CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASPENDIDIKAN

Penerapan Nilai-Nilai Islami Sebagai Pondasi dalam Membangun Karakter Anak

Tiwi Kasavela
8 Mei 2025
Penerapan Nilai-Nilai Islami Sebagai Pondasi dalam Membangun Karakter Anak

Ilustrasi (Foto : behaestex)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Karakter menjadi isu yang ramai dibicarakan pada akhir-akhir ini, hal ini berkaitan dengan fenomena yang terjadi ditengah masyarakat yaitu terjadinya degradasi moral banyak contoh kasus yang terjadi dimulai dari banyak kriminalitas ditengah masyarakat bahkan sudah menyentuh pada remaja usia sekolah seperti pergaulan bebas, narkoba, pembunuhan dan kasus-kasus lainnya.

Hal ini menjadi bukti dan gambaran bahwa telah terjadi krisis karakter dan jati diri pada bangsa indonesia. Padahal Seorang anak dilahirkan diibaratkan seperti kertas kosong, tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman bawaan yang membentuk menjadi suatu karakter.

Untuk membentuk karakter yang baik maka seorang anak harus dibekali pengetahuan dan pengalaman terkhusus diajarkan bagaimana bertingkah laku sesuai dengan agama dan norma yang berlaku.

Pendidikan keluarga merupakan salah satu solusi untuk fondasi kedepan, keluarga sebagai institusi pendidikan non formal yang setiap orang berada pada institusi tersebut kemudian berkembang dan berubah sesuai dengan corak keluarga tersebut.

Lingkungan keluarga mejadi lingkungan yang pertama bagi seseorang, semestinya dalam keluarga inilah manusia pertama kali diberikan bimbingan dan pendidikan sehingga pengalaman yang diperoleh memberikan pengaruh pada perkembangan anak dalam proses pendidikan selanjutnya. Maka pendidikan keluarga memiliki peranan yang sangat penting bagi seseorang.

Hal ini selaras dengan kajian literatur yang diungkapkan oleh Jailani (2014) Ayah dan ibu dalam keluarga bertindak sebagai pendidik pertama dalam proses perkembangan kehidupan anak.

Peran orang tua tidak hanya terbatas pada menjaga silaturahmi dan mencapai tujuan-tujuan keluarga seperti reproduksi, keturunan, dan kasih sayang. Sebaliknya, peran utama keluarga adalah menciptakan struktur dan atmosfer dalam pendidikan keluarga, yang pada gilirannya akan menghasilkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia, memberikan landasan yang kuat bagi anak-anak dalam perjalanan kehidupan mereka.

Temuan ini didukung oleh berbagai teori yang menekankan pentingnya pendidikan keluarga sebagai fondasi awal dalam pendidikan anak-anak.

Agama Islam Sarat dengan Nilai dan Konsep Pendidikan

Agama islam sebagai agama mayoritas di Indonesia, agama islam sarat dengan nilai-nilai dan konsep pendidikan, nilai-nilai islami bisa dijadikan menjadi pilar utama sebagai sistem pendidikan karakter dalam membentuk insan yang memiliki keimanan, keilmuan, dan akhlakul karimah yang senantiasa akan menjaga kehormatan dirinya dan keluarga bahkan ketentraman bagi masyarakat dan negaranya.

Al-Quran merupakan sumber utama nilai-nilai dalam dunia pendidikan islam, Al-Quran memberikan pedoman dalam mendidik seorang anak yang ideal. Dalam Al-Quran hal tersebut dicontohkan melalui kisah dari seorang laki-laki yang shaleh bernama lengkap Luqman Ibn Anqa bin Sadun mendidik anaknya yang bernama Tsaran, kisah ini dicantumkan dalam Al-Quran surat Luqman.

Baca juga:   Mahasiswa Demo di depan Gedung DPRD Jabar Kritik Mahkamah Konstitusi

Pada ayat 12, “Sungguh, Kami benar-benar telah memberikan hikmah kepada Luqman, yaitu, “Bersyukurlah kepada Allah! Siapa yang bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Siapa yang kufur (tidak bersyukur), sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.”

