CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

LIC untuk Mempersiapkan Dokter Adaptif dan Berorientasi Masalah Kesehatan Daerah

Yatti Chahyati
18 November 2025
Dr Agung Firmansyah Sumantri

Sebanyak 32 dokter mengikuti Prosesi Sumpah Profesi Dokter Gelombang I Tahun Akademik 2025–2026 digelar penuh khidmat di Hotel Tjokro, Jalan Cihampelas, Bandung, Senin (10/11/2025). (Foto : tie/Pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

# Dr Agung Firmansyah Sumantri

Dr. Agung Firmansyah Sumantri
Dr. Agung Firmansyah Sumantri

Oleh : Dr. Agung Firmansyah Sumantri (Dosen FK Unpas)

Penguatan Implementasi Longitudinal Integrated Curriculum (LIC) adalah kurikulum yang menekankan kesinambungan pembelajaran klinis, komunitas, dan profesionalisme secara longitudinal—berkelanjutan—sejak masa pendidikan sarjana hingga profesi dokter.

Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar berdasarkan blok atau rotasi singkat, tetapi mengikuti perkembangan pasien, keluarga, dan sistem kesehatan secara nyata dan konsisten.

Model ini telah diterapkan secara global di institusi terkemuka seperti National University of Singapore (NUS), Mahidol University Thailand, dan di Indonesia oleh Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Pasundan (Unpas).

Mahasiswa harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya di tengah teori.

Pendidikan kedokteran hari ini membutuhkan dokter yang mampu membaca realitas lapangan secara komprehensif.

Baca juga:   Pesanan Hamper Kue Kering di Cimahi Naik 50 Persen

Saya selalu percaya bahwa dokter yang hebat bukan hanya yang menguasai ilmu, tetapi yang mengerti manusianya. LIC memberi ruang bagi mahasiswa untuk memahami masyarakat secara utuh—penyakitnya, keluarganya, lingkungannya, dan tantangan sosialnya.

Kota Bandung sebagai kota metropolitan memiliki dinamika kesehatan yang unik dan harus dipahami mahasiswa sejak awal.

Mahasiswa kedokteran yang berkuliah di Bandung harus mengenal Bandung. Mereka harus memahami data, tren penyakit, kultur masyarakat, dan permasalahan yang dihadapi setiap kecamatan. Kita membentuk dokter yang bukan saja pintar, tapi mampu membaca kebutuhan masyarakat.

Setelah lulus, mahasiswa dapat kembali ke daerah asal mereka dengan pemahaman epidemiologi lokal yang lebih matang—sebuah kompetensi adaptasi yang menjadi inti kurikulum LIC.

Tantangan Kesehatan Kota Bandung: HIV dan Persoalan Kesehatan Wilayah

Sejumlah isu kesehatan di Kota Bandung juga menjadi pokok diskusi antara Dr. Agung dan pimpinan fakultas. Beberapa di antaranya termasuk : Kasus HIV (IVS) dan Stigma Sosial

Baca juga:   Bapanas Umumkan Penurunan Harga Sejumlah Komoditas Pangan Pokok

Kota Bandung masih menghadapi tantangan serius terkait peningkatan kasus HIV. Diperlukan pendekatan edukatif yang terstruktur dan humanis.

Masalah HIV bukan sekadar soal penyakit. Ini soal stigma. Kita tidak bisa menyelesaikannya dengan teori saja. Mahasiswa harus belajar empati dan pendekatan sosial langsung dari lapangan.

Pendekatan Pentahelix: Kolaborasi Akademik–Kebijakan untuk Solusi Kota

Saat ini perlunya pendekatan pentahelix yang melibatkan:

  • akademisi,
  • pemerintah,
  • dunia usaha,
  • komunitas, dan
  • media.

Kesehatan adalah urusan bersama. Kampus tidak bisa bekerja sendiri, pemerintah daerah pun tidak bisa bekerja sendiri. Di titik inilah kolaborasi menjadi jembatan yang mempercepat perubahan.

Baca juga:   Sengit! Pertempuran Antar-Fakultas di POM Unpas ke-65

Komitmen FK Unpas: Mencetak Dokter Adaptif dan Berorientasi Solusi

Saat ini perlu ada komitmen untuk menghadirkan pendidikan kedokteran yang:

  • context-based, berbasis kebutuhan wilayah,
  • integratif, menyambungkan teori dan praktik lapangan,
  • longitudinal, melihat perubahan kesehatan masyarakat secara jangka panjang,
  • dan kolaboratif, melibatkan pemerintah dan masyarakat dalam proses pembelajaran.

Kenjadi dokter bukan hanya profesi, tetapi panggilan untuk menjaga kehidupan. Sebagai pendidik, kita bukan hanya mengajar ilmu, tetapi menyalakan semangat agar mahasiswa berani menghadapi tantangan kesehatan bangsa.

Saya berharap FK Unpas menjadi pusat lahirnya dokter-dokter yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi rendah hati, berorientasi pelayanan, dan siap berjuang untuk kesehatan masyarakat. (*)

# Dr Agung Firmansyah Sumantri

# Dr Agung Firmansyah Sumantri

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: dokterDr Agung Firmansyah SumantriFK unpasKedokteran Unpasuniversitas pasundanunpas


Related Posts

Guru Besar Unpas
HEADLINE

Pengukuhan 9 Guru Besar Unpas, Perkuat Posisi sebagai Kampus dengan Profesor Terbanyak di Jabar dan Banten

9 Mei 2026
Sidang Doktor Ade Yusuf
HEADLINE

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

8 Mei 2026
Sidang Doktor Raden Khemal
HEADLINE

Sidang Terbuka Doktor Unpas: Raden Khemal Youwangka Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen

8 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.