www.pasjabar.com — Kabar mengejutkan datang dari Korea Selatan. Shin Tae-yong resmi dipecat oleh Ulsan Hyundai hanya 65 hari setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala. Keputusan mendadak ini diumumkan pada Kamis (9/10), setelah manajemen klub menilai performa tim tidak kunjung membaik dan kini berada di ambang zona degradasi K League 1.
Pelatih asal Korea Selatan itu mengaku tak punya pilihan selain menghormati keputusan klub. “Meski tiba-tiba, saya tidak punya pilihan selain mengikuti keputusan klub. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin di tengah banyak kesulitan,” ujar Shin seperti dikutip dari Chosun.
Shin menambahkan, ia telah berupaya keras memperbaiki kondisi tim yang sudah terpuruk sejak awal musim. Namun, perubahan yang diharapkan tidak berjalan sesuai rencana.
Perjalanan Singkat dan Berat
Shin Tae-yong resmi dikontrak Ulsan pada 6 Agustus 2025, hanya sebulan setelah dirinya berpisah dengan Timnas Indonesia pada awal tahun. Ia menggantikan posisi Kim Pan-gon, eks pelatih Malaysia yang lebih dulu dipecat pada 3 Agustus.
Awalnya, kiprah Shin di Ulsan berjalan cukup menjanjikan. Ia membuka debutnya dengan kemenangan meyakinkan. Namun setelah itu, Ulsan tak pernah menang dalam tujuh laga beruntun — tiga kali imbang dan empat kali kalah.
Dari total 10 pertandingan yang dipimpinnya sebelum jeda internasional, Shin hanya mampu mempersembahkan dua kemenangan. Catatan tersebut membuat manajemen kehilangan kesabaran dan memutus kontraknya lebih cepat dari yang diperkirakan.
Ulsan Kini Diambil Alih Noh Sang-rae
Pasca pemecatan Shin Tae-yong, manajemen Ulsan Hyundai menunjuk Noh Sang-rae sebagai pelatih sementara. Ia merupakan sosok berpengalaman di Liga Korea yang diharapkan mampu menstabilkan tim setidaknya hingga akhir musim.
Situasi ini menandai akhir yang kurang manis bagi Shin Tae-yong setelah masa suksesnya bersama Timnas Indonesia. Dalam dua tahun terakhir, ia dikenal sebagai pelatih yang membawa Garuda menembus Piala Asia 2023 dan Piala Asia U-23 2024.
Namun, perjalanannya di level klub Korea Selatan justru berakhir cepat — hanya 65 hari di kursi pelatih.
Kini, masa depan Shin Tae-yong kembali jadi tanda tanya. Apakah ia akan kembali ke dunia internasional, atau memilih rehat dari sepak bola untuk sementara waktu?







