WWW.PASJABAR.COM — Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, menyatakan kepuasan mendalam atas hasil tes pramusim terakhir MotoGP 2026 yang baru saja usai di Sirkuit Buriram, Thailand. Dua pembalap andalan Ducati, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, berhasil menutup serangkaian uji coba di posisi empat besar, memberikan sinyal kuat bahwa pabrikan Borgo Panigale masih menjadi penguasa teknis di lintasan.
Namun, di balik keberhasilan teknis tersebut, awan mendung menyelimuti garasi Ducati menyusul kabar mengenai masa depan Pecco Bagnaia yang mulai terungkap.
Validasi Komponen dan Dominasi di Tes Buriram
Hasil tes di Buriram menunjukkan bahwa motor Desmosedici masih merupakan paket paling kompetitif di grid.
Marc Marquez dan Francesco Bagnaia masing-masing mengamankan posisi ketiga dan keempat dalam catatan waktu kombinasi.
Tardozzi menjelaskan bahwa fokus utama dalam tes ini adalah memvalidasi data yang telah dikumpulkan sejak pengujian di Sepang, Malaysia, awal bulan ini.
Pabrikan Italia tersebut melakukan uji coba ekstensif pada sistem aerodinamika terbaru, sasis, hingga suspensi belakang untuk memastikan cengkeraman (grip) motor tetap optimal dalam berbagai kondisi suhu lintasan.
“Kami sangat puas karena telah mengonfirmasi banyak elemen yang dipilih pembalap di Sepang. Di sini, kami memvalidasi cengkeraman motor dengan komponen-komponen ini, dan hasilnya sangat positif,” ungkap Tardozzi dilansir dari MotoGP.com.
Keberhasilan ini menempatkan Ducati dalam posisi yang sangat kuat menjelang seri pembuka yang juga akan digelar di sirkuit yang sama.
Kebangkitan Pecco Bagnaia Setelah Musim Sulit
Salah satu poin paling membahagiakan bagi manajemen Ducati adalah kembalinya performa terbaik Francesco Bagnaia.
Setelah mengalami masa sulit dan finis di posisi kelima klasemen akhir musim lalu, Pecco tampak telah menemukan kembali sentuhan magisnya.
Tardozzi melihat sang pembalap asal Italia tersebut kini lebih percaya diri dan siap bersaing untuk merebut kembali takhta juara dunia.
“Kami tentu saja sangat senang melihat Pecco kembali ke performa terbaiknya. Tampaknya dia akan kembali menjadi pesaing untuk gelar juara dan kemenangan sejak balapan pertama,” ujar Tardozzi dengan nada optimis.
Stabilitas mental dan teknis Bagnaia dalam tes pramusim ini dianggap sebagai kunci bagi Ducati untuk menghadapi serangan dari kompetitor seperti Aprilia dan KTM, yang mulai menempel ketat di sesi uji coba.
Sinyal Perpisahan: Bagnaia Menuju Aprilia 2027?
Namun, suasana penuh optimisme tersebut berubah menjadi melankolis ketika topik mengenai masa depan Bagnaia mencuat.
Pembalap yang mengakhiri penantian gelar Ducati selama 15 tahun pada 2022 itu dikabarkan telah mengambil keputusan bulat untuk hengkang.
Aprilia santer disebut sebagai pelabuhan utama Bagnaia mulai musim 2027, sebuah perpindahan yang akan menjadi kejutan terbesar di bursa transfer MotoGP dalam beberapa tahun terakhir.
Tardozzi tidak membantah kabar validitas mengenai keputusan Bagnaia tersebut, meski ia enggan memberikan pernyataan mendalam.
“Kita lihat saja. Itu tergantung padanya. Kami tidak ingin membuat pernyataan mengenai hal ini karena itu adalah hak Pecco untuk mengumumkannya,” kata Tardozzi dengan nada yang terdengar sedih.
Isu ini menandakan bahwa musim 2026 kemungkinan besar akan menjadi tarian terakhir (last dance) antara Bagnaia dan tim impiannya, Ducati Lenovo.
Tugas Berat Menutup Era dengan Gelar Juara
Meskipun perpisahan tampaknya tidak terelakkan, fokus Ducati tetap tertuju pada target jangka pendek: memenangi musim 2026. Dengan kombinasi juara bertahan Marc Marquez dan “Si Anak Hilang” Pecco Bagnaia yang telah kembali ke puncak performa, Ducati memiliki modal yang lebih dari cukup.
Pertarungan di Buriram pada 1 Maret mendatang akan menjadi langkah awal pembuktian bagi Bagnaia untuk pergi dengan kepala tegak.
Perjuangan musim ini akan terasa emosional bagi seluruh kru Ducati Lenovo. Bagnaia bukan sekadar pembalap bagi mereka, melainkan ikon yang membawa Ducati kembali ke masa kejayaan.
Mengakhiri kerja sama dengan gelar juara dunia 2026 akan menjadi penutup yang manis bagi kemitraan legendaris ini.
Sebelum Bagnaia memutuskan untuk mencari tantangan baru bersama pabrikan lain di masa depan.







