarakat yang keberatan Penutupan jalan di mulai pada 18.00.

Terlebih untuk jalan yang berada di dekat pusat perbelanjaan, yang tutup pada ukul 21.00. “Mereka yang berkegiatan di dalam mall akan kesuliltan keluar mall jika jalan ditutuppada pukul 18.00. Sehingga besar kemungkinan penutupan jalan akan digeser jadi pukul 21.30,” terangnya.

Baca juga:   Pemprov Jabar Tetap Waspada Kenaikan COVID-19 Usai Mudik

Ema mengatakan, pihaknya juga menerima banyak keluhan mengenai kegiatan di jalan Lengkong, karena banyak sekali aktifitas masyarakat di sana.

“kemungkinan kita juga akan menutup jalan Lengkong, pada pukul 21.00. karena banyak kegiatan kuliner yang membludak dan tidak bisa dikendalikan,” tutur Ema.

Meski demikian, Ema mengatakan Pemkot Bandung tidak berniat mematikan usaha sebagian pihak.

“Kita hanya berharap tidak ada pihak-pihak yang mementingkan kepentingan segelintir orang sehingga abai terhadap kepentingan warga yang lebih luas,” terangnya.

Berdasarkan hasil rapat terbatas tentang covid-19 pada Jumat (5/3/2021), diketahui bahwa dibandingkan tanggal 19 Februari dengan data per tanggal 4 Maret 2021 menunjukan bahwa Kota Bandung masih dalam zona resiko sedang dengan total konfirmasi kasus di Kota Bandung adalah sebesar 13.253 (bertambah 1.814 kasus).

Baca juga:   Pemain Persib Jalani Tes Proaktif COVID-19 Usai Lawan PSS Sleman

Angka dan persentasi kasus konfirmasi mengalami kenaikan sebesar 15,9% dimana lebih tinggi dibandingkan Nasional (7,74%) dan Provinsi (14,80%). Hal ini menunjukan transmisi penyebaran covid 19 di Kota Bandung masih tinggi.

Terdapat penambahan angka kesembuhan yang signifikan dalam dua pekan terakhir mencapai 1.442 orang. Sehingga menyisakan data konfirmasi aktif di Kota Bandung, saat ini berada di angka 1.250 orang. Sementara angka kematian saat ini sebanyak 247 orang. Peningkatan angka kesembuhan juga didorong karena tingginya jumlah konfirmasi positif yang tidak bergejala/ bergejala ringan sehingga membutuhkan waktu penyembuhan yang relatif cepat tidak sampai 14 hari.

Dalam dua pekan ini terjadi penurunan positivity rate dari 17,76% menjadi 13,74%. standar yang ditetapkan oleh WHO yaitu sebesar 5%. (Put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: COVID-19Prokeswarga bandung


Related Posts

COVID-19
HEADLINE

Kasus COVID-19 Naik, Menkes Minta Masyarakat Waspada

11 Juni 2025
Kasus COVID
HEADLINE

RSHS Bandung Siaga Hadapi Potensi Lonjakan Kasus COVID-19

9 Juni 2025
Warga Bandung beri pemeriksaan kesehatan
PASBANDUNG

Ada Warga Bandung Beri Pemeriksaan Kesehatan dan Perlengkapan Sekolah Gratis

14 April 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.