CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Aweuhan Pasundan: Bagian II Sosial Budaya “Nonoman Harus Dobrak Kultur Politik Defensif”

Hanna Hanifah
14 Agustus 2024
pasundan

Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Prof. Dr.Didi Turmudzi, M.Si, (Foto : tie/Pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si.

Paguyuban Pasundan
Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. (foto: pasjabar)

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – (BANDUNG, (PR).) Meskipun secara geopolitis posisi Ki Sunda berdekatan dengan jantung perpolitikan nasional, sikap defensif yang selama ini dimunculkan menyebabkan peran sosial politiknya termarginalkan. Dibutuhkan keberanian sikap generasi muda Sunda (nonoman) untuk mendobrak kebekuan, terutama keberanian untuk bersaing secara terbuka.

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Paguyuban Pasundan M Didi Turmudzi yang menyampaikan makalah “Memperkuat Indonesia dari Jawa Barat” pada Simposium dan Konferensi Pemuda Padjadjaran di Unpad Training Cente Jalan Ir Juanda Kota Bandung, Kamis (19/11/2015).

Simposium yang digelar Himpunan Mahasiswa Pascasarjana FISIP Universitas Padjadjaran itu mengundang banyak tokoh Jawa Barat, di antaranya Tjetje Hidayat Padmadinata, Iwan Ridwan Sulandjana, Eka Santosa, HD Sutisno, Hasto Kuncoro.

Baca juga:   Tim Diving Unpas Pecahkan Rekor Dunia

Menurut Didi, apa yang disampaikannya jangan disikapi sebagai upaya mengedepankan masalah kesukuan. Hal tersebut adalah persoalan Sistematik konseptual yang banyak memiliki kemiripan dengan sistem nilai suku atau bangsa-bangsa lainnya.

“Bagi saya, keseimbangan antara “kekayaan batiniah” yang cenderung handap asor dengan motivasi ‘kekuasaan’ (power) yang Sifatnya fisik material justru menjadi keharusan di tengah kondisi kehidupan berbangsa yang kompetitif, ketat, dan bisa jahat. Terlebih, kalau kita lihat entitas lokal lain sudah jauh melangkah,” ucapnya.

Peran dan dinamika aktivitas politik Ki Sunda pada etalase nasional, kata Didi Turmudzi, mencatat sejarah gemilang lewat personifikasi sosok Djuanda Kartawijaya serta Ali Sadikin. “Pada sosok Djuanda, kita menyimak di tengah kungkungan struktural entitas tertentu yang begitu kuat, kepemimpinan Djuanda justru mampu hadir dominan sehingga kesundaannya pun tampil kasat mata,” tuturnya.

Baca juga:   Tim Lingkung Seni Simpay Pasundan Lakukan Lawatan Budaya ke Bosnia and Herzegovina

Di sisi lain, pola yang dikembangkan Ali Sadikin adalah mencoba mendobrak dari luar bagi upaya pengukuhan peran Ki Sunda. Sayang, lemahnya ikatan solidaritas kesukubangsaan yang diwujudkan dalam bentuk dukungan tidak terbangun. “Padahal, prestasi Ali Sadikin di Jakarta tak ada yang menandingi hingga saat ini. Saya kira, dua personifikasi kepemimpinan Ki Sunda ini harus dapat diadopsi oleh generasi sekarang,” ujarnya.

Baca juga:   Doa Bersama dan Potong Tumpeng Milangkala Paguyuban Pasundan ke-112

Intelektual

Sementara itu, Tjetje Padmadinata berpesan agar generasi muda saat ini terus mempertahankan sikap kritis. “Itu minimal. Dari zamanzaman, meski dengan berbagai bentuknya, mahasiswa selalu menyuarakan suara dan aspirasi rakyat,” katanya.

Ia menegaskan, mereka yang masuk dalam kelompok intelektual itu bukan semata mereka yang pintar atau berpengetahuan luas. “Jauh lebih mutlak dan penting adalah kepedulian kepada kepentingan umum. Peduli terhadap kelangsungan nasib rakyat dan bangsa,” katanya.

Tjetje juga mengingatkan kalangan muda untuk aktif terjun berorganisasi. “Selain sarana menempa diri, dengan berorganisasi kita bisa akan memperluas wawasan dan pergaulan. Kita akan bertemu dengan beragam pandangan dan pemikiran yang memperkaya pengetahuan kita,” ucapnya. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Milangkala Paguyuban Pasundan Ke-111paguyuban pasundanpasundan


Related Posts

Pelantikan Paguyuban Pasundan Papua
HEADLINE

Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Wilayah Paguyuban Pasundan se Tanah Papua

25 April 2026
Penghargaan Paguyuban Pasundan
HEADLINE

Paguyuban Pasundan Raih Penghargaan dari HU Pikiran Rakyat di HUT ke-60

25 April 2026
pasundan law fair 2026
HEADLINE

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.