WWW.PASJABAR.COM – Mahasiswi Program Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan (FK Unpas), Dina Anandita Irawan, menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional.
Ia berhasil meraih Juara 2 dalam Grand Final International Oral Presentation pada rangkaian 5th International Conference and Tocology Update 2026.
Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) di Surakarta, dan diikuti peserta dari berbagai negara.
Dalam kategori International Oral Presentation, peserta tidak hanya dinilai dari kemampuan akademik, tetapi juga daya pikir kritis, ketajaman analisis, serta keterampilan komunikasi ilmiah secara sistematis di bidang kedokteran.
Dina mengaku tertarik mengikuti kompetisi tersebut karena ingin mengasah kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan gagasan berbasis bukti secara jelas.
“Oral presentation bukan hanya soal menyampaikan materi, tetapi juga bagaimana kita mampu menganalisis masalah dan menyampaikan solusi secara sistematis,” ujarnya, dilansir dari unpas.ac.id.
Angkat Peran Remaja dalam Kesehatan Keluarga
Dalam konferensi yang mengusung tema “Real Stories, Real Action: The Role of Adolescents in Creating Healthy Families and Communities,” Dina mempresentasikan penelitian tentang peran remaja sebagai agen perubahan dalam menciptakan keluarga dan komunitas sehat.
Ia memperkenalkan solusi aplikatif bertajuk “SMART MARRIAGE,” sebuah model preventif komprehensif untuk mencegah pernikahan dini. Program ini memiliki lima pilar utama, yaitu Self Readiness, Medical and Mental Health Literacy, Academic and Career Planning, Relationship and Responsibility Education, serta Technology-Based Engagement.
Model tersebut tidak hanya menyasar individu remaja, tetapi juga melibatkan keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan pemangku kebijakan. Program ini dirancang selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Dina mengaku perjalanan menuju grand final penuh tantangan, terutama dalam menyampaikan materi ilmiah secara profesional dalam waktu singkat di hadapan audiens internasional.
Selain itu, penggunaan bahasa Inggris akademik serta sesi tanya jawab yang menuntut pemahaman mendalam menjadi ujian tersendiri.
Meski demikian, ia bersyukur dapat membawa nama FK Unpas di kancah internasional. Ia bahkan menjadi satu-satunya perwakilan dari Jawa Barat yang lolos ke babak grand final sekaligus satu-satunya peserta dari Indonesia yang meraih gelar juara.
“Jangan takut mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman. Persiapkan materi dengan matang dan latih kemampuan public speaking. Kompetisi bukan hanya soal juara, tetapi juga proses belajar dan membangun relasi,” pesannya. (han)







