CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Pagelaran Seni Anak Peringati World Smile Day

Yatti Chahyati
1 Oktober 2021
Pagelaran Seni Anak Peringati World Smile Day

Peringati world smile day, Yayasan Pembina Celah Bibir Dan Langit-langit (YPPCBL) RSGM Universitas Padjajaran. (foto : put/Pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Peringati world smile day, Yayasan Pembina Celah Bibir Dan Langit-langit (YPPCBL) RSGM Universitas Padjajaran bekerjasama dengan Smile Train Indonesia, mengadakan pagelaran seni yang diikuti anak-anak penderita celah bibir dan langit-langit.

Dalam acara yang dihelat bertepatan dengan Worl smile day pad Jumat 1 Oktober 2021, anak-anak binaan YPPCBL mempersembahkan beberapa tarian seprti tari semut dan merak. Nampak juga anak-anak usia PAUD mengikuti acara mewarnai.

Menurut Country Manager & Program Director Smile Train Indonesia, Desi Larasati, sejak 2002 pihaknya sudah melakukan operasi celah bibir dan langit-langit sebanyak 96 ribu kali.

“Khusus untuk kerjasama dengan YPPCBL kami sudah melakukan operasi sebanyak 85.000 kali,” tuturnya, Jumat (10/1/2021).

Sayangnya, lanjut Desi masih banyak kasus yang belum terselesaikan. Misalnya kasus-kasus di pelosok. Di mana bari mereka, jangankan untuk melakukan operasi, untuk bertahan hidup saja mungkin kesulitan

“Kami memang mengalami kendala untuk menjangkau penderita celah bibir dan langit-langit, karena kebanyakan penderita tinggal di pedalaman atau pedesaan,” terangnya.

Baca juga:   Rumah Sakit Inggris Siaga Tinggi Akibat Lonjakan Kasus Flu

Untuk itu, lanjut Desi, pihaknya mengajak warga masyarakat yang memiliki keluarga penderita celah bibir dan langit-langit untuk mencari yayasan yang bisa membantu menyembuhkan keluarganya.

“Sekarang kan sudah banyak dan kita bisa mencari informasi di sosial media. Sehingga penanganan bisa lebih cepat,” terang Desi.

Sementara itu, menurut Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran, Dudi Aripin, Indonesia merupakan negara dengan peringkat 4 teratas di Asia Tenggara untuk kasus kelainan bawaan dengan presentasi 5,3% dari seribu kelahiran. Dan celah bibir dan langit-langit merupakan kasus dua teratas. “Makanya cukup tinggi juga di Indonesia kasus seperti ini,” tegasnya.

Menurut Dudi, para penderita celah bibir dan langit-langit memang sebaiknya mendapatkan penanganan secepatnya. Jika tidak, maka akan menemukan kendala-kendala psikologi saat sudah dewasa

“Mungkin saat bayi, dia tidak akan merasa minder. Tapi ketika sudah bwranjak dewasa, mungkin ada orang-orang yang memperlakukannya berbeda daripada orang pada umumnya. Sehingga muncul rasa minder,” terang Dudi

Baca juga:   Endowment Fundraising Hingga Peluncuran Buku Jadi Kontribusi Besar IKANO UNPAD

Walaupun sebenarnya tidak ada batasan usia kapan seorang penderita celah bibir dan Langit-langit harus mendapatkan tindakan.

“Ketika shooter menyatakan pasien siap untuke dapatkan tindakan, baik itu dilihat dari segi kesehatan berat badan dan lain-lain, maka tindakan bisa langsung dilakukan,” tuturnya.

Menurut Ketua Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir & Langit-langit, Ida Ayu Astuti, para pasien yang datang untuk meminta bantuan, akan dilihat dulu kondisinya.

“Satu orang pasien bisa menjalani beberapa fase penyembuhan, mulai dari operasi bibir, langit-langit, sampai treatment pasca operasi dan belajar berbicara,” paparnya.

Semua disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien. Bahkan jika ada pasien yang belum bisa mendapatkan tindakan operasi karena kurang berat badan atau kekurangan nutrisi, maka akan dibantu.

Disinggung mengenai penyebab celah bibir dan langit-langit, Ida mengatakan bisa terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya adalah genetik sekitar 35% ditambah dengan masalah gizi

Baca juga:   Wow! Kereta Cepat Whoosh Angkut 78.000 Penumpang Selama Periode Libur Panjang

“Tapi faktor genetik juga bisa ditambah dengan masalah gizi dan keadaan lain. Karena ada loh di satu wilayah yang kasusnya tidak pernah mengalami penurunan,” terangnya.

Kepada calon orang tua yang berencana punya anak, Ida mengingatkan untuk menjaga kehamilan di tri mester pertama. “Dijaga jangan sampai ada trauma di tri mester pertama. Seperti ada benturan dan lain sebagainya. Karena itu juga bisa menjadi salah satu pemicu.

Demikian juga dengan ibu yang mengalami kehamilan yang berat.

“Jangan mudah meminum obat pereda rasa sakit. Jadi harus hati-hati,” tuturnya.

Menurut Ida di Kota Bandung memang sudah jarang ditemukan kasus celah bibir dan Langit-langit. Itu karena masyarakat perkotaan sudah teredukasi, harus dibawa kemana jika ada keluarga yang terkena kasus celah bibir dan langit-langit. (Put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Ikano Unpadworld smile day


Related Posts

Sosialisasi KUHP dan KUHAP Baru Digelar di Unpad, Bahas Implikasi bagi Profesi Hukum
PASJABAR

Sosialisasi KUHP dan KUHAP Baru Digelar di Unpad, Bahas Implikasi bagi Profesi Hukum

12 Maret 2026
IKANO Unpad
HEADLINE

IKANO Unpad Gelar Endowment Fundraising 2025, Dana Abadi untuk Masa Depan Pendidikan

18 Desember 2025
FGD Kemenkumham Jabar dan IKANO Unpad Bahas Jalan Baru Pembiayaan Berbasis Kekayaan Intelektual
PASNUSANTARA

Kekayaan Intelektual Jadi Aset Ekonomi, Bukan Sekadar Proteksi

24 Oktober 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.