CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Tak Main-Main! Dewa United Tempuh Jalur Hukum Terkait “Tendangan Kungfu” di Laga EPA U-20

pri
20 April 2026
Pemain Bhayangkara U-20 (putih) menendang pemain Dewa United U-20 di Semarang, Minggu (19/4) sore. (Arsip Dewa United)

Pemain Bhayangkara U-20 (putih) menendang pemain Dewa United U-20 di Semarang, Minggu (19/4) sore. (Arsip Dewa United)

Share on FacebookShare on Twitter

TANGERANG, WWW.PASJABAR.COM – Manajemen Dewa United FC mengambil langkah tegas dalam menanggapi insiden kekerasan fisik yang menodai kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-20 2026. Tidak hanya sekadar protes administratif ke federasi, kubu Tangsel Warriors memastikan akan membawa kasus “tendangan kungfu” yang terjadi di Semarang ke jalur hukum.

Insiden memilukan tersebut pecah dalam pertandingan antara Dewa United U-20 versus Bhayangkara FC U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026). Apa yang semula merupakan pertandingan pembinaan talenta muda, berubah menjadi arena kekerasan yang mencoreng wajah sepak bola Indonesia.

Kronologi Kericuhan Tendangan Kungfu, Bermula dari Protes Gol

Berdasarkan laporan di lapangan, ketegangan bermula ketika kubu Bhayangkara FC melayangkan protes keras terhadap wasit terkait gol yang dinilai berbau offside. Namun, situasi yang seharusnya bisa diselesaikan melalui koridor regulasi justru memanas hingga memicu aksi baku hantam antarpemain kedua tim.

Baca juga:   Persib Bandung Dihantam Masalah Jelang Hadapi Dewa United

Kondisi semakin diperparah dengan beredarnya rekaman video di media sosial yang menunjukkan keterlibatan oknum staf pelatih dalam tindakan kekerasan tersebut. Kehadiran pihak ofisial yang seharusnya menjadi penengah namun justru ikut terjun dalam keributan menjadi poin utama yang disesalkan oleh manajemen Dewa United.

Pernyataan Tegas Presiden Klub

Presiden klub Dewa United, Ardian Satya Negara, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat pemainnya menjadi korban kekerasan. Dalam rilis resmi klub pada Senin (20/4/2026), Ardian menyatakan bahwa langkah hukum diambil demi memberikan efek jera dan melindungi marwah sepak bola pembinaan.

“Manajemen Dewa United akan secara resmi melayangkan protes kepada operator liga serta mendorong adanya investigasi dan sanksi tegas. Selain itu, kami juga akan menempuh jalur hukum terhadap seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam tindakan kekerasan ini,” ujar Ardian dengan nada bicara tegas.

Ia mengutuk keras insiden tersebut, terlebih karena melibatkan sosok pelatih yang seharusnya menjadi panutan bagi para pemain muda.

“Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan. Kami sangat menyayangkan adanya kekerasan, apalagi dilakukan pemain maupun pihak pelatih yang seharusnya menjaga situasi tetap kondusif,” tambahnya.

Darurat Sportivitas di Level Akar Rumput

Kejadian di Stadion Citarum ini menjadi alarm keras bagi perkembangan sepak bola akar rumput di Indonesia. Dewa United berharap langkah hukum ini menjadi titik balik agar sportivitas kembali menjadi panglima dalam setiap kompetisi usia dini.

Baca juga:   Erick Thohir Jamin Pembukaan Piala Dunia U-17 Meriah

Ardian menekankan bahwa sepak bola Indonesia saat ini sedang berupaya bertransformasi ke arah yang lebih profesional. Insiden barbar seperti di Semarang dinilai bisa menghambat progres tersebut jika tidak ditangani dengan sanksi yang sangat berat.

“Sepak bola Indonesia sedang berkembang ke arah yang lebih baik. Karena itu, kami menegaskan bahwa insiden seperti ini tidak boleh terulang kembali di kemudian hari,” pungkas Ardian.

Kini, publik menunggu respons dari Komisi Disiplin PSSI dan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti laporan dari manajemen Dewa United. Kasus ini diprediksi akan menjadi ujian besar bagi penegakan kode disiplin di lingkungan Liga Indonesia.

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Ardian Satya Negaraberita bola nasionalBhayangkara FCBhayangkara FC vs Dewa United U-20Dewa UnitedElite Pro AcademyEPA U-20Hukum Sepak BolaKekerasan Sepak Bola Usia MudaKericuhan SemarangKericuhan Stadion Citarum SemarangpssiSanksi Elite Pro Academy


Related Posts

Persija tidak bisa diperkuat Mauro Zijlstra (kiri) saat menjamu Persib di Jakarta. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)
HEADLINE

Derbi Indonesia: Daftar Pemain Absen dan Kabar Skuad Persija Jakarta vs Persib Bandung

5 Mei 2026
Selebrasi para pemain Persib usai menjebol gawang PSIM Yogyakarta. (Foto: Official Persib)
HEADLINE

Kandaskan PSIM Yogyakarta, Persib Bandung Makin Kokoh di Puncak Klasemen Super League

4 Mei 2026
Marc Klok. (Foto: Dok. Ileague)
HEADLINE

Marc Klok Dituding Bertindak Rasis oleh Bhayangkara FC

4 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.