BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Neneng Efa Fatimah resmi meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen dari Program Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) setelah menjalani Sidang Promosi Doktor yang digelar di Aula Mandalasaba dr. Djoenjoenan, Aula Pascasarjana Unpas, Jalan Sumatra No. 41 Kota Bandung, Kamis (5/3/2026).
Sidang promosi tersebut dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. H. Azhar Affandi, SE., M.Sc. dengan Co-Promotor Dr. H. Yusuf Arifin, S.Si., MM.
Sementara tim penelaah sekaligus penguji atau oponen ahli terdiri dari Prof. Nono Wibisono, SE., M.Sc., Ph.D., Prof. Dr. Ir. H. Iman Sudirman, DEA., Prof. Dr. H. Bambang Heru P, MS., Prof. Dr. H. Jaja Suteja, SE., M.Si., dan Prof. Dr. H. Horas Djulius, SE.

Dalam sidang tersebut, Neneng mempertahankan disertasi berjudul “Strategi Penguatan Budaya Mutu Pelayanan dalam Upaya Meningkatkan Kepuasan Pasien (Studi Kasus di Pelayanan Kesehatan RSUD Sayang Kabupaten Cianjur)”.
Ia berhasil lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,72 dengan yudisium sangat memuaskan dan menjadi lulusan ke-596 doktor Ilmu Manajemen Unpas.
Meneliti Budaya Mutu Pelayanan Rumah Sakit
Penelitian Neneng berfokus pada strategi penguatan budaya kerja berbasis mutu pelayanan untuk meningkatkan kepuasan pasien di RSUD Sayang Kabupaten Cianjur.
Kajian tersebut menyoroti empat aspek utama, yakni gambaran budaya kerja berbasis mutu pelayanan, tingkat kepuasan pasien, kendala dalam penguatan budaya mutu, serta strategi manajemen kinerja berbasis pelayanan.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi terhadap manajemen rumah sakit, tenaga medis, tenaga administrasi, dan pasien.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kerja berbasis mutu pelayanan di RSUD Sayang Cianjur masih bersifat parsial dan belum sepenuhnya terinternalisasi dalam praktik kerja sehari-hari.
Tingkat kepuasan pasien juga berada pada kategori sedang, dengan keluhan utama terkait komunikasi, kecepatan layanan, serta empati petugas.
Selain itu, sejumlah kendala juga ditemukan, di antaranya lemahnya sistem evaluasi kinerja berbasis mutu, kurangnya pelatihan pelayanan prima, serta belum optimalnya kepemimpinan transformasional di tingkat manajemen rumah sakit.
Usulkan Strategi Penguatan Budaya Kerja
Melalui penelitiannya, Neneng mengusulkan strategi penguatan budaya kerja melalui pelatihan dan pembinaan berkelanjutan, integrasi sistem manajemen kinerja berbasis mutu, serta penerapan sistem penghargaan dan sanksi untuk mendorong perilaku kerja profesional yang berorientasi pada kepuasan pasien.
Neneng menjelaskan bahwa penelitian tersebut bertujuan menggali berbagai permasalahan internal yang terjadi di RSUD Sayang Cianjur sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan manajemen pelayanan kesehatan.

“Maksud dan tujuan dari penelitian yang saya buat adalah ingin mengetahui sejauh mana permasalahan-permasalahan internal di RSUD Sayang Kabupaten Cianjur dengan menggali fenomena yang ada sehingga penelitian ini dapat memberikan kontribusi berupa strategi atau program bagi rumah sakit,” ujarnya.
Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat diterapkan secara nyata di lingkungan rumah sakit.
“Harapannya penelitian ini dapat bermanfaat dan budaya mutu dapat diinternalisasi oleh seluruh pegawai di RSUD Sayang Kabupaten Cianjur, bahkan bisa diimplementasikan juga di rumah sakit lain,” kata Neneng.
Selain itu, ia juga berharap Program Pascasarjana Unpas terus berkembang dan berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa melalui pendidikan tinggi. (han)







