CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Jurnalisme Jadi Vaksin untuk Lawan Disinformasi

Yatti Chahyati
6 Desember 2021
Jurnalisme Jadi Vaksin untuk Lawan Disinformasi

Ilustrasi (foto : pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad, Dr. Pandan Yudhapramesti, M.T., mengungkapkan jurnalisme menjadi vaksin terbaik melawan disinformasi. Jurnalisme memiliki cara efektif, dalam melawan disinformasi. Cara ini mampu memastikan bahwa debat publik terhadap informasi, didasarkan pada beragam fakta yang ada.

“Debat publiknya komprehensif. Kadang-kadang kita ketika mencari informasi secara mandiri, barangkali kita terjebak dalam filter bubble,” kata Pandan dikutip dari laman Unpad, Senin (6/12/2021).

Baca juga:   Unpad Miliki Stasiun Cuaca Otomatis, Ini Fungsinya

Kendati berperan penting dalam menyaring informasi, pers atau jurnalisme secara global masih dihadapkan pada tantangan dan tekanan. Pandan mengutip data Aliansi Jurnalis Independen (AJI), yang telah melakukan pendataan komprehensif terhadap kekerasan jurnalis di Indonesia.

Berbagai tekanan terhadap jurnalis Indonesia meliputi intimidasi, kekerasan fisik, pelarangan liputan. Perusakan hingga perampasan alat atau data hasil liputan, ancaman atau teror, hingga ancaman melalui saluran digital (serangan siber dan praktik doxing). Sejak 2006, tercatat ada 890 kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia, yang diungkap AJI.

Baca juga:   Warung Pocong, Film Horor yang Hadirkan Komedi Para Komika

Selain tekanan, kata Pandan, jurnalisme Indonesia juga menghadapi tantangan kualitas. Pandan mengatakan, jumlah media massa di Indonesia tumbuh subur mencapai 47 ribu. Dari jumlah tersebut, banyak media yang tidak memenuhi syarat sebagai pers.

“Sangat memprihatinkan bahwa  wartawannya, tidak semua memiliki kompetensi. Ada yang tidak memiliki pengetahuan jurnalistik, ada pula yang tidak dibekali pelatihan bahkan sekolah jurnalistik,” tegas Pandan. (ytn)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: jurnalismeunpad


Related Posts

Mahasiswa Tuli Unpad
HEADLINE

Nyaris Menyerah, Mahasiswa Tuli Ini Buktikan Bisa Wisuda dan Jadi Inspirasi di Unpad

6 Mei 2026
Hardiknas 2026
PASPENDIDIKAN

Hardiknas 2026, Mendiktisaintek Tegaskan Kampus Harus Hasilkan Solusi dan Inovasi

4 Mei 2026
MKN Unpas Kembali Juara Umum Lomba Akta Nasional 2026, Kalahkan Kampus-Kampus Negeri
HEADLINE

MKN Unpas Kembali Juara Umum Lomba Akta Nasional 2026, Kalahkan Kampus-Kampus Negeri

26 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.