CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 11 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Dedi Mulyadi Bentuk Satgas Khusus Berantas Premanisme

Uby
29 April 2025
premanisme

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi ultimatum yang disampaikan organisasi masyarakat GRIB terkait penanganan premanisme di wilayahnya. (foto: uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi ultimatum yang disampaikan organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) terkait penanganan premanisme di wilayahnya.

Dedi menegaskan, pemerintah tidak boleh tunduk pada tekanan dari pihak manapun yang mencoba mengganggu ketertiban. Khususnya yang berpotensi merusak iklim investasi di Jawa Barat.

Menurutnya, tindakan tegas terhadap premanisme adalah bagian dari upaya melindungi para investor dan pelaku usaha. Agar merasa aman dalam menjalankan aktivitas bisnis mereka di Jawa Barat.

Baca juga:   Dedi Mulyadi Salurkan Bantuan Banjir Ciamis Rp5 Juta per KK

“Jangan sampai karena ulah segelintir orang yang mengaku ormas atau preman, para investor jadi takut menanamkan modalnya di sini. Ini akan sangat merugikan masyarakat luas,” ujar Dedi usai menghadiri rapat koordinasi di Gedung Sate, Bandung, Senin (28/4/2025).

Ia menambahkan bahwa kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Termasuk mereka yang menggantungkan hidupnya pada sektor industri dan perusahaan-perusahaan yang kini tengah berkembang di berbagai daerah.

Baca juga:   Ridwan Kamil: Jabar Siap Ngabret Bersama Pemerintah Pusat

“Kalau pabrik dan usaha ditutup karena intimidasi atau pungli, siapa yang dirugikan? Rakyat kita sendiri,” tegasnya.

Dedi juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgas) untuk memberantas aksi premanisme yang menyasar perusahaan-perusahaan di Jawa Barat.

Satgas tersebut terdiri dari aparat kepolisian, Satpol PP, dan unsur TNI yang siap bertindak cepat ketika menerima laporan adanya gangguan keamanan oleh oknum ormas atau preman.

Baca juga:   Robert Alberts Bicara Kans Lawan Arema Tanpa Penonton

“Saya tidak gentar dengan ancaman dari siapa pun. Saya bekerja untuk masyarakat, bukan untuk kepentingan kelompok,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata Dedi, akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum guna memastikan setiap tindakan melanggar hukum ditindak secara profesional dan adil. Demi menciptakan lingkungan usaha yang kondusif dan aman. (uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Dedi MulyadiGerakan Rakyat Indonesia Bersatugubernur jawa baratpremanisme


Related Posts

Sekolah Maung
HEADLINE

19 Sekolah di Jawa Barat Resmi Jadi Sekolah Maung 2026, Diterapkan di Tahun Ajaran Baru

7 Mei 2026
kecelakaan kereta bekasi timur
HEADLINE

Dedi Mulyadi Tanggung Biaya Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

28 April 2026
Gaji Guru Honorer
HEADLINE

Gaji Guru Honorer Tertahan di Jabar, 3.823 Tenaga Pendidikan Belum Dibayar

25 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.