BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Nama Eliano Reijnders terus menjadi buah bibir di kalangan pecinta sepak bola nasional, khususnya bagi para pendukung setia Persib Bandung. Pemain berusia 24 tahun ini disebut-sebut sebagai pemain serba bisa. Walaupun menjadi salah satu rekrutan tersukses pelatih Bojan Hodak di musim 2025/2026, namun ada sejumlah posisi yang tak bisa dimainkan Eliano Reijnders.
Datang di usia emas dengan kemampuan teknis yang matang, Eliano menjelma menjadi nyawa baru bagi permainan Maung Bandung baik di kompetisi domestik maupun internasional.
Kualitas utama yang membuat Eliano begitu istimewa adalah fleksibilitas posisinya yang luar biasa.
Ia mampu menjalankan instruksi pelatih dengan sangat baik meski harus berpindah-pindah peran di atas lapangan.
Hal ini menjadikannya aset berharga bagi Persib dalam menghadapi jadwal padat dan badai cedera pemain.
Transformasi Eliano Reijnders Menjadi Gelandang Box to Box
Pembuktian terbaru dari kualitas Eliano terlihat dalam laga krusial melawan Bhayangkara FC, Minggu (21/12/2025).
Mengingat kapten tim Marc Klok harus absen karena cedera, Bojan Hodak melakukan eksperimen dengan memasang Eliano sebagai gelandang box to box.
Hasilnya sangat mencengangkan; Eliano tampil superior dan dominan di lini tengah.
Kemampuannya dalam memutus serangan lawan sekaligus membangun transisi cepat menjadi kunci kemenangan Persib semalam.
Bobotoh dibuat terkesima dengan stamina Eliano yang seolah tidak ada habisnya selama 90 menit penuh.
Kehadirannya memberikan dimensi baru bagi permainan Persib yang biasanya sangat bergantung pada kreativitas individu di sektor tengah.
Candaan Bojan Hodak Soal Eliano Menjadi Kiper, Posisi yang Tak Bisa Dimainkan Eliano Reijnders
Saking kagumnya dengan kemampuan adaptasi Eliano, Bojan Hodak bahkan sempat melontarkan gurauan kepada awak media.
Pelatih asal Kroasia itu berkelakar bahwa pemain keturunan Belanda tersebut bisa saja ia pasang sebagai penjaga gawang jika keadaan mendesak, meskipun secara fisik hal itu sulit direalisasikan.
“Dia sekarang bisa bermain sebagai kiper, tapi saya tidak yakin karena dia pendek (untuk ukuran kiper),” ucap Bojan Hodak sambil tersenyum.
Gurauan ini menunjukkan betapa besarnya kepercayaan sang pelatih terhadap kecerdasan taktik yang dimiliki Eliano.
Bojan mengaku sudah mengetahui potensi multitasking sang pemain sejak pertama kali memutuskan untuk memboyongnya ke Bandung.
Posisi yang Tak Bisa Dimainkan Eliano Reijnders
Meskipun dikenal sebagai pemain serba bisa yang sanggup bermain sebagai bek kiri, bek kanan, sayap, hingga gelandang serang, Bojan Hodak tetap memberikan batasan.
Ada posisi spesifik yang menurutnya tidak akan pernah dimainkan oleh Eliano karena faktor postur dan karakteristik permainan.
“Saya tahu ketika kami mendatangkan dia, dia bisa bermain di posisi manapun, tapi hanya tidak bisa di posisi bek tengah dan kiper,” jelas Bojan Hodak.
Postur Eliano yang tidak terlalu menjulang memang membuatnya kurang ideal untuk duel udara di jantung pertahanan atau menjaga gawang.
Namun, di luar dua posisi tersebut, Eliano adalah “kartu as” yang bisa ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan strategi tim.
Statistik Impresif Eliano di Super League dan ACL 2
Kontribusi signifikan Eliano Reijnders tercermin jelas dalam statistik penampilannya.
Di kompetisi Super League, ia telah mencatatkan 11 penampilan dengan total 911 menit bermain.
Sementara di kancah Asia, tepatnya di ACL 2, Eliano menjadi pemain yang tak tergantikan dengan tampil dalam enam laga fase grup (523 menit bermain).
Meskipun sejauh ini ia belum mencatatkan gol maupun assist, pengaruhnya dalam menjaga keseimbangan tim sangat terasa.
Dengan tiga kartu kuning yang sudah dikoleksinya, Eliano menunjukkan sisi spartan dan militansinya dalam bertahan.
Bagi Bobotoh, Eliano bukan sekadar rekrutan muda, melainkan simbol dedikasi dan profesionalisme baru di skuad Maung Bandung.