Pada ayat ini Luqman sebagai harus memiliki salah satu syarat yaitu rasa syukur kepada Allah atas semua yang dimilikinya, adapun bentuk daripada rasa syukur yaitu menjadikan apa yang dimilikinya sbeagai pemicu untuk senantiasa meningkatkan kualitas hidup, ibadah, beramal baik. Betapa maha besar allah atas segala ikmat dan karunianya kepada mahluknya yang hidup di muka bumi ini.

Rasa syukur inipun harus ditanamkan kepada anak sebagai peserta didik dengan cara selalu dibiasakan pada anak-anak dalam beraktifitas sehari-hari agar selalu berterimakasih kepada kebaikan semua orang terkhusus kebaikan yang diberikan oleh Allah SWT.
Pada ayat 13, Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya,

“Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar.”

Pada ayat tersebut digambarkan salah satu wasiat Luqman kepada anaknya Tsaran agar tidak mempersekutukan Allah, dalam hal ini Luqman memberikan pendidikan aqidah sebagai landasan pertama pembentukan karakter anak, melalui pendidikan tauhid ini anak akan memiliki pegangan supaya tidak keluar arah dalam segala situasi dan kondisi, sebab mereka yakin sepenuhnya bahwa segala sesuatu pada kehidupan ini datangnya dari yang maha kuasa dan akan kembali kepadanya.

Pada ayat 14, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” .

Menurut Suryani (2012) ayat 14 ini memuat materi berbuat baik kepada kedua orangtua melalui anjuran untuk menghayati penderitaan dan susah payah ibunya selama mengandung. Metode ini merupakan cara memberi pengaruh dengan menggugah emosional perserta didik, sehingga berdampak kuat terhadap perubahan sikap dan perilaku sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Kematangan dalam aspek emosi atau mental merupakan konsekuensi dari perkembangan pada tatanan psikologis. Emosi merupakan kekuatan pengetahuan dan perasaan dalam jiwa manusia, setiap hal yang berhubungan dengan perasaan adalah hakikat yang diketahui melalui emosi hal ini merupakan fitrah bagi manusia yang dibawanya sejak lahir.

Baca juga:   Membangun Generasi Berkarakter : Inovasi Dalam Revitalisasi Moral Remaja Islam

Dalam konteks surat luqman ayat 14 ini Allah SWT menghendaki agar seorang anak senantiasa berbakti kepada kedua orangtua mereka dan bersifat lemah lembut kepada keduanya.
Pada ayat 17, Wahai anakku, tegakkanlah salat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar serta bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (harus) diutamakan.

Ada 4 point sebagai modal hidup yang diberikan Luqman kepada anaknya, pertama pendidikan berupa shalat, yaitu bentuk ibadah ritual wajib yang meski dilakukan oleh seorang muslim dengan cara dan waktu yang sudah ditentukan, kedua menyuruh berbuat baik yang merupakan kewajiban setiap muslim dalam bentuk hubungan sesama manusia agar masyarakat tetap harmonis dan merujuk kepada nilai-nilai kebenaran, ketiga mencegah kemungkaran merupakan salah satu hal yang perlu diutamakan oleh seorang muslim agar mencegah segala tindakan-tindakan yang dianggap buruk, melanggar ajaran agama bahkan bisa merusak tatanan sosial di dalam masyarakat.

Keempat Luqman mengajarkan anaknya agar senantiasa bersabar atas segala musibah yang terjadi dan menimpa pada dirinya.

Pada ayat 18 dan 19, “Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. Dan sederhanakanlah dalam berjalan1 dan lunakkanlah suaramu, Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

Dalam kedua ayat tersebut menunjukan dan mengajarkan etika berinteraksi degan lingkungan masyarakat yang lebih luas. Sopan dan rendah hati dipandang sebagai materi pendidikan yang begitu penting sebagai bekal bagi anak agar dapat bersosialisasi dengan baik.

