CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Jumat, 15 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASNUSANTARA

Puteri Dr. Johannes Leimena Ungkap Fakta 30 September 1965

Tiwi Kasavela
4 Agustus 2023
Puteri Dr. Johannes Leimena Ungkap Fakta 30 September 1965

Ist

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM– Berkompromi dengan kehidupan, tentu bukan menjadi hal yang selamanya menyenangkan. Bagi para pelaku kehidupan di Indonesia terutama saksi sejarah atau bahkan keluarga yang terkait dimasa-masa tahun 1965 ada sederet ingatan tak hilang begitu saja.

Setumpuk kenangan itu turut menyeruak dari Hj. Melani Leimena Suharli, Anggota DPR RI dari Komisi VI yang tak lain adalah puteri bungsu Dr. Johannes Leimena.

Dalam wawancaranya dengan channel Keep History Alive – Ahmad Nowmenta Putra, Wakil Ketua MPR (2009-2014) yang kini berkutat dengan BUMN, Standarisasi Nasional, Perdagangan, Investasi, dan Koperasi UKM tersebut menceritakan detik-detik mencekam ketika ratusan prajurit ikut masuk ke dalam area kediaman orang tuanya.

Baca juga:   Sobat Erick Thohir Gencar Bantu Masyarakat dengan 'Tebus Murah’ Sembako

“Mereka bahkan masuk ke dalam kamar,” ujarnya menceritakan kronologis kejadian yang dialaminya ketika beliau masih SMP seperti dilansir dari channel KHA.

Nama Dr. Johannes Leimena menyeruak dipusaran Peristiwa 30 September 1965 karena rumahnya ikut disatroni oleh Pasukan Cakrabirawa yang saat itu mendatangi kediaman Jenderal A.H. Nasution di Jalan Teuku Umar, Menteng.

Karel Sadsuitubun yang berjaga didepan rumah Dr. Leimena ikut gugur dalam penembakan didepan rumah. Bahkan setelah peristiwa kelam itu terjadi, nama Dr. Leimena yang pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan era Presiden Soekarno serta Ketua Partai Kristen Indonesia dan salah satu tokoh pencetus Sumpah Pemuda ini disebut dalam catatan sejarah pada pembahasan terkait Supersemar.

Baca juga:   Biaya Haji 2026 Turun Dua Juta Rupiah

Abdul Haris Nasution masuk dalam daftar tujuh jenderal yang diburu malam itu. Rencananya, tujuh jenderal akan diculik untuk dibawa ke hadapan Presiden Soekarno.

Mengutip buku John Hughes, The End of Sukarno: A Coup That Misfired: A Purge That Ran Wild edisi ketiga, malam itu AH Nasution dan istrinya, Johanna Sunarti, terjaga lantaran terganggu oleh nyamuk. Mereka tak mendengar para penjaga telah diringkus pasukan Cakrabirawa. Namun Johanna mendengar suara pintu dibuka dengan paksa.

Pasukan Cakrabirawa berupaya menghancurkan pintu kamar dengan melepaskan tembakan. Johanna mendorong AH Nasution keluar melalui pintu lain dan menyusuri koridor ke pintu samping rumah.

AH Nasution kemudian berlari menuju dinding yang memisahkan halaman rumahnya dengan gedung Kedutaan Besar Irak.

Baca juga:   Membedah Cinta dan Luka di Balik Relasi Kuasa Perempuan

Pasukan Cakrabirawa sempat melihat dan melepaskan tembakan ke arah AH Nasution, namun meleset. Dia berhasil memanjat dinding dan menjatuhkan diri di halaman Kedubes Irak. Meski pergelangan kakinya patah, AH Nasution selamat dari upaya penculikan malam itu.

Awalnya para pasukan Cakrabirawa menyangka jika AH Nasution melarikan diri di kediaman Dr. Johannes Leimena yang lokasinya berdekatan sehingga upaya untuk merangsek masuk pun dilakukan.

Meski berhasil lolos dari upaya penculikan, namun AH Nasution harus kehilangan Ade Irma Suryani sang anak yang tertembak, Kapten Pierre Tendean sang ajudan, serta Karel Sadsuitubun yang ditembak saat melakukan perlawanan didepan kediaman Dr. Johannes Leimena. (tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Tiwi Kasavela
Tags: 30 September 1965


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.