MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Kekalahan perdana MU di bawah asuhan pelatih interim Michael Carrick saat bertandang ke markas Newcastle United pada Rabu (4/3/2026) memicu perdebatan panas mengenai masa depan kepemimpinan di Old Trafford.
Kekalahan 1-2 dari 10 pemain Newcastle tersebut seolah menjadi penegas bahwa posisi Carrick belum cukup aman untuk diangkat menjadi manajer permanen pada musim depan.
Kritik dari Legenda MU untuk Michael Carrick
Dua legenda hidup Setan Merah, Roy Keane dan Paul Scholes, secara terbuka menyatakan ketidaksetujuan mereka jika klub mempermanenkan Carrick.
-
Roy Keane: Menilai bahwa Carrick, meskipun merupakan pelatih yang bagus, masih kekurangan “ilmu” dan pengalaman untuk membawa tim meraih gelar juara liga dalam jangka panjang. Ia menganggap tantangan sebagai pelatih sementara sangat berbeda dengan beban manajer tetap di klub sebesar Manchester United.
-
Paul Scholes: Menekankan bahwa skuad United membutuhkan sosok pemimpin dengan kehadiran yang kuat serta rekam jejak juara yang sudah terbukti.
Ancelotti: Sosok “Genius” yang Dinanti
Di tengah keraguan terhadap Carrick, nama pelatih kawakan Carlo Ancelotti mencuat sebagai kandidat paling kompeten.
Mantan anak asuhnya di Real Madrid, Gareth Bale, memberikan dukungan penuh dengan menyebut Ancelotti sebagai sosok genius yang mampu menyederhanakan taktik dan mengeluarkan kemampuan terbaik dari setiap pemain.
Senada dengan Bale, Paul Scholes menyebut Ancelotti sebagai pilihan sempurna. Dengan rekor pemegang gelar Liga Champions terbanyak dan keberhasilan menjuarai lima liga domestik top Eropa, Ancelotti dianggap memiliki otoritas yang dibutuhkan untuk memimpin ruang ganti Old Trafford.
Tantangan Kontrak dengan Timnas Brasil
Meski menjadi incaran utama, Manchester United dihadapkan pada kendala besar karena Ancelotti saat ini masih terikat kontrak dengan Timnas Brasil.
Federasi sepak bola Brasil (CBF) bahkan dikabarkan berniat mengikat pelatih berusia 66 tahun tersebut hingga Piala Dunia 2030.
Manajemen Setan Merah kini hanya bisa berharap Ancelotti bersedia mengubah keputusannya paling cepat selepas gelaran Piala Dunia 2026 mendatang.







