CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Anggaran Pembangunan Masjid Raya Al Jabbar Disorot Publik

Uby
5 Februari 2025
Masjid Raya Al Jabbar

Masjid Raya Al Jabbar. (foto: uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Sumber anggaran pembangunan Masjid Raya Al Jabbar di Kota Bandung kini menjadi sorotan publik.

Hal ini mencuat setelah Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, secara terbuka mengungkap seluruh anggaran dan utang yang harus diselesaikan selama masa kepemimpinannya ke depan.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, telah menyerahkan sepenuhnya kebijakan pelunasan utang tersebut kepada Dedi Mulyadi.

Dalam potongan video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memiliki utang sebesar Rp3,4 triliun kepada pemerintah pusat.

Baca juga:   Viral! Tumpukan Sampah Menggunung Hingga Tutup Jalan di Kota Bandung

Utang tersebut berasal dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digulirkan saat pandemi COVID-19.

Dari total utang tersebut, sekitar Rp207 miliar digunakan khusus untuk pembangunan Masjid Raya Al Jabbar.

Awalnya, alokasi anggaran untuk pembangunan masjid megah yang berdiri di atas lahan seluas 25,99 hektare ini direncanakan sebesar Rp360 miliar.

Namun, akibat pandemi COVID-19, terjadi pemangkasan anggaran hingga menyisakan sekitar Rp31,5 miliar.

Baca juga:   PAS TV : Polisi Amankan 13 Pelajar Perusak Pagar SMAN 10 Bandung

Meski begitu, berdasarkan hasil akhir pembangunan, total anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp1,2 triliun, jauh melebihi rencana awal.

Menanggapi hal tersebut, Pj Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin menyebutkan bahwa sebagian anggaran pembangunan Masjid Raya Al Jabbar memang berasal dari pinjaman PEN saat masa pandemi.

“Pinjaman PEN ini memang tanpa bunga, tetapi pemerintah provinsi tetap berkewajiban melunasi sisa utang tersebut,” ujar Bey.

Baca juga:   Jepang Tersingkir Lewat Drama Adu Penalti

Diketahui, langkah Dedi Mulyadi mengungkap secara terbuka seluruh anggaran dan utang tersebut mendapat beragam respons dari masyarakat.

Transparansi ini dinilai sebagai langkah positif untuk memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran publik, terutama untuk proyek berskala besar seperti Masjid Raya Al Jabbar.

Kini, publik menantikan langkah lanjutan dari Dedi Mulyadi terkait kebijakan pelunasan utang tersebut serta upaya optimalisasi pengelolaan keuangan daerah di masa pemerintahannya. (uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: pembangunan Masjid Raya Al Jabbar


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.