CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Profil Mojtaba Khamenei: “Penjaga Gerbang” Teheran yang Kini Menjadi Pemimpin Tertinggi Iran

pri
9 Maret 2026
Mojtaba Khamenei (dok. AFP)

Mojtaba Khamenei (dok. AFP)

Share on FacebookShare on Twitter

TEHERAN, WWW.PASJABAR.COM – Pasca-gugurnya Ayatollah Ali Khamenei, Majelis Pakar Iran secara resmi menetapkan putra keduanya, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, sebagai penerus takhta kepemimpinan tertinggi.

Terpilihnya sosok berusia 56 tahun ini menandakan kemenangan faksi garis keras dalam mempertahankan stabilitas ideologi Republik Islam di tengah gempuran konflik dengan Barat.

Lantas, siapakah sebenarnya sosok Mojtaba Khamenei dan bagaimana rekam jejaknya hingga mampu menduduki posisi paling berkuasa di Iran?

Tumbuh di Pusaran Revolusi dan Perang

Lahir pada tahun 1969 di kota suci Mashhad, Mojtaba tumbuh besar saat ayahnya sedang memimpin gerakan oposisi melawan rezim Shah yang didukung Amerika Serikat.

Pengalaman masa mudanya ditempa langsung di medan perang; ia tercatat pernah bertugas sebagai sukarelawan militer Iran dalam Perang Iran-Irak yang brutal pada medio 1980-an.

Baca juga:   TB Hasanuddin Tegaskan Indonesia Tidak Akan Buka Hubungan Diplomatik Dengan Israel

Ulama Konservatif dari Qom

Secara akademis dan religius, Mojtaba menempuh pendidikan di Qom, pusat teologi Syiah terkemuka. Ia belajar di bawah bimbingan tokoh-tokoh agama konservatif.

Meski kini memimpin negara, gelar keagamaan yang disandangnya, Hojjatoleslam, sempat memicu perdebatan.

Pangkat ini berada satu tingkat di bawah “Ayatollah”, gelar yang secara tradisional dianggap sebagai syarat mutlak untuk menjadi Pemimpin Tertinggi.

Namun, dukungan politik yang masif melampaui hambatan administratif tersebut.

Sang “Penjaga Gerbang” dan Kedekatan dengan IRGC

Meski jarang tampil di depan publik atau memegang jabatan formal di pemerintahan, Mojtaba telah lama dikenal sebagai “tangan kanan” ayahnya. Ia membangun pengaruh besar di balik layar sebagai:

  • Penghubung Militer: Memiliki hubungan sangat erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), khususnya Pasukan Quds dan milisi Basij.

  • Pengelola Ekonomi: Mengawasi jaringan bisnis besar yang dikendalikan oleh lembaga-lembaga keamanan Iran.

  • Penentu Kebijakan: Dipercaya telah mendelegasikan sebagian tanggung jawab ayahnya selama bertahun-tahun, termasuk dalam urusan luar negeri dan program nuklir.

Baca juga:   Pastikan MBG Tepat Sasaran, Lanud Husein Sastranegara Dukung Penuh Pemenuhan Gizi Nasional

Garis Keras terhadap Barat

Mojtaba dikenal sebagai penentang keras kelompok reformis. Ia konsisten menolak upaya normalisasi hubungan dengan Barat dan berkomitmen melanjutkan program nuklir Iran.

Sikap inilah yang membuat Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepadanya pada tahun 2019, karena dianggap mewakili pemimpin tertinggi dalam kapasitas resmi meski tanpa jabatan formal.

Baca juga:   Timur Tengah Jadi Pasar Utama Strategis Bagi Parekraf Indonesia

Tantangan Diplomasi Dinasti dan Oposisi Internal

Penunjukan Mojtaba bukannya tanpa tantangan. Ia harus menghadapi dua tekanan besar:

  • Sentimen Anti-Dinasti: Para pengkritik menilai pengangkatannya mencederai semangat Revolusi 1979 yang justru bertujuan menggulingkan sistem monarki (keturunan).

  • Tuntutan Kebebasan: Di dalam negeri, Mojtaba berhadapan dengan generasi muda Iran yang semakin vokal menuntut kebebasan sosial dan politik, yang sering kali berujung pada unjuk rasa massal.

Pemilihan Mojtaba oleh 88 ulama senior Majelis Pakar mengonfirmasi arah politik Iran ke depan: tetap pada jalur perlawanan. Seperti yang disampaikan anggota Majelis Pakar, Mohsen Heidari Alekasir, pemimpin baru ini dipilih karena kriterianya yang “dibenci oleh musuh.”

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Ali KhameneiAyatollah Mojtaba KhameneiBerita Duniadonald trumpGarda Revolusi IraniranIRGCIsraelMajelis Pakar IranMojtaba KhameneiPemimpin Tertinggi IranPerang Timur Tengahpolitik internasionalRudal IranTeheranTimur Tengah


Related Posts

Foto: UEFA via Getty Images/Mattia Ozbot - UEFA
HEADLINE

Tolak Wacana Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Gabriele Gravina: Memalukan dan Khayalan!

1 Mei 2026
Gianni Infantino menegaskan Iran akan tampil di Piala Dunia 2026 dan bermain di Amerika Serikat. (Karim JAAFAR / AFP)
HEADLINE

Gianni Infantino Pastikan Iran Tetap Tampil di Piala Dunia 2026, Bermain di Amerika Serikat Sesuai Jadwal

1 Mei 2026
Foto: Matthias Balk/dpa (Photo by Matthias Balk/picture alliance via Getty Images
HEADLINE

Lobi Utusan Trump Paolo Zampolli: Italia Berpeluang Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Ini 3 Alasan Utamanya

29 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.