Cimahi, www,pasjabar.com — Sebuah rumah permanen dua lantai di Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, ludes dilalap api pada Selasa (15/8/2025) malam. Kebakaran tersebut membuat warga sekitar panik lantaran lokasi berada di kawasan padat penduduk. Titik api pertama kali terlihat di bagian lantai atas rumah sebelum dengan cepat merembet ke seluruh bangunan.
Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun karena kobaran semakin membesar, mereka akhirnya menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran yang segera diterjunkan ke lokasi. Empat unit armada dikerahkan untuk menjinakkan api dan mencegahnya menjalar ke rumah-rumah lain.
Diduga Dibakar oleh Anak Pemilik Rumah
Dari keterangan sejumlah saksi, kebakaran ini diduga disengaja oleh anak dari pemilik rumah. Salah seorang warga, Virna, mengaku melihat terduga pelaku bertindak agresif dan mengamuk sesaat sebelum api muncul. Tak lama kemudian, kobaran api membesar dan melumat seluruh bagian rumah.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Setiamanah, Aipda Dadang, membenarkan bahwa pelaku sudah diamankan oleh pihak kepolisian. Dari hasil pemeriksaan sementara, terduga pelaku mengaku membakar rumah orang tuanya dalam kondisi emosional serta di bawah pengaruh minuman keras.
Polisi Dalami Motif dan Kondisi Kejiwaan Pelaku
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik aksi nekat tersebut. Menurut keterangan awal, pelaku disebut mengalami stres sehingga tindakannya di luar kendali. Polisi juga berencana memeriksa kondisi kejiwaan pelaku untuk memastikan langkah hukum yang akan ditempuh.
“Pelaku sudah kita amankan. Dari pengakuannya, dia membakar rumah orang tuanya saat dalam keadaan emosi dan dipengaruhi alkohol. Penyidikan masih berjalan untuk mengetahui motif sebenarnya,” ujar Aipda Dadang.
Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Capai Ratusan Juta
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Api berhasil dipadamkan setelah beberapa jam upaya tim pemadam kebakaran. Meski begitu, rumah dua lantai tersebut habis terbakar dan kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kebakaran ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya di sekitar lingkungan, termasuk faktor internal keluarga. Aparat setempat mengimbau warga untuk segera melaporkan ke pihak berwenang jika menemukan anggota keluarga yang mengalami masalah kejiwaan atau bertindak membahayakan.







