CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASKREATIF

Fenomena UFO dan Rasa Ingin Tahu Manusia: Antara Langit, Logika, dan Imajinasi

Tiwi Kasavela
22 Oktober 2025
Fenomena UFO dan Rasa Ingin Tahu Manusia: Antara Langit, Logika, dan Imajinasi

Ist

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM— Percakapan tentang makhluk luar angkasa selalu mengundang rasa penasaran. Dalam edisi Buku Kehidupan #6 KamSara bertajuk “UFO sebagai Bagian dari Fenomenologi: Apakah Anda Pernah Diculik Alien?” yang digelar Kamis, (16/10/2025) dua narasumber, M. Reza Wardhana dan Aip (Nebulakidz), mencoba menjelajahi misteri itu lewat sudut pandang ilmiah dan eksistensial. Acara ini dipandu oleh Nadya Gadzali.

Percakapan berawal dari hal sederhana: rasa ingin tahu manusia terhadap sesuatu yang sering dianggap mustahil. Namun bagaimana jika “pengalaman aneh di langit” itu nyata bagi sebagian orang?

Bagi Reza, ketertarikan pada UFO bermula dari kesehariannya sebagai pekerja malam. Sambil bekerja sebagai virtual assistant, ia sering menelusuri laporan-laporan penampakan UFO dan bahkan rutin melakukan “sidak langit” ketika ada indikasi kemunculan benda asing.

Baca juga:   Pastv : Pesantren Kilat SMK Pasundan 1 Bandung

Sementara itu, Aip (Nebulakidz) mengenang pengalamannya di masa kecil. Ia pernah menyaksikan sesuatu yang tak bisa dijelaskan dengan logika. Dari sanalah rasa ingin tahunya tumbuh, mendorongnya menekuni dunia astronomi dan fenomena UFO. “Terjun di dunia astronomi dan UFO itu seperti tersesat dengan indah,” ujarnya.

Bagi Reza, menulis adalah cara menyeimbangkan antara imajinasi dan logika. Melalui tulisan, ia belajar memahami pola, keterhubungan peristiwa, serta cara berpikir yang membantunya menelaah fenomena UFO dari perspektif fenomenologis—yakni melihat makna dari pengalaman subjektif manusia.

Baca juga:   Sharing Bareng Valda Mahasiswi FH Unpas Peraih IPK 4

Namun, mempelajari UFO bukan tanpa tantangan. Reza mengakui, pandangan negatif sering muncul dari mereka yang skeptis. “Yang penting adalah pengalaman itu nyata bagi seseorang,” katanya. “Itu bukan soal pembuktian cepat, tapi soal memahami pengalaman manusia.”

Aip menambahkan, rasa penasaran terhadap hal-hal tak terjelaskan justru menunjukkan kodrat manusia yang selalu ingin tahu.

“Dorongan kognitif itu tertanam dalam diri kita. Itulah yang membuat manusia terus bertahan dan berkembang,” ujarnya.

Istilah “UFO” sendiri kini mulai bergeser menjadi UAP (Unidentified Aerial Phenomena)—sebuah tanda bahwa sains mulai membuka ruang diskusi yang lebih serius. Skeptisisme perlahan bergeser menjadi keingintahuan. Bukti dan validitas kini lebih dihargai dibanding sekadar sensasi.

Baca juga:   Membedah Cinta dan Luka di Balik Relasi Kuasa Perempuan

Setiap kali ada laporan penampakan, baik Reza maupun Nebulakidz selalu meminta video asli untuk verifikasi. “Kami tidak mencari sensasi,” tegas Reza. “Kami ingin memastikan apa yang terlihat benar-benar nyata.”

Pada akhirnya, pembahasan tentang UFO bukan semata tentang siapa yang ada di luar sana. Pertanyaan itu justru berbalik: siapa kita, manusia yang tak pernah berhenti mencari jawaban.

Antara langit dan bumi, manusia selalu berdiri di tengah-tengah—antara logika dan rasa ingin tahu yang tak pernah padam. (tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Tiwi Kasavela
Tags: Fenomena UFOsindikasi aksara


Related Posts

Kamisan Aksara Bedah Misteri Bandoengsch Villapark dalam Buku Karya Karguna Purnama Harya
PASJABAR

Kamisan Aksara Bedah Misteri Bandoengsch Villapark dalam Buku Karya Karguna Purnama Harya

24 Desember 2025
Kamisan Aksara Bedah Buku “Baroe Adjak”, Ungkap Sejarah Tua Kawasan Lembang
PASJABAR

Kamisan Aksara Bedah Buku “Baroe Adjak”, Ungkap Sejarah Tua Kawasan Lembang

18 Desember 2025
Oxford 1836 dan Babel: Refleksi Sosial Lewat Fiksi RF Kuang
PASKREATIF

Oxford 1836 dan Babel: Refleksi Sosial Lewat Fiksi RF Kuang

9 Desember 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.