Dari ayat-ayat diatas dapat dipahami bahwasanya mendidik anak agar baik dan benar termasuk dalam hal budi pekerti yang luhur merupakan tanggung jawab yang berada pada pundak ayah dan ibu dan disisi lain anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan benar tersebut, kemudian memasukan nilai-nilai agama sangat penting untuk menigkatkan kesadaran spiritual, menjadikan anak mendapatkan pengetahuan tentang cara melakukan ibadah dengan baik dan benar sehingga membantu mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat keimanan, berikutnya dididik agar berprilaku baik terhadap sesama, membantu orang lain, menunjukan empati dan kepedulian sosial, nilai-nilai keislaman mendorong hubungan sosial yang baik.

Baca juga:   Begini Tahapan Sistem Seleksi Masuk PTN 2023

Maka hal ini sangat penting sebagai pondasi untuk anak agar tetap berada pada jalan kebaikan dan tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama, dengan demikian anak akan memiliki karakter yang diharapkan oleh seluruh orangtua yaitu karakter mulia sesuai dengan tuntunan Al-Quran.

Pentingnya Peran Orangtua

Selain menanamkan nilai-nilai agama dalam pendidikannya, pentingnya orangtua secara konsisten dan berkesinambungan mengawasi juga membiasakan anaknya untuk senantiasa berprilaku baik agar pembiasaan tersebut menjadi sebuah karakter yang kuat dan melekat pada seorang anak sehingga tujuan untuk membangun karakter anak akan lebih efektif dibanding hanya menanamkan pengetahuannya saja.

Pada realitanya hal ini yang menjadi masalah banyak orangtua yang mengabaikan anaknya dengan berbagai alasan seperti kesibukan, padahal orangtua telah membayar mahal untuk pendidikan anaknya namun hasilnya kurang baik karena anak tidak diawasi sebagaimana mestinya.

Maka pemberian pemahaman harus dibarengi dengan pengawasan dan pembiasaan secara berkesinambungan dengan begitu upaya untuk membangun karakter anak akan lebih maksimal.

Pendidikan karakter anak sangat penting dalam menghadapi krisis moral yang terjadi di masyarakat. Keluarga sebagai lembaga pendidikan nonformal pertama memiliki peran krusial dalam membentuk karakter anak. Dalam konteks Islam, nilai-nilai Islami yang bersumber dari Al-Qur’an, khususnya kisah Luqman, memberikan pedoman mendalam tentang pendidikan anak, seperti menanamkan tauhid, rasa syukur, kebaikan kepada orang tua, etika sosial, serta pentingnya ibadah dan kesabaran.

Nilai-nilai ini tidak hanya menumbuhkan pengetahuan, tetapi juga membentuk kepribadian anak secara menyeluruh. Selain itu, keberhasilan pendidikan karakter sangat bergantung pada konsistensi pengawasan dan pembiasaan oleh orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kolaborasi antara penanaman nilai, pengawasan, dan keteladanan sangat penting agar anak tumbuh dengan karakter mulia sesuai ajaran Islam.

*Ditulis oleh Lukman Nur Hakim mahasiswa UIN Syiber Syekh Nurjati Cirebon

Referensi :

Cut Suryani. (2012). Konsep Pendidikan Keluarga dalam Surat Luqman Ayat 12-19. Jurnal Ilmiah
Didaktika, 5(1), 112–129.

Dahirin, & Rusmin. (2024). Integrasi Nilai-Nilai Keislaman Pada Peserta Didik Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Dirasah, 7(2), 762–771. http://dx.doi.org/10.55403/hikmah.v13i1.718

Jamil, S. (2020). Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Generasi Muda. Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 1(2), 221–226. https://doi.org/10.23969/wistara.v1i2.11236

Jailani, M. S. (2014). Teori Pendidikan Keluarga dan Tanggung Jawab Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia

Dini. Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 245–260

(*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Tiwi Kasavela
Tags: essaymahasiswaNilai-Nilai Islamipendidikan


Related Posts

Penghargaan Paguyuban Pasundan
HEADLINE

Paguyuban Pasundan Raih Penghargaan dari HU Pikiran Rakyat di HUT ke-60

25 April 2026
peradilan militer
HEADLINE

Bayu Aji Widodo Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Unpas, Soroti Independensi Peradilan Militer

21 April 2026
Menembus Batas, Menemukan Diri: Kisah Rike dari Bandung ke Amerika
PASKREATIF

Menembus Batas, Menemukan Diri: Kisah Rike dari Bandung ke Amerika

9 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.