CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 11 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

ESA Ciptakan Gerhana Matahari Buatan Lewat Misi Proba-3 di Orbit

Hanna Hanifah
12 Juni 2025
gerhana matahari

ilustrasi. (foto: istockphoto)

Share on FacebookShare on Twitter

WWW.PASJABAR.COM – Gerhana Matahari total kini tak lagi menjadi fenomena langka yang harus dinanti puluhan tahun.

Badan Antariksa Eropa (ESA) berhasil menciptakan teknologi. Yang memungkinkan manusia menyaksikan “gerhana buatan” secara berkala melalui misi luar angkasa Proba-3.

Lewat inovasi ini, ESA menciptakan kondisi seperti gerhana total untuk mempelajari korona Matahari—bagian luar atmosfer Matahari yang sangat panas dan penting. Namun sulit diamati karena tertutup cahaya silau Matahari.

Korona merupakan sumber angin Matahari dan lontaran massa korona (CME) yang bisa mengganggu satelit, komunikasi, hingga sistem kelistrikan di Bumi.

Cara Kerja Gerhana Buatan

Misi Proba-3 terdiri dari dua satelit: Occulter yang berfungsi sebagai perisai untuk menutupi cahaya Matahari, dan Coronagraph yang menangkap citra korona.

Baca juga:   Penghargaan 30 Tahun Pengabdian dan Prestasi Mahasiswa Unpas 2025

Keduanya akan mengorbit Bumi dalam formasi sejauh 150 meter dengan presisi tingkat milimeter.

Setiap 19 jam 36 menit, saat mencapai puncak orbit elips sejauh 60.527 km dari Bumi, keduanya menciptakan gerhana buatan yang bisa berlangsung hingga enam jam—jauh lebih lama dari gerhana alami.

“Gerhana buatan ini memungkinkan kita mengamati korona secara presisi dan berkala. Kedua satelit akan bertindak seolah-olah mereka adalah satu instrumen optik raksasa sepanjang 150 meter,” kata Dietmar Pilz, Direktur Teknologi, Teknik, dan Kualitas ESA, dikutip dari Newsweek, Rabu (11/6/2025).

Teknologi Tingkat Tinggi di Orbit

Untuk mencapai presisi tersebut, ESA menggabungkan teknologi mutakhir. Seperti navigasi GPS antariksa, kamera optik dengan LED penanda, tautan radio presisi, dan pemantulan laser antar-satelit.

Baca juga:   BMKG: Gerhana Matahari Cincin Tak Berdampak di Indonesia

Ini menjadikan Proba-3 sebagai bukti konsep penerbangan formasi yang presisi dan awal dari era baru observatorium ruang angkasa.

Dengan minimnya gangguan atmosfer dan medan magnet Bumi di titik orbit tersebut, pengamatan korona bisa dilakukan lebih jernih dan lama. Dibandingkan pengamatan gerhana dari Bumi yang dibatasi difraksi cahaya pada teleskop biasa.

Langkah Revolusioner bagi Sains dan Teknologi

Proba-3 diluncurkan dari India pada September 2023, dan kini sedang menjalani pengujian pra-penerbangan di Belgia. Misi ini dirancang untuk beroperasi selama dua tahun atau lebih, tergantung cadangan bahan bakar untuk manuver formasi.

Jika berhasil, teknologi Proba-3 tak hanya membantu memahami iklim antariksa dan mitigasi risiko badai Matahari. Tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan teleskop luar angkasa raksasa dan perbaikan satelit secara real-time di orbit.

Baca juga:   Lukisan Api di Langit Siang: Fenomena Gerhana Matahari Cincin Kembali Menyapa Bumi

Belajar dari Sejarah Gerhana di Indonesia

Gerhana Matahari total terakhir yang sempat menarik perhatian dunia terjadi pada 8 April 2024 di Amerika Utara.

Peristiwa serupa baru akan terjadi lagi di akhir 2026 dan 2044. Di Indonesia, gerhana total pada 11 Juni 1983 masih lekat dalam ingatan sebagai peristiwa bersejarah.

Saat itu, pemerintah meminta warga tetap di rumah karena khawatir dampak kesehatan dari menatap gerhana langsung. Jalanan sepi, aktivitas nyaris terhenti.

Kini, dengan teknologi seperti Proba-3, manusia tak lagi sekadar menanti alam, melainkan menciptakan kondisi langit sesuai kebutuhan riset. Sebuah tonggak baru dalam eksplorasi antariksa. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Badan Antariksa EropaESAgerhana mataharigerhana matahari buatanmisi luar angkasa Proba-3Proba-3


Related Posts

Misi ke Bulan
PASDUNIA

Foto Spektakuler Artemis II: Gerhana Matahari dari Balik Bulan Bikin Dunia Takjub

10 April 2026
Gerhana Matahari Cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026. (freepik.com)
HEADLINE

Lukisan Api di Langit Siang: Fenomena Gerhana Matahari Cincin Kembali Menyapa Bumi

3 Februari 2026
Merkurius Ternyata Punya Lapisan Berlian, Ini Penjelasan Ilmiahnya
HEADLINE

Merkurius Ternyata Punya Lapisan Berlian, Ini Penjelasan Ilmiahnya

24 April 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.