CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Guru Besar Unpas Optimalkan Pengembangan Sorgum

Nissa Ratna
2 November 2022
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Guru Besar Unpas Optimalkan Pengembangan Sorgum

Sorgum (Foto: Ilustrasi)

Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, WWW.PASJABAR.COM – Pemerintah tengah optimalkan produksi dan hilirisasi tanaman sorgum sebagai alternatif pengganti gandum dan diversifikasi makanan pokok untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Kandungan protein dan karbohidrat dalam biji sorgum cukup tinggi. Selain itu, dibanding bahan pangan lainnya, penanaman dan perawatan sorgum juga lebih mudah.

Hal ini disampaikan Guru Besar Bidang Analisis dan Keamanan Pangan Universitas Pasundan Prof. Dr. Ir. Wisnu Cahyadi, M.Si. yang lima tahun ke belakang fokus meneliti dan mengembangkan sorgum.

Sorgum mampu bertahan di lahan kering, sehingga tidak memerlukan banyak air. Dari hasil uji coba Prof. Wisnu, sorgum juga bisa tumbuh di segala tempat, bahkan daerah beriklim dingin sekalipun.

Baca juga:   Petugas Putar Balik 610 Kendaraan yang Datang ke Bandung

“Masa panennya pun lebih singkat, hanya butuh 2,5 – 6 bulan dan satu pohon bisa tiga kali panen. Satu hektar lahan umumnya menghasilkan 6 – 8 ton biji sorgum dengan biaya produksi yang terhitung murah,” ujarnya, dikutip dari Podcast Unpas Talk, Selasa (1/11/2022).

Dari proses penanaman, pemeliharaan, hingga panen, petani sorgum hanya butuh biaya sekitar 7 juta rupiah. Tak hanya biji sorgum yang bisa dijadikan olahan pangan, petani juga diuntungkan dengan pemanfaatan bagian tanaman lain.

“Sorgum ini zero waste karena semua bagian tanaman bisa dimanfaatkan. Daunnya tinggi nutrisi, cocok untuk pakan ternak hijauan, nira dari batangnya dapat dibuat gula, ampasnya kemudian diolah menjadi bioenergi,” tambah Prof. Wisnu.

Baca juga:   Tahun Depan Seluruh Siswa di Jabar Dilarang Bawa Gadget ke Sekolah

Inovasikan Produk Sorgum

Selama penelitian, Prof. Wisnu telah membuat 14 produk dari bahan baku biji sorgum, yaitu tepung, kecap, tempe, gula cair, gula kristal, beras analog, beras sorgum, pop sorgum, mi kering, mi basah, brownies, tengteng, cookies, dan cheese stick.

Gula sorgum, lanjut dia, mengandung indeks glikemik yang lebih rendah, sehingga aman dikonsumsi penderita diabetes. Produk olahan sorgum juga bebas gluten.

Untuk membantu petani sorgum, Prof. Wisnu bersama tim dan mahasiswanya juga membuat inovasi mesin perontok, mesin pencacah, dan mesin penepung sorgum. Alat tersebut dihibahkan ke Kampung Sorgum Pameungpeuk yang jadi lokasi penelitiannya.

Baca juga:   Bupati Bandung Serahkan CSR Bank BJB Untuk 12 Masjid dan Ponpes

“Alhamdulillah mesin-mesin tadi membantu meningkatkan kapasitas produksi mereka. Hasil tepungnya lebih halus meskipun belum sehalus tepung terigu, ke depan saya akan memodifikasinya supaya lebih sempurna,” terangnya.

Agar sorgum menjadi bahan pangan pokok di samping beras, menurutnya perlu ada kesadaran bersama untuk mulai membudidayakan sorgum. Jika kapasitas produksi diperbanyak, harga sorgum bisa lebih terjangkau dan dipertimbangkan masyarakat.

“Pemerintah juga harus sepenuhnya pro terhadap pangan lokal, lahannya mesti diperluas, jangan malah dialihfungsikan untuk infrastruktur yang lain. Lahan yang tidak produktif bisa diberikan ke masyarakat untuk budidaya tanaman pangan lokal,” tandasnya. (*/Nis)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nissa Ratna
Tags: dosen unpasKetahanan Pangansorgum


Related Posts

Guru Besar Unpas
HEADLINE

Pengukuhan 9 Guru Besar Unpas, Perkuat Posisi sebagai Kampus dengan Profesor Terbanyak di Jabar dan Banten

9 Mei 2026
Dosen Unpas Nilai RUU Perampasan Aset Efektif Berantas Korupsi
HEADLINE

Dosen Unpas Nilai RUU Perampasan Aset Efektif Berantas Korupsi

22 April 2026
anggaran peternakan sapi
PASBISNIS

Pemerintah Mengalokasikan 4,8 T di Sektor Peternakan Sapi

15 Januari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.