CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Perdoski Goes To Campus, Bahas Tentang Penyakit Kusta

Nurrani Rusmana
21 Februari 2023
Persatuan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Cabang Bandung menggelar kegiatan Perdoski Goes To Campus dengan tema “Act now end leprosy” di Aula Mandala Saba Dr. Djundjunan Lantai 5 Gedung Universitas Pasundan, Jl. Sumatra No. 41 pada Selasa (21/2/2023).

Persatuan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Cabang Bandung menggelar kegiatan Perdoski Goes To Campus dengan tema “Act now end leprosy” di Aula Mandala Saba Dr. Djundjunan Lantai 5 Gedung Universitas Pasundan, Jl. Sumatra No. 41 pada Selasa (21/2/2023). (Foto: ran/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Persatuan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Cabang Bandung menggelar kegiatan Perdoski Goes To Campus dengan tema “Act now end leprosy” di Aula Mandala Saba Dr. Djundjunan Lantai 5 Gedung Universitas Pasundan, Jl. Sumatra No. 41 pada Selasa (21/2/2023).

Perdoski Goes To Campus, Bahas Tentang Penyakit Kusta
(Foto: ran/pasjabar)

Kegiatan ini digelar Perdoski Cabang Bandung dalam rangka Hari Kusta Sedunia dan melibatkan mahasiswa dari lima kampus fakultas kedokteran di Bandung. Di antaranya Universitas Pasundan (Unpas), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Kristen Maranatha.

Perdoski Goes To Campus, Bahas Tentang Penyakit Kusta
Dekan Fakultas Kedokteran, Prof. dr. Dedi Rachmadi, dr., Sp.A(K)., M.Kes. (Foto: ran/pasjabar)

Dekan Fakultas Kedokteran, Prof. dr. Dedi Rachmadi, dr., Sp.A(K)., M.Kes mengatakan bahwa penyakit kusta disebut penyakit kutukan. Penyakit ini bisa menular tapi susah untuk ditularkan. Jadi menurutnya tidak perlu menjauhi orang yang terkena penyakit kusta.

Baca juga:   Dua Tahun Berturut-turut, Bio Farma Raih Predikat Informatif

“Tidak usah tabu lagi. Tidak usah dijauhi lagi yang punya penyakit kusta ini, karena penyakit menular tapi susah sekali menularnya. Jadi stigma itu yang harus dihilangkan di masyarakat,” katanya.

Perdoski Goes To Campus, Bahas Tentang Penyakit Kusta
Ketua Perdoski Cabang Bandung, dr. Yanto Widiantoro, SpKK, FINSDV, FAADV. (Foto: ran/pasjabar)

Ketua Perdoski Cabang Bandung, dr. Yanto Widiantoro, SpKK, FINSDV, FAADV menuturkan dengan digelarnya kegiatan tersebut diharapnya bisa mensupport terjadinya perubahan dan pola pikir masyarakat terhadap penyakit kusta.

“Paling tidak pemahaman tentang penyakit kusta itu bisa dimiliki dan disebarkan kepada masyarakat supaya masyarakat mau melakukan tindakan-tindakan apapun dalam bentuk pencegahan maupun pengobatan sampai tuntas,” kata dr. Yanto.

Baca juga:   pastv || LAGI...Tabrakan Beruntun Terjadi Di Jalan Nagreg Bandung

2 Pemateri Dihadirkan dalam Perdoski Goes To Campus

Perdoski Goes To Campus, Bahas Tentang Penyakit Kusta
(Foto: ran/pasjabar)

Dalam kegiatan Perdoski Goes To Campus, menghadirkan dua pembicara yaitu dr. Hendra Gunawan, SpKK(K), Ph.D, FINSDV, FAADV yang memaparkan materi “Kusta dapat Dicegah dan Disembuhkan” dan dr. Meily Anggraeni Meliala, SpKK membahas tentang “Stop Stigma Sosial pada Kusta”.

Perdoski Goes To Campus, Bahas Tentang Penyakit Kusta
dr. Hendra Gunawan, SpKK(K), Ph.D, FINSDV, FAADV. (Foto: ran/pasjabar)

Menurut dr. Hendra penyakit kusta bisa dicegah apabila segera memeriksakan diri. Terutama memeriksakan pada salah satu anggota keluarga yang mengidap penyakit kusta. Selain itu, ia juga menyebutkan gejala-gejala penyakit kusta.

Baca juga:   UKM Gempita Harmoni Pasundan Selaras Dalam Nada Sejiwa Dalam Karya

“Gejala kusta itu, kalau kita menemukan bercak kemerahan, bercak berwarna putih atau coklat, tetapi dia mati rasa. Tidak bisa disembuhkan dengan obat-obat biasa. Kemudian, apabila dilakukan pemeriksaan ditemukan ada penebalan dari saraf tepi,” jelasnya.

Untuk pengobatannya, dr, Hendra mengatakan bisa dengan memberikan antibiotik.

Sementara itu, dr. Meily menuturkan apabila terkena penyakit kusta harus didiagnosa terlebih dahulu jenisnya.

“Ada kusta yang kering dan basah. Nanti itu dapat pengobatan, pengobatannya gratis. Pengobatannya itu dengan terapi. Tergantung tipenya, bisa sampai satu tahun,” katanya. (ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: fakultas kedokterankustaPerdoskiPerdoski cabang bandungunpas


Related Posts

Sidang Doktor Ade Yusuf
HEADLINE

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

8 Mei 2026
unpas
PASPENDIDIKAN

Mahasiswa HI Unpas Rizfa Palsa Raih Juara Dua Kompetisi Nasional

6 Mei 2026
unpas
PASPENDIDIKAN

Hipertensi Disebut Silent Killer, Dokter Unpas Ingatkan Pemeriksaan Rutin

1 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.