CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASNUSANTARA

Urgensikah Kasus Harun Masiku? Kriminalisasi politik, Atau hanya Politisasi Kelas Dinosaurus?

Hanna Hanifah
18 Desember 2024
harun masiku

Harun Masiku. (foto: Google)

Share on FacebookShare on Twitter
Radjo Galan Raya, Ketua Umum Gema Pasundan

Oleh: Radjo Galan Raya, Ketua Umum Gema Pasundan (Kasus Harun Masiku)

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Akhir-akhir ini, kasus Harun Masiku kembali mencuat. Anehnya, kasus ini selalu menjadi sorotan menjelang Pilpres atau momen-momen politik tertentu. Dalam minggu ini, setiap hari ada organisasi kepemudaan yang silih berganti mendesak KPK untuk segera menangkap Harun Masiku.

Namun, pertanyaannya adalah, seberapa urgensi kasus Harun Masiku jika dibandingkan dengan kasus-kasus besar lainnya seperti kasus Joko Candra dengan kerugian 546 miliar, kasus korupsi PT Timah senilai 300 triliun, atau kasus BLBI dengan kerugian mencapai 138 triliun? Ataukah para demonstran ini sebenarnya sedang berlomba mengikuti sayembara yang dibuat oleh Maruar Sirait untuk mendapatkan hadiah 8 miliar?

Sayembara ini justru menimbulkan pertanyaan besar. Apakah tindakan ini tidak menginjak harkat dan martabat KPK? Maruar Sirait seolah-olah merendahkan lembaga KPK dengan langkahnya tersebut. Jika memang demikian, mengapa tidak dibuat juga sayembara serupa untuk menangkap buron lain seperti Kirana Kotama, yang hingga hari ini masih belum tertangkap? Mengapa kasus Kirana Kotama ini tidak diramaikan dan disayembarakan seperti kasus Harun Masiku? Ini tentu menjadi sebuah ironi yang pantas kita kritik.

Baca juga:   Perlu Empati Untuk Menghapus Bullying

Kasus Harun Masiku sendiri adalah kasus suap senilai 600 juta, yang menurut pandangan kami tidak memberikan dampak signifikan pada kerugian negara. Bahkan, mantan penyidik KPK menyatakan bahwa kasus ini hanya termasuk “kasus teri”.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada 8 Januari 2020. Wahyu ditangkap karena diduga menerima suap dari Harun Masiku untuk memuluskan langkah Harun menggantikan Nazarudin Kiemas, anggota DPR RI dari PDIP yang meninggal dunia. Logikanya, tidak akan ada suap jika Wahyu Setiawan, sebagai eks Komisioner KPU, tidak meminta sogokan dari Harun Masiku.

Baca juga:   Biaya 'Potong Kulit' Arya Permana Capai Rp30 Juta

Dari sini muncul pertanyaan: apakah kasus Harun Masiku ini benar-benar ditujukan kepada Harun, ataukah ada muatan lain di balik kasus ini?

Mengenai Harun Masiku

Jika kita perhatikan, praktik-praktik serupa kasus Harun ini sebenarnya banyak terjadi di sekitar kita. Contohnya, dalam dunia kerja, untuk masuk ke perusahaan tertentu sering kali diperlukan “uang pelicin”. Dalam dunia pendidikan, ada praktik suap untuk masuk ke sekolah atau kampus ternama. Bahkan untuk urusan yang lebih kecil, seperti membuat KTP, terkadang muncul alasan seperti “habis blankonya” yang seolah-olah menjadi dalih untuk memunculkan praktik suap.

Baca juga:   Panggung Dedi, Bayang-bayang Erwan

Kami tidak mendukung praktik suap-menyuap atau sogok-menyogok. Namun, yang kami kritik adalah adanya indikasi politisasi dan kriminalisasi terhadap kasus tertentu. Menurut kami, masih banyak hal lain yang jauh lebih mendesak untuk dikritisi, dikawal, dan dilawan bersama.

Sebagai contoh, kasus-kasus besar di institusi Polri yang justru memiliki dampak besar terhadap negara dan masyarakat. Ada kasus polisi yang diduga menjadi backing bandar narkoba, kasus polisi menembak sesama polisi, polisi menembak ibu kandung, polisi menembak anak SMK, hingga kasus intimidasi lainnya.

Kami menantang, adakah yang berani menyuarakan reformasi Polri dengan lantang? Adakah yang berani mengajak dan menyerukan pencopotan Listyo Sigit sebagai Kapolri? Karena menurut kami, masalah-masalah tersebut adalah isu yang jauh lebih mendesak untuk disuarakan. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: harun masikukasus harun masikuOpini


Related Posts

sppg
HEADLINE

SPPG di Kampus: Menyatukan Ilmu dan Pengabdian

30 April 2026
protein dalam makanan
HEADLINE

Protein dalam Makanan

30 April 2026
pongah
HEADLINE

Pongah dan Ilusi Ketinggian Diri

28 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.