www.pasjabar.com — Thailand berhasil kunci posisi ketiga di ajang Piala AFF U23 2025 setelah menaklukkan Filipina dengan skor meyakinkan 3-1. Laga berlangsung seru di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin, 28 Juli 2025.
Gol Phanthamit Praphanth Buka Keunggulan Thailand
Pertandingan berjalan cukup ketat di awal babak pertama. Namun, Thailand tampil lebih efektif dalam menyelesaikan peluang. Gol pertama datang di menit ke-29 melalui sepakan kaki kiri Phanthamit Praphanth, memanfaatkan umpan manis dari Sittha Boonlha.
Thailand hampir menggandakan skor di menit ke-36 lewat aksi Siraphop Wandee, namun tembakannya berhasil dimentahkan oleh kiper Filipina, Nicholas Guimaraes. Meskipun Filipina unggul tipis dalam penguasaan bola (51 persen), mereka kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Dominasi Thailand di Babak Kedua
Thailand tampil lebih agresif di babak kedua. Beberapa peluang tercipta, termasuk dari Pattarapon Suksakit di menit ke-56 yang menguji refleks Guimaraes.
Tekanan berbuah hasil di menit ke-74. Blunder dari lini belakang Filipina dimanfaatkan dengan baik oleh Siraphop Wandee yang melepaskan tembakan terarah ke pojok kanan bawah. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Thailand.
Filipina Sempat Bangkit Lewat Gol Sundulan
Tertinggal dua gol tak membuat Filipina menyerah. Hanya lima menit berselang, mereka mampu memperkecil ketertinggalan lewat sundulan Otu Bisong Banatao setelah menerima umpan silang dari Gavin Muens.
Filipina bahkan hampir menyamakan skor di menit ke-81 lewat sundulan Theo Libarnes, namun kiper Thailand tampil sigap mengamankan gawang.
Gol Seksan Ratree Kunci Kemenangan Thailand
Serangan balik cepat di menit ke-86 menjadi penentu kemenangan Thailand. Seksan Ratree, pemain pengganti, mencetak gol ketiga lewat sepakan akurat yang tak bisa dibendung Guimaraes. Gol ini sekaligus memastikan kemenangan Gajah Perang Muda dengan skor akhir 3-1.
Thailand Amankan Medali Perunggu di AFF U23 2025
Kemenangan ini memastikan Thailand meraih medali perunggu dalam turnamen Piala AFF U23 2025. Mereka menutup turnamen dengan catatan positif dan menunjukkan potensi generasi muda yang menjanjikan.
Sementara itu, Filipina harus puas finis di posisi keempat, namun performa mereka sepanjang turnamen tetap menuai apresiasi, terutama karena berhasil mencapai semifinal.







