CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 16 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASPENDIDIKAN

Gelorakan Nasionalisme, UIN Bandung Gelar Upacara Penghormatan Bendera

Tiwi Kasavela
20 September 2021
Gelorakan Nasionalisme, UIN Bandung Gelar Upacara Penghormatan Bendera

(ist)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Dalam upaya meningkatkan rasa nasionalisme dan jiwa patriotisme UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Upacara Penghormatan Bendera Merah Putih dan Doa.

Kegiatan ini diadakan secara luring di Taman Kujang, depan Gedung Anwar Musaddad, Jumat (17/09/2021).

Terapkan Prokes

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan unsur pimpinan mengikuti upacara ini dan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Dr H Mahmud M.Si bertindak sebagai pembina upacara.

Dalam amanatnya Rektor menjelaskan diselenggarakan Upacara Penghormatan Bendera Merah Putih dan Doa ini berdasarkan instruksi Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2021.

“Apel 17 ini dalam rangka hormat bendera dan doa bersama yang merujuk pada instruksi Menteri Agama Nomor 2, sekalipun pemberitahuannya agak mendadak kepada Ibu bapak sekalian karena saya pun baru menerima kemarin sore. Kalau saya baca dari instruksi tersebut adalah dalam rangka memperkokoh kesadaran kita terhadap kebangsaan, memperkuat jiwa nasionalisme kita dan sekaligus menunjukkan kepada semua pihak bahwa kita anak bangsa itu betul-betul berkomitmen untuk menjaga NKRI,” tegasnya.

Baca juga:   Alam Muharam, Mahasiswa FKIP Siap Bersaing di Seleksi Duta Kampus

Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Rektor mengajak civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk mengedepankan profesionalisme, kebangsaan dan keberagamaan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan Islam dan mewujudkan kampus yang unggul dan kompetitif.

Soal profesionalisme, rektor berharap dosen dapat tampil menjadi tenaga pendidik, dosen dengan tugas tambahan yang profesional sesuai dengan bidang yang saudara miliki.

“Jangan ada cerita mengabaikan tusi, di mana kita menjadi pejabat di situ, kemudian memprioritaskan pekerjaan lain yang tentu saja meninggalkan tusi utama. Saya ingin ketika saudara sudah membuat kontrak siap untuk melaksanakan jabatan tersebut, maka di jabatan tersebut harus prioritas, bukan tidak boleh pada sektor yang lain,” tandasnya.

Kedua, soal wawasan kebangsaan ujar rektor, hubungan Islam dengan cinta tanah air ini sudah final. Hal ini bisa dilihat dari apa yang dilakukan oleh Hadratussyaikh tentang cinta tanah air yakni Hubbul Wathon Minal Iman.

Baca juga:   PPDB Kota Bandung Sudah Masuk Masa Pendaftaran

Rektor menegaskan memang tidak salah bila para ulama mengatakan bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari iman (hubbul wathan minal iman).

Bela negara menjadi keharusan bagi umat Islam. Sebab, Rasulullah telah mencontohkannya dalam menjaga Kota Mekah dan Madinah.

“Kalau ada segelintir orang yang mempertanyakan loyalitas umat Islam tentang cinta Tanah Air atau bela negara, jawabannya wajib. Sebab, cinta Tanah Air dan bela negara untuk umat Islam sebuah keharusan. Rasulullah telah mencontohkanya dalam menjaga Mekah dan Madinah. Meskipun harus rela berhijrah untuk mempertahankan dan menyebarkan ajaran Islam. Fathul Mekah menjadi menjadi bukti atas kecintaan Rasul terhadap Kota Mekah,” tuturnya dalam rilis yang diterima PASJABAR.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, diceritakan Rasulullah sendiri pernah mengungkapkan rasa cintanya terhadap Makkah, tanah kelahirannya saat berhijrah.

Dari Ibnu Abbas RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Alangkah baiknya engkau (Makkah) sebagai sebuah negeri, dan engkau merupakan negeri yang paling aku cintai. Seandainya kaumku tidak mengusirku dari engkau, niscaya aku tidak tinggal di negeri selainmu.

Baca juga:   Nolis Nuraeni Dirikan PAUD Supermurah di Tasikmalaya

“Karena kecintaan Rasul pada Makkah saat 40 kaki melangkah, Nabi menoleh kebelakang untuk melakukan hijrah ke kota Yatsrib (Madinah) sambil berdoa: Ya Allah, jadikan kami mencintai Madinah seperti cinta kami kepada Makkah, atau melebihi cinta kami pada Makkah,” tegasnya.

Ketiga, menghargai keberagaman yang diharapkan dapat menyebarluaskan Islam rahmatan lil ‘alamin, moderat, wasathiyah, dan berperan aktif dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Untuk urusan kebangsaan, bela negara, cinta Tanah Air sudah final. Tidak ada perdebatan lagi. Karena para ulama pendahulu kita telah menegaskan cinta Tanah Air itu sebagian dari iman. Oleh karena itu, kebangsaan, keberagamaan ini harus menjadi sesuatu yang sudah buat kita selesai,” ucapnya.

“Jadi jangan ada lagi cerita diantara ASN di sekitar akademika masih mempersoalkan tentang kebangsaan. Jangan sampai kita terpapar oleh pemahaman atau pikiran-pikiran radikal,” pungkasnya. (*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Upacara Penghormatan Bendera


Related Posts

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.