CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home CAHAYA PASUNDAN

Bentuk-Bentuk Pranata Sosial

Hanna Hanifah
1 November 2024
pranata sosial

ilustrasi. (foto: freepik)

Share on FacebookShare on Twitter
Ketua Bidang Agama Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si (foto: pasjabar)

Oleh: Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si (Ketua Bidang Agama Paguyuban Pasundan) – Bentuk Pranata Sosial dalam buku Wawasan Islam

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Dilihat dari jenisnya, pranata sosial dapat digolongkan pada delapan jenis, yaitu berikut ini.

  1. Domestic institution, yaitu pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan, misalnya lamaran dan perkawinan.
  2. Economic institution, yaitu pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia di dalam mata pencaharian hidup, misalnya pertanian, peternakan, industri, dan sebagainya.
  3. Scinetific institution, yaitu pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan ilmiah, seperti penelitian, pendidikan ilmiah dan sebagainya.
  4. Education institution, yaitu pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan penerangan dan pendidikan untuk melahirkan anggota masyarakat yang berguna, seperti pendidikan anak-anak, pemberantasan buta huruf, dan sebagainya.
  5. Artistic dan recreational institution, yaitu pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia terhadap rasa keindahan dan kesenangan, seperti seni rupa, kesusastraan, seni suara dan sebagainya.
  6. Religious institution, yaitu pranata yang berperan memenuhi kebutuhan manusia yang berhubungan dengan Tuhan atau alam gaib, seperti doa, upacara keragaman dan sebagainya.
  7. Political institution, yang pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia dalam mengatur kehidupan berkelompok secara besar-besaran. Misalnya, kehidupan bernegara atau pemerintahan, partai politik, demokrasi dan sebagainya.
  8. Somatic institution, yaitu pranata yang mengurus kebutuhan jasmaniah manusia, seperti pemeliharaan kecantikan (salon), rumah sakit, dan sebagainya.
Baca juga:   Menunggu Hadirnya Seorang “Negarawan” Dalam Pilkada Serentak 2024

Dalam operasionalnya, agar anggota-anggota dari kelembagaan tersebut dapat menaati norma-norma yang diberlakukannya, perlu diterapkan social control atau sistem pengendalian sosial yang disesuaikan dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Dalam aktualisasinya, social control dapat bersifat preventatif (positif) dan refresif (negatif).

Adapun mengenai cara-cara pengendalian sosial, dapat digolongkan kepada lima kategori:

  1. Mempertebal keyakinan anggota masyarakat akan kebaikan norma-norma kemasyarakatan.
  2. Memberikan penghargaan kepada anggota masyarakat yang taat kepada norma-norma kemasyarakatan.
  3. Mengembangkan rasa malu dalam diri anggota masyarakat bila mereka menyimpan atau menyeleweng dari norma-norma kemasyarakatan dan nilai-nilai yang berlaku.
  4. Menciptakan sistem hukum, yaitu sistem tata tertib dengan sanksi-sanksi yang tcgas bagi para pclanggarnya.
  5. Menimbulkan rasa takut.
Baca juga:   Promosi Doktor Ilmu Sosial Sri Wulandari Analisis Kebijakan Pengembangan Pariwisata Keraton di Kota Cirebon

Mengenai lembaga kemasyarakatan Islam, Al-Ouran dengan perangkat konsep yang ada telah mengatur cara manusia berinteraksi secara Islami. Firman Allah SWT.:

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah.” (O.S. Ali Imran [3] 110)

Ciri-ciri umum lembaga kemasyarakatan, seperti yang diungkapkan oleh Gillin and Gillin, adalah:

  1. Lembaga kemasyarakatan mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu.
  2. Suatu lembaga kemasyarakatan adalah suatu organisasi dari polapola pemikiran dan perilaku yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas kemasyarakatan dan hasilnya.
  3. Lembaga kemasyarakatan mempunyai alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan-tujuan lembaga yang bersangkutan.
  4. Lembaga kemasyarakatan mempunyai tradisi yang tertulis atau pun tidak tertulis, dan memiliki ciri khas tertentu.
Baca juga:   Sidang Doktor Ilmu Sosial Eka Ganjar Kurniawan Bahas Model Penerapan Prinsip Good Governance di DPMPTSP Kabupaten Sumedang

Apabila ditinjau dari aspek tujuannya, secara prinsipil lembaga-lembaga kemasyarakatan Islam memiliki tujuan yang hampir sama, antara lain menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar, meninggikan syi’ar Islam dan membina masyarakat Islam. Adapun coraknya ada yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah, sosial, ekonomi, politik, teknologi, dan sebagainya. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: lembaga islampranata sosialunpas


Related Posts

Sidang Doktor Ade Yusuf
HEADLINE

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

8 Mei 2026
unpas
PASPENDIDIKAN

Mahasiswa HI Unpas Rizfa Palsa Raih Juara Dua Kompetisi Nasional

6 Mei 2026
unpas
PASPENDIDIKAN

Hipertensi Disebut Silent Killer, Dokter Unpas Ingatkan Pemeriksaan Rutin

1 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.