MILAN, WWW.PASJABAR.COM — Langkah AC Milan untuk terus menempel rival sekota mereka, Inter Milan, dalam perburuan gelar Scudetto musim 2025/2026 harus terhenti secara menyakitkan oleh tim tamu Parma.
Bertanding di hadapan pendukung sendiri di Stadion San Siro pada Minggu malam waktu setempat, Rossoneri dipaksa menyerah dengan skor tipis 0-1.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Paulo Fonseca yang sebenarnya tampil dominan sepanjang pertandingan namun gagal memanfaatkan peluang yang ada.
Dominasi Tanpa Hasil dan Ketangguhan Edoardo Corvi
Sejak peluit pertama dibunyikan, AC Milan langsung mengambil inisiatif serangan. Mengandalkan kreativitas di lini tengah, Milan menciptakan peluang emas pertama melalui kaki Ardon Jashari.
Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan dengan gemilang oleh kiper Parma, Edoardo Corvi.
Penampilan apik Corvi di bawah mistar gawang menjadi tembok besar yang sulit ditembus oleh barisan penyerang tuan rumah.
Sepanjang babak pertama, Milan terus mengurung pertahanan Parma. Alur bola yang cepat dan tekanan tinggi membuat Parma harus bermain sangat dalam di area pertahanan mereka sendiri.
Meskipun mendominasi penguasaan bola, penyelesaian akhir yang kurang klinis dari para pemain depan Milan membuat skor kacamata tetap bertahan hingga turun minum.
Nasib Sial Striker AC Milan Rafael Leao dan Efektivitas Parma
Memasuki babak kedua, AC Milan tidak mengendurkan serangan. Peluang emas kembali hadir melalui aksi individu bintang mereka, Rafael Leao.
Pemain asal Portugal tersebut melepaskan tembakan keras yang sayangnya hanya membentur tiang gawang Parma.
Ketidakberuntungan ini seolah menjadi pertanda bahwa malam itu bukan milik sang raksasa Italia.
Parma, yang bermain sangat disiplin dalam bertahan, justru menunjukkan efektivitas luar biasa dalam memanfaatkan situasi bola mati.
Pada menit ke-80, Stadion San Siro terbungkam saat Mariano Troilo berhasil menjebol gawang Milan.
Berawal dari sepak pojok akurat yang dilepaskan oleh Emanuele Valeri, Troilo menyambutnya dengan sundulan tajam yang tak mampu dihalau oleh kiper Milan.
Gol tunggal ini menjadi pembeda dalam laga yang berjalan berat sebelah secara statistik.
Konsekuensi Klasemen: Inter Milan Melaju Sendirian
Kekalahan ini membawa konsekuensi serius bagi posisi AC Milan di klasemen sementara Liga Italia.
Meski masih bertahan di peringkat kedua dengan koleksi 54 poin dari 26 pertandingan, jarak mereka dengan Inter Milan kini semakin melebar.
Milan kini tertinggal 10 poin di bawah sang pemuncak klasemen, sebuah margin yang cukup lebar di saat kompetisi sudah memasuki fase krusial.
Di sisi lain, kemenangan bersejarah di San Siro ini menjadi berkah luar biasa bagi Parma.
Tambahan tiga poin membawa tim berjuluk Gialloblu tersebut merangkak naik ke peringkat ke-12 klasemen dengan raihan 32 poin dari 26 laga.
Hasil ini memberikan suntikan kepercayaan diri bagi Parma untuk menjauh dari zona degradasi dan bersaing di papan tengah Serie A.
Evaluasi Lini Depan Menjelang Sisa Musim
Hingga peluit panjang dibunyikan, Milan terus berupaya mencari gol penyeimbang, namun pertahanan gerendel Parma tetap kokoh berdiri.
Kegagalan mencetak gol meskipun menciptakan banyak peluang menjadi catatan merah bagi tim kepelatihan Milan.
Kurangnya kreativitas di sepertiga akhir lapangan saat menghadapi tim dengan pertahanan rapat kembali menjadi masalah klasik yang harus segera diselesaikan.
Jika tidak segera berbenah, harapan Milan untuk meraih gelar musim ini diprediksi akan pupus lebih cepat.
Fokus kini harus dialihkan untuk mengamankan posisi kedua dari kejaran tim-tim di bawahnya, sembari berharap Inter Milan terpeleset di pertandingan mendatang.







