CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 16 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Promosi Doktor Wachyu Hidayat Kupas Implementasi Kebijakan PBB-P2 di Ciamis

Tiwi Kasavela
3 November 2021
Promosi Doktor Wachyu Hidayat Kupas Implementasi Kebijakan PBB-P2 di Ciamis

Program Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) menggelar sidang terbuka Promosi Doktor Wachyu Hidayat, mahasiswa program doktor Ilmu Sosial Bidang Kajian Ilmu Administrasi Publik pada Rabu (3/11/2021). (tiwi/tie/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG,WWW.PASJABAR.COM–Program Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) menggelar sidang terbuka Promosi Doktor Wachyu Hidayat, mahasiswa program doktor Ilmu Sosial Bidang Kajian Ilmu Administrasi Publik pada Rabu (3/11/2021).

Acara yang berlangsung di Aula Mandalasaba dr.Djoenjoenan Lantai V Gedung Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatra No 41 Kota Bandung ini diketuai oleh rektor Unpas, Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf, Sp., M.Si., M.Kom.IPU

Adapun disertasi yang disidangkan berjudul Implementasi Kebijakan Pelimpahan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Menjadi Pajak Daerah Dalam Optimalisasi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Ciamis.

Tim promotor diketuai oleh Prof. Dr. H. Soleh Suryadi M.Si dan Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf, Sp., M.Si., M.Kom.IPU sebagai anggota.

Dalam paparannya Wahyu mengungkapkan bahwa implementasi kebijakan pelimpahan Pajak Bumi dan Bangunan sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) menjadi Pajak Daerah di Kabupaten Ciamis diduga menjadi penyebab belum optimalnya penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari PBB-P2.

Baca juga:   Mahasiswa FKIP Unpas Sabet 4 Juara Kompetisi Video Tingkat Nasional

“Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan menafsirkan suatu fakta, gejala dan peristiwa yang berkaitan dengan implementasi kebijakan pelimpahan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta menganalisis strategi implementasi kebijakan yang efektif dalam optimalisasi peningkatan PAD dari PBB-P2,” ujarnya.

Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui Observasi, Wawancara mendalam dan Studi Dokumentasi.

Adapun informan yang diperlukan dalam penelitian ini adalah informan pada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Ciamis, berjumlah dua belas orang.

Baca juga:   FOTO : Debat Terakhir Pilwalkot Bandung 2024

“Penentuan informan didasarkan kepada personil yang berkompeten dalam pengelolaan PBB P2, mantan pejabat/personil yang terlibat langsung pada saat pelimpahan PBB-P2, personil yang dapat memberikan waktu yang cukup mendampingi peneliti melakukan wawancara, dan Informan yang tidak melakukan analitik personal terhadap peneliti,” tandasnya.

Implementasi Kebijakan Pelimpahan PBB-P2 belum optimal

Wachyu mengatakan hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa implementasi Kebijakan Pelimpahan PBB-P2 menjadi Pajak Daerah sesuai dimensi implementasi kebijakan menurut Cheema dan Rondinelli, belum berjalan dengan optimal.

“Penyebab belum optimalnya implementasi kebijakan tersebut berdasarkan teori implementasi kebijakan Cheema dan Rondinelli, sesuai dengan temuan penelitian yaitu pada dimensi Interorganizational Relationships, khususnya pada indikator Standarisasi Prosedur, Perencanaan, Anggaran, Implementasi dan Evaluasi serta dimensi Characteristic of Implementing Agencies, khususnya pada indikator keterampilan teknis, manajerial dan politik petugas,” paparnya.

Baca juga:   Ratu Mahasiswi FH Unpas : Ukir Prestasi dan Sebarkan Energi Positif

Adapun Strategi implementasi kebijakan yang efektif bagi pelimpahan PBB-P2 menjadi pajak daerah dalam optimalisasi peningkatan PAD di Kabupaten Ciamis adalah Strategi Diversifikasi dalam Kuadran II TOWS Matrix, dengan pilihan Strategi Concentric Diversification diversifikasi konsentris, dengan menambah produk baru yang berkaitan dengan peningkatan penerimaan PBB-P2, dan mengkombinasikannya dengan strategi TOWS.

Hasil dari sidang ini Wachyu Hidayat pun dinyatakan lulus dengan IPK 3,67dan hasil yudisium sangat memuaskan.

Selama berkuliah di Unpas, Wachyu mengaku merasa nyaman dan senang karena dapat memperluas relasi dan persaudaraan.

“Selama berkuliah di Unpas, saya memiliki banyak teman dan saudara, fasilitas di Unpas juga sangat baik untuk mendukung saya dalam menyelesaikan pendidikan,” ujarnya. (tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Wachyu Hidayat


Related Posts

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.