CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Bahasa Sunda Sering Dipakai dalam Forum Ilmiah Nasional dan Internasional

Yatni Setianingsih
22 Januari 2022
Bahasa Sunda Sering Dipakai dalam Forum Ilmiah Nasional dan Internasional

Ilustrasi huruf (foto : https://pixabay.com/id/illustrations/huruf-sebuah-abc-alfabet-66951/)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Dosen Program Studi Sastra Sunda Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Dr. Elis Suryani Nani Sumarlina, M.S., menegaskan penggunaan Bahasa Sunda tidak hanya dipakai sebagai alat komunikasi antarsesama orang Sunda.

Dalam konteks luas, Bahasa Sunda telah dipakai dalam pertemuan ilmiah di tingkat nasional maupun internasional, yang memaparkan, membahas, dan mengkaji seputar Budaya Sunda.

Elis mencontohkan, di lingkungan Prodi Sastra Sunda Unpad pernah ada mahasiswa yang menulis skripsi dengan menggunakan bahasa Sunda.

Bahkan sastrawan (alm) Ajip Rosidi ketika memaparkan disertasi dan pidato pengukuhan Doktor Honors Causa di Unpad pada 2011, menggunakan bahasa Sunda.

“Demikian halnya tokoh Sunda lainnya, seperti Cece Padmadinata. Fakta tersebut membuktikan bahwa bahasa Sunda  digunakan di forum ilmiah dalam lingkup nasional maupun internasional,” katanya seperti dikutip PASJABAR, Sabtu (22/1/2022).

Baca juga:   Unpad Benarkan Ada Kekerasan Seksual oleh Mahasiswanya di RSHS

Karena itu, penggunaan Bahasa Sunda dalam pertemuan dan rapat formal sekalipun, jangan dilecehkan. Hal ini didasarkan, Bahasa Sunda juga turut memperkaya perbendaharaan kosa kata dan pengayaan bahasa Indonesia.

Payung hukum

Bahasa Sunda dan bahasa daerah lainnya sebagai unsur budaya, termaktub dan diatur dalam UUD 1945 Pasal 32 Ayat 2 dan dipertegas melalui peraturan daerah yang berlaku di setiap provinsi di Indonesia.

“Di Jawa Barat, Perda Gubernur  Jabar Nomor 5 tahun 2003 dan direvisi tahun 2014, menjelaskan berkaitan dengan Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah (Sunda). Berkaitan dengan hal inilah, bahasa sebagai alat komunikasi, harus dijunjung tinggi keberadannya, sebagaimana tercantum dalam Sumpah Pemuda,” tegasnya.

Baca juga:   Hadapi Persis Solo, Persib Bandung Akan Tampil Beda

Elis menegaskan, kesadaran untuk menjaga dan melestarikan bahasa Sunda jangan menunggu ketika eksistensinya terusik. Sudah waktunya pegiat dan pelaksana pendidikan, bekerja sama mencari solusi dan strategi pengajaran yang dapat diterapkan, di semua jenjang pendidikan dan kurikulum yang berlaku.

Strategi diperlukan agar proses pengajaran bahasa Sunda lebih mudah dicerna oleh siswa.

“Agar tujuan pendidikan dan pengajaran  lebih optimal, diperlukan ‘revitalisasi’ strategi serta metodologi pengajaran yang mumpuni,” imbuhnya.

Peran orang tua juga dibutuhkan untuk mengenalkan dan mengajarkan bahasa Sunda sejak dini kepada anak-anaknya.

Di lingkungan sekolah, guru wajib menguasai padika ‘metodologi’ pengajaran, sebagai cara atau jalan. Sedangkan pamarekan ‘pendekatan, adalah tanggapan atau pandangan berkaitan dengan ciri-ciri, mempelajari, dan mengajarkan bahan ajar.

Baca juga:   Seminar Internasional FISIP Unpas Angkat Inovasi Lintas Negara SDGs

Metode yaitu beragam skenario atau rancangan, untuk menyampaikan bahan ajar dalam rangka merealisasikan pendekatan dimaksud. Teknik berdasarkan atas kejadian aktual atau proses operasional di dalam kelas.

Guru juga harus ikut berkiprah, agar siswa membiasakan diri menggunakan bahasa Sunda. Meskipun secara undak usuk bahasanya belum sesuai, dengan bimbingan para guru, masalah tersebut lambat laun akan mudah diatasi.

Diharapkan dengan cara ini, generasi muda mulai tumbuh rasa bangga terhadap bahasa ibunya sendiri.

“Dengan demikian, generasi muda Sunda ikut serta ngaraksa, ngariksa, tur ngamumulé basa jeung budayana,” tutupnya. (*/ytn)

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: bahasa sundaOrang Sundaunpad


Related Posts

Mahasiswa Tuli Unpad
HEADLINE

Nyaris Menyerah, Mahasiswa Tuli Ini Buktikan Bisa Wisuda dan Jadi Inspirasi di Unpad

6 Mei 2026
Hardiknas 2026
PASPENDIDIKAN

Hardiknas 2026, Mendiktisaintek Tegaskan Kampus Harus Hasilkan Solusi dan Inovasi

4 Mei 2026
MKN Unpas Kembali Juara Umum Lomba Akta Nasional 2026, Kalahkan Kampus-Kampus Negeri
HEADLINE

MKN Unpas Kembali Juara Umum Lomba Akta Nasional 2026, Kalahkan Kampus-Kampus Negeri

26 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.