# Sidang Doktor Raden Khemal
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) menyelenggarakan sidang terbuka ujian promosi doktor mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Unpas Tahun Akademik 2025–2026.
Sidang tersebut menghadirkan promovendus Raden Khemal Youwangka, mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen konsentrasi Manajemen Pemasaran.
Sidang terbuka doktor tersebut diselenggarakan di Gedung Pascasarjana Unpas, Jalan Sumatera No. 41 Bandung, Jumat (8/5/2026).
Raden Khemal Youwangka memilih judul disertasi: “Pengaruh Produk dan Physical Evidence terhadap Keputusan Pemilihan Perguruan Tinggi serta Implikasinya terhadap Citra Institusi yang Dimoderasi oleh Pemasaran Digital (Survei pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Swasta Terakreditasi Unggul di Wilayah Bandung Metropolitan)”.
Ujian sidang terbuka Khemal dipromotori oleh Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc. dan Prof. Dr. H. Jaja Suteja, S.E., M.Si., serta co-promotor Prof. Dr. H. Juanim, S.E., M.Si.
Sementara penelaah dalam sidang tersebut yakni Prof. Dr. H. Bambang Heru P., M.S., Dr. H. Popo Suryana, S.E., M.Si., Prof. Dr. H. Horas Sjulius, S.E., serta Prof. Dr. H. M. Sidik Priadana, M.S.

Latar Belakang Penelitian
“Yang melatarbelakangi penelitian saya yakni didasarkan pada fenomena penurunan jumlah mahasiswa baru pada perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia, termasuk wilayah Bandung Metropolitan, meskipun beberapa institusi telah terakreditasi unggul,” paparnya.
Kondisi ini, dijelaskannya, menunjukkan bahwa kualitas kelembagaan saja belum cukup untuk menjaga daya tarik calon mahasiswa.
Dalam konteks pemasaran jasa, produk dan physical evidence menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan mahasiswa sekaligus berkontribusi dalam membangun citra institusi.
Namun, pengaruh kedua variabel tersebut semakin bergantung pada efektivitas pemasaran digital yang berperan untuk memperkuat atau memperlemah persepsi calon mahasiswa.

Libatkan 400 Responden Mahasiswa PTS
“Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh produk dan physical evidence terhadap keputusan pemilihan perguruan tinggi swasta serta implikasinya terhadap citra institusi yang dimoderasi pemasaran digital,” terangnya.
Ia menyebutkan populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 perguruan tinggi swasta yang terakreditasi unggul di Wilayah Bandung Metropolitan angkatan 2020–2023.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 400 orang.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara produk dan physical evidence terhadap keputusan yaitu sebesar 71,4495, serta pengaruh keputusan terhadap citra institusi sebesar 74,349 dan pengaruh keputusan terhadap citra institusi yang dimoderasi oleh pemasaran digital sebesar 80,384,” paparnya.

Soroti Rendahnya Angka Partisipasi Kuliah
“Jadi bisa kita lihat, pertama adalah Pasal 31 UUD 1945 tentang pendidikan adalah hak warga negara, namun kenyataannya hari ini hanya 4,6 persen yang menikmati bangku kuliah,” keluhnya.
Itu artinya, dijelaskan Khemal, masih ada sekitar 96 persen masyarakat yang tidak berkuliah.
“Dan di sini harapan saya, dengan penelitian ini mudah-mudahan PTS yang memang ada di ibu kota provinsi bisa berkembang lagi. Sehingga, semua anak negeri ini bisa menikmati bangku kuliah dan kualitas PTS tidak kalah dengan pendidikan yang ada di luar negeri,” ujarnya.

Raih Gelar Doktor dengan Predikat Sangat Memuaskan
Pada Jumat, 8 Mei 2026, berdasarkan hasil sidang tersebut, yang bersangkutan dinyatakan lulus dengan nilai IPK 3,69 dan yudisium “Sangat Memuaskan”.
Dengan demikian, Raden Khemal Youwangka berhasil menyandang gelar Doktor Ilmu Manajemen. Ia juga tercatat sebagai lulusan ke-609 di lingkungan Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Unpas.
“Di sini kita lihat kekeluargaan. Kita bicara pendidikan S3 yang memang jumlahnya tidak banyak, salah satunya karena ada rasa ketakutan. Namun, ketakutan itu buyar ketika saya mulai belajar di Pascasarjana Unpas ini, karena para profesor selalu membantu dan tidak pernah sekalipun saya ditolak untuk bimbingan,” ungkapnya.
“Harapan saya, kita berbicara lebih berkembang lagi dan Unpas jangan hanya jadi milik Pasundan saja, jangan hanya milik Jawa Barat saja, namun Unpas milik Indonesia,” tandasnya. (tie)
# Sidang Doktor Raden Khemal







