CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Masuki Masa Pancaroba, BMKG Bandung Peringatkan Potensi Hujan Es dan Angin Kencang

Hanna Hanifah
6 April 2026
BMKG

ilustrasi. (foto: istockphoto)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat di wilayah Bandung Raya. Memasuki periode peralihan musim atau pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau, warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena cuaca ekstrem yang diprediksi akan sering terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa masa transisi ini ditandai dengan perubahan pola angin yang signifikan. Melemahnya angin baratan yang digantikan oleh masuknya angin timuran memicu ketidakstabilan atmosfer yang cukup tinggi di wilayah Jawa Barat, khususnya Bandung.

Karakteristik Cuaca Ekstrem dan Awan Cumulonimbus

Menurut Teguh, fenomena pancaroba memiliki pola cuaca yang khas. Biasanya, pada pagi hingga siang hari cuaca akan terasa sangat terik dan gerah (sumuk). Namun, kondisi tersebut merupakan fase pengumpulan energi yang kemudian memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) secara masif dan cepat.

Baca juga:   BMKG Dirikan Posko Cuaca di Bandara dan Pelabuhan Jelang Nataru

Awan Cb inilah yang menjadi aktor utama di balik terjadinya hujan lebat secara tiba-tiba yang seringkali disertai dengan sambaran petir dan angin kencang (puting beliung). Bahkan, ketidakstabilan atmosfer yang ekstrem dapat menyebabkan butiran es jatuh ke permukaan bumi.

“Fenomena ini biasanya diawali dengan cuaca panas dan gerah, kemudian terjadi hujan lebat secara tiba-tiba disertai petir dan angin kencang. Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang cukup masif,” ujar Teguh Rahayu saat memberikan keterangan di Bandung, Senin (6/4/2026), dilansir dari ANTARA.

Sebagai catatan, pada Jumat (3/4/2026) lalu, sebagian wilayah Bandung telah diterjang hujan es. BMKG mencatat pembentukan awan Cb sudah terpantau sejak pukul 12.00 WIB. Saat kejadian tersebut, kecepatan angin tercatat menembus angka 42,6 km/jam, yang mengakibatkan dampak kerusakan fisik seperti pohon tumbang di sejumlah titik di Bandung Raya.

Baca juga:   Rentetan Masalah Persib Jelang Lawan Arema

Mekanisme Hujan Es dan Imbauan Keselamatan

Secara teknis, BMKG menjelaskan bahwa hujan es terbentuk ketika uap air terbawa oleh arus udara naik yang sangat kuat (updraft) hingga mencapai puncak awan dengan suhu yang sangat dingin di bawah titik beku. Di sana, uap air membeku menjadi partikel es. Ketika arus udara tersebut melemah atau partikel es sudah terlalu berat, ia akan jatuh ke bumi sebelum sempat mencair sepenuhnya.

Baca juga:   Debut Bocah 20 Tahun yang Moncer Bersama Si Nyonya Tua

Mengingat potensi bahaya yang ditimbulkan, BMKG meminta masyarakat untuk tidak mengabaikan tanda-tanda alam. Bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, hingga kerusakan bangunan akibat angin kencang menjadi ancaman nyata selama periode peralihan ini.

“Kami meminta warga untuk menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan yang berisiko saat cuaca ekstrem terjadi. Tetaplah waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin kencang, hingga hujan es,” tegas Teguh Rahayu.

Masyarakat juga diimbau untuk rutin memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Pemangkasan dahan pohon yang rimbun di sekitar pemukiman juga sangat disarankan untuk meminimalisir risiko pohon tumbang saat angin kencang menerjang. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: BMKGcuaca Bandung hari iniCuaca Hari Inipancarobaprakiraan cuaca


Related Posts

hujan ringan bmkg
HEADLINE

BMKG Sebut Mayoritas Kota Besar Indonesia Berpotensi Hujan Ringan

6 Mei 2026
BMKG hujan lebat
HEADLINE

BMKG Prakirakan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Landa Indonesia

5 Mei 2026
hujan lebat bmkg
HEADLINE

BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir di Sejumlah Kota Besar

2 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.