CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 11 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASKESEHATAN

Stockholm Syndrome Timpa Lesti Kejora? Apa itu?

Nurrani Rusmana
14 Oktober 2022
Stockholm Syndrome Timpa Lesti Kejora? Apa itu?

Lesti Kejora dan Rizky Billar. (Foto: Instagram @lestykejora)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa Lesti Kejora menyita perhatian publik. Setelah suaminya Rizky Billar ditangkap, pada Kamis (13/10/2022), Lesti Kejora malah mencabut laporannya.

Perubahan sikap Lesti Kejora sebagai korban KDRT pun disorot dan dikaitkan dengan istilah Stockholm syndrome. Apa itu?

Dilansir dari ALODOKTER pada Jumat (14/10/2022), Stockholm syndrome merupakan gangguan psikologis pada korban penyanderaan. Hal itu membuat mereka simpati atau bahkan menyayangi pelaku.

Dalam suatu penyanderaan, para sandera umumnya akan merasa benci dan takut karena pelaku atau penculik kerap berlaku kasar, bahkan kejam. Namun, dalam kasus gangguan psikologis ini, hal yang terjadi justru sebaliknya. Para korban justru merasa simpati terhadap pelaku.

Baca juga:   Filler dan Botox Rupanya Punya Kandungan dan Fungsi yang Berbeda

Ada beberapa faktor yang mendasari, di antaranya:

  • Para penyandera dan korban berada di dalam ruangan dan tekanan situasi yang sama
  • Situasi penyanderaan berlangsung cukup lama, bahkan hingga beberapa hari
  • Penyandera menunjukkan kebaikan kepada para sandera atau setidaknya menahan diri untuk tidak melukai mereka

Para psikolog menduga jika Stockholm syndrome merupakan cara korban untuk mengatasi stres atau trauma yang berlebihan akibat penyanderaan.

Meski begitu, penelitian menyebutkan bahwa Stockholm syndrome tidak hanya berlaku pada situasi penyanderaan, tetapi juga bisa terjadi pada situasi tertentu, seperti pelecehan anak, pelecehan antar pelatih dan atlet, hubungan abusive, dan perdagangan seks.

Baca juga:   KPH Saradan Gandeng Tim Penyuluhan Hukum Unpas

Seperti sindrom lain, sindrom ini juga terdiri dari sekumpulan gejala. Gejala gangguan ini secara umum hampir sama dengan gejala gangguan stress pasca trauma atau PTSD.

Gejala Stockholm syndrome

  • Mudah kaget
  • Gelisah
  • Mimpi buruk
  • Selalu curiga
  • Muncul perasaan seperti sedang tidak berada dalam kenyataan
  • Sulit konsentrasi
  • Selalu mengenang masa trauma (flashback)
  • Tidak lagi menikmati pengalaman yang sebelumnya menyenangkan
  • Perasaan negatif terhadap keluarga atau teman yang mencoba untuk menyelamatkannya
  • Selalu mendukung setiap hal yang dilakukan oleh penyandera
Baca juga:   Kamera Setara Sinema, Galaxy S26 Ultra Jadi Andalan Baru Samsung

Cara Menangani

Tidak ada pengobatan khusus bagi penderita Stockholm syndrome. Namun, psikiater akan menggunakan beberapa metode yang biasa digunakan untuk mengatasi situasi traumatis, seperti peresepan obat antiansietas untuk mengatasi kecemasan yang dialami.

Selain itu, psikoterapi juga akan dilakukan untuk menangani sindrom tersebut. Dalam psikoterapi, penderita akan diajarkan untuk mengatasi pengalaman traumatiknya.

Tujuan akhir dari semua penanganan adalah untuk menyadarkan penderita bahwa yang mereka rasakan terhadap pelaku hanyalah metode pertahanan diri. (ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: gangguan psikologisKDRTLesti Kejorarizky billarStockholm Syndrome


Related Posts

Gerald Vanenburg. [Instagram/geraldvanenburgofficial]
HEADLINE

Gerald Vanenburg Pernah Tersandung Kasus KDRT

28 Januari 2025
ASN Dispora KBB jadi Korban KDRT Istri
PASJABAR

ASN Dispora KBB jadi Korban KDRT Istri

22 Januari 2025
Pelaku Penyiraman Air Keras Kepada Ibu di Padalarang Telah Ditangkap
PASBANDUNG

Pelaku Penyiraman Air Keras Kepada Ibu di Padalarang Telah Ditangkap

6 Desember 2022

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.