CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Dosen ITB: Penginderaan Jauh Bermanfaat Mengukur Emisi Kendaraan

Yatti Chahyati
3 Juli 2022
Dosen ITB: Penginderaan Jauh Bermanfaat Mengukur Emisi Kendaraan

Pengendara mobil menunjukkan kartu hasil uji emisi kendaraannya di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara. (Foto: antaranews.com)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – Penginderaan jauh (indraja) dapat digunakan untuk mengukur emisi yang dikeluarkan kendaraan pada sektor transportasi. Hal itu dikatakan Dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Puji Lestari.

“Data penginderaan jauh dapat digunakan untuk memberikan informasi yang signifikan kepada pengambil kebijakan untuk mengurangi pencemaran udara dan emisi gas rumah kaca dari sektor transportasi,” ujarnya dalam S20 High Level Policy International Webinar on Applying Science and Technology for Clean Air and Climate Co-benefits.

Dia mengatakan penginderaan jauh dapat mengumpulkan data dalam 0,5 detik sehingga dapat diandalkan dan cepat. Data yang diperoleh, antara lain terkait dengan konsentrasi polutan dalam asap knalpot kendaraan, kecepatan dan akselerasi kendaraan, kondisi pengukuran yang biasanya mencakup suhu lingkungan, tekanan, dan kelembaban relatif.

Baca juga:   Penjelasan Pakar, Kenapa Pengeras Suara untuk Kenyamanan Ibadah Harus Diatur ?

Data pengindraan jauh juga dapat memberikan informasi tentang nomor plat kendaraan yang digunakan untuk memperoleh informasi teknis, seperti jenis, merek, jenis bahan bakar, dan standar emisi.

Dengan hasil pengukuran emisi pada kendaraan tersebut, diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan guna meningkatkan kualitas udara.

Puji menuturkan salah satu sektor utama yang berkontribusi terhadap pencemaran udara di perkotaan adalah transportasi, sedangkan saat ini masih terbatas data emisi kendaraan.

Padahal, data tersebut penting untuk mengetahui tingkat dan sumber pencemaran sehingga bisa mendukung pengambilan kebijakan untuk mengurangi pencemaran udara. Data emisi kendaraan tersebut juga menjadi bagian penting untuk merujuk pada kualitas udara.

Ketersediaan data yang memadai dan dapat diandalkan akan mendukung pengambilan keputusan yang tepat berbasis sains yang penting untuk mengembangkan kebijakan yang baik tentang kualitas udara dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

Baca juga:   Dosen ITB Hasilkan Panel Anti Peluru dari Rami

Sementara itu Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Jawa Barat, menggelar uji emisi gratis di komplek perkantoran Pemerintah Kota Bekasi dalam rangka menyambut HUT ke-25 daerah itu pada 10 Maret 2022.

“Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk peran Dishub dalam memeriahkan HUT Kota Bekasi yang sudah memasuki usia perak,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Dadang Ginanjar di Bekasi, Rabu (29/6/2022) lalu.

Dia mengatakan kegiatan uji emisi gratis itu hanya dilaksanakan selama satu hari ini saja dengan target 300 kendaraan berbahan bakar solar dan bensin.

“Bagi kendaraan pelat merah hasil uji emisi akan dilaporkan langsung ke BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Kota Bekasi,” katanya.

Dari 300 kendaraan yang ditargetkan, kata dia, tercatat sebanyak 279 kendaraan bermotor yang mengikuti uji emisi sampai batas waktu yang ditentukan. Sebanyak 250 kendaraan berbahan bakar bensin dinyatakan lulus uji emisi sedangkan dua kendaraan tidak lulus. Kemudian 23 kendaraan berbahan bakar solar juga dinyatakan lulus sementara empat kendaraan berbahan bakar solar tidak lulus.

Baca juga:   Pansus 5 DPRD Kota Bandung Bahas Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan

“Kami uji asas kepatuhan terhadap miliknya sendiri karena keselamatan berkendara adalah hal yang utama. Kami ingatkan bagi yang tidak lulus uji agar segera memperbaiki untuk perawatan demi keselamatan bersama,” ucapnya.

Salah satu pengguna manfaat uji emisi gratis Tody (35) mengatakan kegiatan ini bermanfaat baginya yang memang sedang memerlukan pengecekan emisi berkala.

“Kendaraan saya bisa dibilang kendaraan jadul, terlebih lagi gratis, terima kasih kepada Dishub Kota Bekasi, semoga ke depan bisa menggelar kegiatan seperti ini lagi,” pungkasnya. (ant)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: dosen ITBemisi kendaraanindrajapenginderaan jauh


Related Posts

Dosen ITB
HEADLINE

16 Dosen ITB Masuk Daftar World’s Top 2% Scientists 2025

26 September 2025
Dosen Sekolah Farmasi ITB Buat Serum Anti Aging dari Membran Cangkang Telur
HEADLINE

Dosen Sekolah Farmasi ITB Buat Serum Anti Aging dari Membran Cangkang Telur

14 Agustus 2024
bandung dingin
HEADLINE

Mengapa Bandung Lebih Dingin Saat Kemarau? Berikut Penjelasan Dosen ITB

24 Juli 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.