CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Api di Lereng Gunung Desa Pasir Angin dan Ujian Keberanian (Bagian 3)

pri
30 Januari 2026
Ketegangan memuncak di Desa Pasir Angin. Alat berat mulai mengancam hutan, sementara alam memberikan tanda-tanda kemurkaan. (generate by dreaminaAI)

Ketegangan memuncak di Desa Pasir Angin. Alat berat mulai mengancam hutan, sementara alam memberikan tanda-tanda kemurkaan. (generate by dreaminaAI)

Share on FacebookShare on Twitter

WWW.PASJABAR.COM — Suasana Desa Pasir Angin yang biasanya tenang mendadak berubah mencekam. Kabar mengenai naskah kuno Sanghyang Siksa Kandang Karesian yang dipegang Jaka rupanya telah sampai ke telinga pimpinan PT. Cakrawala.

Mereka tahu, jika naskah itu diakui sebagai dokumen sejarah yang sah oleh otoritas budaya, proyek resort bernilai miliaran rupiah itu akan gugur demi hukum.

https://pasjabar.com/wp-content/uploads/2026/01/dreamina-2026-01-29-2074-Medium-shot-Jaka-pria-Sunda-kulit-sawo....mp4

Sabotase di Balong dan Teror Malam Desa di Pasir Angin

Teror dimulai saat fajar menyingsing. Mang Dana berlari ke rumah Jaka dengan wajah pucat.

“Jaka! Balong kita… ikan-ikan mati semua!” Teriaknya histeris.

Rupanya, seseorang telah menuangkan limbah kimia ke saluran air yang mengairi kolam-kolam warga.

Bau busuk menyengat memenuhi udara, menghancurkan sumber mata pencaharian warga dalam semalam.

Tak berhenti di situ, sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Jaka dari nomor tak dikenal:

“Serahkan kertas tua itu, atau desa ini akan terus tertimpa sial.” Jaka mengepalkan tinju.

Ia menyadari bahwa lawan mereka tidak lagi bermain halus. Ini adalah upaya sistematis untuk mematahkan semangat Sauyunan yang baru saja tumbuh.

Baca juga:   Bitchat, Inovasi Komunikasi Nirkabel Baru dari Jack Dorsey

Konfrontasi di Perbatasan Leuweung Titipan Desa Pasir Angin

https://pasjabar.com/wp-content/uploads/2026/01/dreamina-2026-01-29-5181-Wide-establishing-shot-di-perbatasan-Leu....mp4

Puncak ketegangan terjadi ketika dua alat berat (excavator) raksasa meraung-raung di perbatasan Leuweung Titipan.

Puluhan pria bertubuh kekar yang dikawal oleh pengacara perusahaan berdiri menantang warga desa.

Mereka membawa surat tugas yang menyatakan bahwa land clearing harus dimulai hari itu juga.

Warga desa, mulai dari pemuda hingga ibu-ibu, berkumpul membentuk barisan manusia. Jaka berdiri paling depan, memegang naskah lontar yang dibalut kain putih.

“Langkah pertama alat berat ini menyentuh akar pohon, berarti kalian sedang menggali kuburan untuk masa depan kami!” seru Jaka dengan suara menggelegar, matanya menatap tajam ke arah mandor proyek.

Keajaiban Alam: Suara dari Gunung

Di tengah adu mulut yang memanas, tiba-tiba langit yang tadinya cerah berubah menjadi gelap gulita.

Baca juga:   LLDIKTI Wilayah IV dan KPK Siap Bentuk SDM Berintegritas

Angin kencang bertiup dari puncak Gunung Pangrango, menggoyang pohon-pohon raksasa dengan suara menderu yang menyerupai raungan harimau.

Menurut kepercayaan warga setempat, ini adalah tanda bahwa Karuhun (leluhur) sedang murka.

Tiba-tiba, tanah di bawah kaki para pekerja perusahaan bergetar. Sebuah longsoran kecil terjadi tepat di jalur yang akan dilalui excavator, hampir menimbun ban mesin raksasa tersebut. Para pekerja yang ketakutan mulai berhamburan.

“Alam sudah bicara!” teriak Mang Dadang sambil memegang tasbihnya.

“Hentikan sebelum gunung ini benar-benar menghukum kalian!”

Keputusan di Ujung Tanduk

https://pasjabar.com/wp-content/uploads/2026/01/dreamina-2026-01-29-4739-make-cinametic-video-with-5-second-durat....mp4

Mandor proyek tampak bimbang. Di satu sisi ia ditekan atasan, di sisi lain ia melihat kemarahan alam dan keteguhan warga yang tak gentar meski diancam.

Baca juga:   Bulan Inklusi Keuangan, bank bjb Ramaikan Pesta di Kasablanka

Jaka maju selangkah, menyodorkan salinan naskah kuno tersebut.

“Lihat naskah ini. Di sini tertulis bahwa area ini adalah daerah resapan utama. Jika kalian bangun beton di sini, pemukiman di bawah sana—termasuk kota tempat kalian tinggal—akan tenggelam saat musim hujan. Kami bukan menghalangi uang kalian, kami menyelamatkan nyawa kalian!”

Keadaan menjadi hening, hanya suara gesekan daun yang terdengar nyaring. Di tengah tekanan itu, sang mandor akhirnya memberi instruksi melalui radio panggilnya untuk mematikan mesin.

Namun, Jaka tahu ini hanya kemenangan sementara. Dalang di balik perusahaan ini pasti tidak akan tinggal diam.

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Cerita SeruGunung PangrangoKonflik LahanMitologi SundaPerjuangan Rakyat


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.