CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Bandung Datathon, Implementasi Pembangunan Inklusif

Nissa Ratna
13 Desember 2022
Bandung Datathon, Implementasi Pembangunan Inklusif

Bandung Datathon, Implementasi Pembangunan Inklusif (Foto: Humas Bandung)

Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, WWW.PASJABAR.COM – Pembangunan di Kota Bandung tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi melibatkan masyarakat. Keterlibatan masyarakat dalam pembangunan Kota Bandung dapat dilihat melalui ajang Bandung Datathon.

Digelar pertama kali pada 2016, ajang ini melahirkan berbagai inovasi pembangunan Kota Bandung menjadi kota yang semakin baik. Menggandeng berbagai unsur dari mulai akademisi hingga masyarakat, acara ini memungkinkan para pesertanya untuk melahirkan inovasi bagi Kota Bandung berdasarkan data yang sudah tersedia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana menyebut, partisipasi warga dapat menjadi sistem peringatan dini untuk masalah publik. Sebuah fasilitas bagi kebutuhan dan pandangan warga dipahami sebagai perbaikan untuk perumusan manfaat kebijakan.

“Dengan memanfaatkan teknologi untuk mengelola masukan dan keluhan warga, pemerintah dapat memahami kebutuhan warga melalui inovasi yang berdampak,” ujarnya.

Selain lintas profesi, acara ini juga melibatkan masyarakat lintas usia. Rentang usia peserta Bandung Datathon berkisar di 17-40 tahun.

Baca juga:   Tertib di Perlintasan Kereta, Belasan Pengendara Jalan Laswi Ditindak

Bandung Datathon, salah satu edisi yang paling diminati

Sepanjang 5 tahun perjalanan Bandung Datathon, salah satu edisi yang paling diminati yaitu pada 2019. Saat itu, inovasi yang lahir dari Bandung Datathon mampu dilirik Kota Melbourne.

Pada edisi tersebut, Bandung Datathon mengangkat isu keselamatan berkendara. Adapun pemenang dari Bandung Datathon saat itu, Muhammad Firman Nuruddin, Mochammad Ronny Ardianto, dan Riamizar Surya Baihaqi. Mereka mahasiswa angkatan 2018 dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, serta Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan.

Ketiganya melahirkan inovasi jam getar yang berguna bagi para disabilitas yakni tunarungu untuk keselamatan mereka berkendara.

Setelah digelarnya edisi yang menaikkan popularitas ajang ini, Bandung Datathon harus terhenti akibat pandemi Covid-19. Ajang ini kembali dijalankan pada 2021 dan tahun ini, 2022.

Baca juga:   Pasangan Ditangkap Saat Hendak Menguburkan Bayi

Menurut Kepala Bidang Data Statistik Diskominfo Kota Bandung, Rina Karlina, pada edisi 2022, Bandung Datathon mengusung tema ‘Sustainable Food System for Better Tommorow’. Tema ini sejalan dengan potensi masalah ketahanan pangan yang ada di Kota Bandung.

“Masyarakat perlu tempat bagaimana ide mereka diketahui masyarakat lain. Atau bagaimana caranya berpartisipasi untuk pemerintah,” ujarnya.

“Dengan Bandung Datathon, kita membuat bagaimana ide tersebut dihadirkan berdasarkan pada data yang ada,” imbuhnya.

Bandung Datathon kali ini berasal dari perorangan

Berbeda dengan edisi sebelumnya, peserta mendaftarkan diri secara berkelompok, Bandung Datathon kali ini berasal dari perorangan. Nantinya Pemkot Bandung akan membentuk tim dengan berbagai latar belakang. Mulai dari akademisi, aktivis, dan juga kalangan pemerintah.

“Ini bertujuan agar sudut pandang ide tersebut dapat terasa utuh. Kadang, beberapa ide mungkin saja tidak sejalan dengan realita atau data di lapangan,” ujar Rina.

Baca juga:   Karangan Bunga Memenuhi Mako Polsek Astar

Lebih lanjut terkait teknisnya, Bandung Datathon 2022 yang mengusung tema ketahanan pangan bertujuan agar Kota Bandung dapat mengakselerasi aspek ketahanan pangan.

Sebagaimana diketahui, lebih dari 96 persen bahan pangan di Kota Bandung merupakan impor dari luar Kota Bandung.

Sejumlah instansi terkait ketahanan pangan pun akan dilibatkan pada gelaran ini. Seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung.

Tujuannya, agar skema produksi, konsumsi, hingga daur ulang pangan di Kota Bandung bisa berlangsung secara berkelanjutan (sustainable food).

Pada gelaran tahun ini, Rina berharap, ide pemenang Bandung Datathon dapat langsung diserap dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Bandung.

Sebagai informasi, pemenang Bandung Datathon 2022 akan diumumkan dalam acara Bandung Connecticity, Jumat 16 Desember 2022 mendatang. (*/Nis)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Pembangunan Inklusif


Related Posts

DPD RI melalui Sultan B. Najamudin mendorong konsep “Green Democracy”, memperkuat otonomi daerah, mengakselerasi RUU Iklim dan RUU Masyarakat Adat, serta menegaskan arah baru politik pembangunan Indonesia yang berkelanjutan. (Ist)
HEADLINE

Dari Daerah ke Nasional, DPD Siapkan Peta Jalan Politik Baru Indonesia “Green Democracy”

23 November 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.