CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Bikin Syok! Masalah Dibalik Penutupan Bandung Zoo

pri
11 Agustus 2025
Bandung Zoo Ditutup

Sejumlah wisatawan mengaku kecewa lantaran objek wisata Bandung Zoo di Jalan Taman Sari, Kota Bandung, masih ditutup pada Sabtu (9/8/2025) siang. (foto: uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, www.pasjabar.com — Hampir sepekan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) terpaksa menutup pintunya bagi pengunjung, sebuah keputusan yang berakar dari sengketa internal yang tak berkesudahan. Penutupan ini bukan hanya menghentikan aliran pendapatan utama, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran besar terhadap keberlangsungan operasional, terutama terkait nasib 700 ekor satwa dan puluhan karyawan yang bergantung pada tempat ini.

Di tengah ketidakpastian yang membayangi, pihak pengelola berjuang keras untuk memastikan satwa tetap terurus, meski dihadapkan pada krisis finansial yang semakin menekan.

Perjuangan Tanpa Pemasukan: Jaminan Pakan Satwa dan Gaji Karyawan

Penutupan operasional secara total ini berarti terputusnya sumber pendapatan utama Kebun Binatang Bandung. Pemasukan yang biasanya didapat dari penjualan tiket pengunjung, sewa tenant, dan acara khusus kini nol.

Baca juga:   Kebakaran di Cimareme: Dua Gudang dan Satu Bengkel Ludes Terbakar

Humas Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT), Sulhan Safi’i, menjelaskan bahwa meskipun situasi ini sulit, sekitar 50 keeper (perawat satwa) tetap bekerja setiap hari.

Mereka bertanggung jawab penuh untuk memberi makan, membersihkan kandang, dan menjaga fasilitas agar satwa-satwa tetap sehat.

Saat ini, biaya pakan masih ditanggung oleh Yayasan Bisma Bratakusuma, namun Sulhan mengakui bahwa situasi ini tidak bisa bertahan lama.

“Kalau lama-lama (ditutup) juga repot… ngasih makan tanpa pemasukan,” ujarnya, menggambarkan betapa beratnya beban finansial yang kini dipikul yayasan.

Biaya Operasional Fantastis dan Dampak Penutupan Jangka Panjang

Kuasa hukum pengelola YMT, Jutek Bongso (kiri). (pasjabar)
Kuasa hukum pengelola YMT, Jutek Bongso (kiri). (pasjabar)

Masalah yang dihadapi Kebun Binatang Bandung jauh lebih besar dari sekadar kehilangan pendapatan harian. Kuasa hukum pengelola YMT, Jutek Bongso, mengungkapkan angka yang mencengangkan terkait biaya operasional.

Baca juga:   Panas! Barcelona Copot Ban Kapten Ter Stegen

Rata-rata biaya pakan satwa saja bisa mencapai Rp400 juta per bulan. Angka ini belum termasuk gaji puluhan karyawan, biaya listrik, air, dan pemeliharaan rutin.

Dengan penutupan yang terus berlanjut, cadangan keuangan yayasan perlahan terkuras habis. Kekhawatiran Jutek bukan tanpa alasan.

Jika krisis finansial ini tidak segera ditangani, bukan hanya satwa yang akan menderita, tetapi juga karyawan yang menggantungkan hidup pada pekerjaan mereka.

Penutupan ini juga memaksa YMT untuk mengembalikan uang tiket daring kepada ratusan calon pengunjung, menambah beban finansial yang ada.

Usulan Solusi: Kembali ke Akta Lama Sambil Menunggu Putusan

Di tengah kemelut ini, Jutek Bongso menawarkan solusi yang dinilai paling realistis untuk mengatasi krisis finansial.

Baca juga:   BMKG: Hujan Diprediksi Berlangsung November 2024-Februari 2025

Ia mengusulkan agar operasional kebun binatang dikembalikan sementara kepada yayasan berdasarkan akta tahun 2024.

Menurutnya, akta ini telah digunakan selama 29 tahun tanpa masalah, dan sengketa internal seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum tanpa campur tangan pihak luar.

“Tolong dipikirkan karena pakan satwa ini kan memerlukan biaya, memerlukan cost yang besar,” tegas Jutek.

Dengan mengusulkan solusi ini, pihak pengelola lama berharap ada titik terang agar kebun binatang dapat kembali beroperasi normal, menyelamatkan satwa dari ancaman kekurangan pakan dan memastikan para pekerja tetap mendapatkan hak mereka.

Nasib satwa dan karyawan di Kebun Binatang Bandung kini sepenuhnya bergantung pada penyelesaian sengketa internal yang mendesak ini.

Print Friendly, PDF & Email
Editor: pri
Tags: bandung zooberita Bandungbiaya pakanbisnis pariwisatadampak penutupangaji karyawanhewan kebun binatangkebun binatang bandungKonflik Internalkonflik YMTkrisis finansialnasib karyawanpengelola kebun binatangpenutupan kebun binatangperawatan satwaSatwa Terancamsengketa lahansituasi daruratsolusi konflikYayasan Margasatwa TamansariYMT


Related Posts

Pemkot Bandung mempertimbangkan perpanjangan waktu seleksi pengelola Kebun Binatang Bandung karena minimnya peminat akibat persyaratan ketat. (Eci/pasjabar)
HEADLINE

Pendaftaran Segera Ditutup, Pemkot Bandung Pertimbangkan Perpanjangan Seleksi Pengelola Kebun Binatang

4 Mei 2026
Ratusan massa padati Gedung Merdeka Bandung dalam aksi damai bela Palestina. Massa menuntut penolakan normalisasi dengan Israel dan kemerdekaan penuh Palestina. (Eci/pasjabar)
HEADLINE

Gema Perlawanan dari Gedung Merdeka: Ratusan Massa di Bandung Tolak Normalisasi dengan Israel

17 April 2026
SDN Bunisari Ngamprah
HEADLINE

Sengketa Lahan SDN Bunisari Ngamprah Ganggu Kegiatan Belajar Siswa

13 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.