CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

AFC Tanggapi BFA yang Menolak Bermain di Indonesia

pri
18 Oktober 2024
Timnas Indonesia

Bahrain vs Timnas Indonesia. (Foto: REUTERS/Hamad I Mohammed)

Share on FacebookShare on Twitter

WWW.PASJABAR.COM — AFC atau Konfederasi Sepak Bola Asia telah merespon permohonan Asosiasi Sepak Bola Bahrain atau Bahrain Football Association (BFA) yang menolak bermain di Indonesia pada matchday kedelapan fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Alasan Bahrain Football Association menolak bermain di Indonesia terkait serangan di dunia maya.

Serangan tersebut terjadi pada akun media sosial, situs resmi, dan media korespondensi mereka dan pemain Bahrain oleh netizen Indonesia.

Bahrain Football Association mengeluarkan rilis pada Rabu (16/10) yang berisi empat poin terkait perilaku suporter Indonesia yang tidak dapat diterima.

Poin kedua adalah perihal permintaan memindahkan pertandingan Indonesia vs Bahrain ke luar Indonesia untuk menjaga keselamatan tim nasional.

Baca juga:   John Herdman Kurang Fit, PSSI Tunda Perkenalan Pelatih Timnas

Sementara pada poin pertama, BFA menyampaikan kecaman atas tindakan suporter Timnas Indonesia di dunia maya.

Selanjutnya poin ketiga adalah ungkapan keterkejutan BFA tentang ancaman pembunuhan yang diterima anggota timnas Bahrain.

Sedangkan yang terakhir adalah upaya Bahrain menggandeng pihak ketiga seperti organisasi internasional, organisasi hak asasi manusia, dan media.

Guna merespons permintaan BFA, AFC pun mengeluarkan pernyataan resmi pada Jumat (18/10).

Berikut pernyataan lengkap AFC atas permohonan Bahrain untuk bertanding melawan Indonesia di luar wilayah RI:

“Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah mengetahui kekhawatiran yang disampaikan Asosiasi Sepak Bola Bahrain (BFA) atas keselamatan dan keamanan timnas mereka pada laga tandang Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Indonesia yang dijadwalkan pada 25 Maret 2025.

Baca juga:   PSSI Resmi Pilih John Herdman karena Berpengalaman dan Harga "Kekeluargaan"

AFC memandang masalah ini secara serius dan berkomitmen penuh untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan seluruh pemain, ofisial, dan fans terhadap segala macam pelecehan dan ancaman.

AFC akan mendiskusikan masalah ini lebih jauh dengan FIFA, BFA, dan Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) untuk menciptakan lingkungan yang aman dan terjamin untuk seluruh pemangku kepentingan dalam laga tersebut.”

Kepanikan Moral Timnas Bahrain

Permintaan Bahrain untuk memindahkan venue laga dari Jakarta mencerminkan  ketakutan yang dibangun di atas dasar imajinasi kolektif berlebihan.

Di balik keputusan ini, tersimpan apa yang dapat kita sebut sebagai kepanikan moral.

Baca juga:   Kesaksian Mencekam Jurnalis Thailand: Terjebak di Tengah Kericuhan Suporter Pasca Laga Persib Bandung Melawan Ratchaburi FC

Fenomena di mana ketakutan terhadap kelompok atau situasi tertentu dibesar-besarkan dan dianggap sebagai ancaman yang lebih besar dari kenyataan.

Dalam konteks ini, ketakutan Bahrain terhadap potensi kekerasan suporter Indonesia seolah-olah merefleksikan skenario timnas mereka akan menjadi korban amuk massa.

Tentu saja, suporter Indonesia memiliki reputasi fanatik, bahkan ada sejarah insiden yang melibatkan kekerasan suporter.

Menyimpulkan bahwa keselamatan timnas Bahrain berada dalam bahaya besar jika datang ke Jakarta sudah bisa dimasukan dalam kepanikan moral.

Dalam konsep “kepanikan moral” yang dirumuskan oleh Stanley Cohen (1973), masyarakat kerap kali dilanda ketakutan yang dibesar-besarkan oleh media massa dan aktor-aktor sosial lainnya.

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: AFCBFApssi


Related Posts

Fadly Alberto tertangkap kamera melakukan tendangan kungfu ke pemain Dewa United U-20 saat dirinya berseragam Bhayangkara U-20 di kompetisi EPA (Elite Pro Academy) Super League, di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026). (Istimewa)
HEADLINE

Buntut Tendangan Kungfu, Komdis PSSI Hukum Fadly Alberto dan Rakha Nurkholis Larangan Bertanding Satu Tahun

1 Mei 2026
Sanksi Fadly Alberto
PASOLAHRAGA

PSSI dan I.League Kecam Keras Insiden Tidak Sportif Fadly Alberto

23 April 2026
Fadly Alberto tertangkap kamera melakukan tendangan brutal terhadap pemain Dewa United U-20. (tangkapan layer)
HEADLINE

Belajar dari Kasus Hugo Samir: Fadly Alberto dan Ancaman Karier yang “Layu Sebelum Berkembang”

20 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.