CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Ahli ITB Ungkap Ancaman Gunung Tertidur di Indonesia

Yatti Chahyati
7 Desember 2025
Ahli ITB

Gunung Api Lewotobi Laki-Laki yang terletak di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali erupsi pada Minggu pagi pukul 09:56 WITA. (foto: Antara https://www.antaranews.com/berita/4488793/gunung-lewotobi-kembali-erupsi-pada-minggu-pagi)

Share on FacebookShare on Twitter

# Ahli ITB

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Ahli dari ITB mengungkapkan beberapa ancaman gunung tidur yang ada di Indonesia, yang saat ini beberapa gununya mulai aktif.

Seperti dari siapar persnya kepada www.pasajabar.com, Minggu (7/12/2025) disebutkan Dr. Eng. Ir. Mirzam Abdurrachman, S.T., M.T., pakar petrologi, vulkanologi, dan geokimia dari FITB ITB, jika fenomena Gunung Hayli Gubbi di Ethiopia meletus usai tertidur lebih dari 12.000 tahun harus diwaspadai.

Ia menyebutkan, kebangkitan gunung api dormant atau gunung api tertidur ini juga dapat terjadi di Indonesia yang memiliki jumlah gunung api terbanyak kedua di dunia.

Gunung Api Dormant: Diam Namun Bisa Meletus Kapan Saja

Menurut Dr. Mirzam, gunung api di dunia secara umum dibagi menjadi tiga kategori: aktif, dormant (tertidur), dan padam (extinct). Namun batasan ini tidak sepenuhnya tegas.

Baca juga:   PPM UPT ITB Inisiasi Revitalisasi Pasar Desa Maja Utara

“Banyak orang mengira kalau gunung tidak meletus dalam ribuan tahun berarti aman. Padahal tidak begitu,” jelasnya.

Gunung api dormant adalah gunung yang tampak tidak aktif dalam rentang ribuan tahun, tetapi magmanya masih hidup di kedalaman.

Kasus Gunung Hayli Gubbi adalah contoh nyata bagaimana gunung tertidur dapat kembali bangkit.

Dr. Mirzam juga mengingatkan masyarakat Indonesia pada peristiwa Gunung Sinabung, yang kembali meletus pada 2010 setelah 400 tahun tidur.

Restless Volcano: Gunung Tenang yang Sebenarnya Gelisah

Dalam kategori dormant, terdapat subkelompok bernama restless volcano, yaitu gunung api yang terlihat tidak berbahaya tetapi menunjukkan pergerakan magma di bawah permukaan.

“Gunung-gunung seperti ini di Indonesia sangat banyak. Setidaknya ada 30 gunung tipe B yang tersebar di Sumatra, Jawa, Bali–Nusa Tenggara, hingga Maluku,” ujarnya.

Baca juga:   Menteri Agama Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Paus Fransiskus

Gunung tipe ini tidak meletus ratusan tahun, namun gempa vulkanik, deformasi, hingga perubahan suhu tanah menunjukkan aktivitas magmatik yang harus diwaspadai.

Gunung Api Padam: Tidak Lagi Memiliki Pasokan Magma

Gunung padam adalah gunung api yang sistem magmanya sudah mati. Contohnya seperti Gunung Thielsen di Amerika Serikat dan Gunung Baluran di Jawa Timur.

Meski demikian, kategori ini tetap harus ditentukan melalui penelitian mendalam karena perubahan geologi dapat terjadi dalam jangka waktu panjang.

Indonesia: Negara dengan Risiko Vulkanik Terbesar

Indonesia berada di jalur Ring of Fire, membuatnya menjadi negara dengan tingkat ancaman vulkanik tertinggi di dunia.

“Sebanyak 16% gunung api dunia, atau setara 127 gunung api, berada di Indonesia,” ungkap Dr. Mirzam yang juga menjabat sebagai Scientific Advisor Global Volcano Risk Alliance.

Risiko ini semakin tinggi karena 29 juta penduduk Indonesia tinggal dalam radius 10 km dari kawah gunung api.

Baca juga:   Tujuh Prodi Siap Dikenalkan ITB Kampus Cirebon

Lebih mengkhawatirkan lagi, kurang dari 50% gunung api di dunia memiliki sistem pemantauan memadai, termasuk di Indonesia. Hal ini membuat pertumbuhan aktivitas magmatik sering kali tidak terdeteksi sejak dini.

Belajar Hidup Harmonis dalam Bahaya

Dr. Mirzam menegaskan bahwa masyarakat Indonesia tidak boleh lengah.

“Belajar memahami dinamika gunung api adalah cara terbaik untuk hidup harmonis di kawasan Ring of Fire,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan edukasi publik, sistem pemantauan, dan kesiapsiagaan bencana adalah langkah mendesak untuk mencegah korban dan kerusakan lebih besar ketika gunung api dormant kembali bangkit. (*/tie)

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: bencana alamGeologiGunung apigunung dormantindonesiaITBletusan gunungRing of Firerisiko bencanasinabungvulkanologi


Related Posts

ITB Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kampus Top Eropa di Belanda
HEADLINE

ITB Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kampus Top Eropa di Belanda

25 April 2026
itb utbk
HEADLINE

Pelaksanaan UTBK 2026 di ITB Hari Pertama Berjalan Lancar

22 April 2026
ITB SSU
HEADLINE

ITB Perpanjang Pendaftaran SSU 2026, Beri Kesempatan Lebih Luas

20 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.