CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASNUSANTARA

Jaga Kekayaan Bangsa, Pesona Sejuta Kebaya untuk Unesco Sukses Digelar

Tiwi Kasavela
13 November 2022
Pengurus Wilayah Jawa Barat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) bersama Tim Hari Kebaya Nasional Menuju UNESCO menggelar Parade Kebaya Nusantara "Pesona Sejuta Kebaya Untuk UNESCO".

Pengurus Wilayah Jawa Barat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) bersama Tim Hari Kebaya Nasional Menuju UNESCO menggelar Parade Kebaya Nusantara "Pesona Sejuta Kebaya Untuk UNESCO" Minggu (13/11/2022) di Gedung Sate. (tiwi)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Tim Nasional Hari Kebaya Nasional bekerja sama dengan Komunitas Notaris Indonesia Berkebaya Jawa Barat menggelar Parade Kebaya Nusantara pada Minggu (13/11/2022) di Gedung Sate Jalan Diponegoro No. 22 Bandung.

Bertajuk Pesona Sejuta Kebaya untuk Unesco, kegiatan ini disponsori oleh Pengwil Jabar IPPAT, Kantor Staf Presiden, Yayasan Mestika Wanoja dan Batik Komar.

Di samping fashion show, diadakan pula talkshow yang dinarasumberi oleh
Pemerhati Kebaya dan Penasehat Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) Cabang Jawa Barat, Heti Sunaryo, Pengusaha Batik dan Dosen, Dr. H. Komarudin Kudiya, S.IP, M.Ds dan Psikolog, Intan Erlita, MPsi.

Penyelenggara kegiatan sekaligus anggota KNIB dan Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Jawa Barat, yang ditunjuk oleh Tim Nasional, Osye Anggandari, S.H mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen IPPAT dalam rangka sosialisasi Pengajuan Hari Kebaya Nasional kepada Presiden Republik Indonesia, Kebaya Sebagai Warisan Tak Benda Nasional, dan Kebaya Sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Baca juga:   Kendangers Gelar "Padungdung to Unesco"

“Kami mengumpulkan 12 Komunitas yang tergabung dalam Tim Panitia Kebaya Nasional Menuju UNESCO, di mana komunitas tersebut merupakan lintas profesi yang telah memberikan pernyataan secara simbolis,” ungkapnya.

Adapun 12 komunitas yang terlibat dalam kegiatan ini yakni Komunitas Notaris Indonesia Berkebaya, Perempuan Indonesia Maju, Cinta Budaya, CBN Mustika Rasa, Sekar Ayu Jiwanta, Kebaya Foundation, Peristiwa Indonesia, CIRI Indonesia, Pencinta Sanggul Nusantara, Yayasan Busana Nasional Nusantara dan Himpunan Ratna Busana Nusantara.

Osye menegaskan bahwa pihaknya benar-benar ingin menunjukan bahwa Jawa Barat mendukung penuh kebaya menuju UNESCO.

“Kami juga mengadakan talkshow untuk sama-sama menimba ilmu terkait budaya khususnya kebaya dalam satu ruangan di gedung paling bersejarah di Jawa Barat, yakni Gedung Sate… Tentu agar semakin mengenal kebaya,” imbuhnya.

Baca juga:   Kasus Bayi Diberi Kopi Susu Disorot Presiden Jokowi

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD
Dr. Hj. Ineu Purwadewi Sundari, S.Sos., MM menyampaikan apresiasinya dengan gelaran kegiatan ini yang merupakan bentuk kecintaan terhadap budaya dan komitmen untuk menjaga kekayaan bangsa.

“Saya mengapresiasi acara hari ini yang dilaksanakan oleh pengurus wilayah IPPAT beserta seluruh komunitas kebaya yang ada di Jawa Barat, karena menurut saya hal ini bukan hanya untuk mendapatkan status oleh UNESCO tapi bagaimana kita menghargai warisan budaya kebaya ini sebagai warisan leluhur yang merupakan jati dirinya bangsa,” tandasnya.

Ia melanjutkan bahwa parade kebudayaan yang digelar dangat apik, di mana diskusi menjadi salah satu bagian dari kegiatan ini.

Baca juga:   UNESCO Tetapkan Gamelan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia

“Semoga kegiatan ini juga mendorong generasi muda untuk percaya diri dan senang menggunakan kebaya, terlebih saat ini banyak corak kebaya, kekinian dan lebih modern sehingga lebih menarik untuk anak-anak muda,” ujarnya.

“Mudah-mudahan kecintaan terhadap budaya dapat terbangun dengan baik, karena siapa lagi yang akan menjaga kalau bukan kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Cinta Budaya Nusantara Melok Besari berharap ke depan akan ada Hari Berkebaya Nasional di Indonesia.

“Dengan adanya hari berkebaya nasional, semakin mengukuhkan pentingnya kebaya dan perempuan di Indonesia lebih sering menggunakan kebaya, karena kita bangga dengan kebaya,” ujarnya.

Adapun 10 penampil kebaya terbaik dalam kegiatan ini mendapatkan hadiah dan 3 Piala Pemenang Favourite dari Kantor Staf Presiden Rl. (tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Tiwi Kasavela
Tags: IPPATKebayaUNESCO


Related Posts

Universitas: Ruang Bebas atau Instrumen Negara?
HEADLINE

Universitas: Ruang Bebas atau Instrumen Negara?

29 April 2026
hari kebaya nasional 2025
HEADLINE

Hari Kebaya Nasional 2025 Tekankan Peran Perempuan dalam Sejarah

24 Juli 2025
H. Samsuri, S.H., M.Kn: Soliditas Kunci Hadapi Tantangan PPAT di Jawa Barat
PASJABAR

H. Samsuri, S.H., M.Kn: Soliditas Kunci Hadapi Tantangan PPAT di Jawa Barat

17 Desember 2024

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.