CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Kemenag Alokasikan Rp897,15 Miliar untuk Insentif Guru Non-PNS di 2025

Hanna Hanifah
3 Desember 2024
insentif guru

Kemenag mengalokasikan anggaran signifikan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional 2025, termasuk Rp897,15 miliar untuk insentif guru non-PNS. (foto: Kemenag)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Kementerian Agama (Kemenag) mengalokasikan anggaran signifikan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional pada tahun 2025, termasuk Rp897,15 miliar untuk insentif guru non-PNS.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengungkapkan hal ini dalam Rapat Kerja bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2024), dilansir dari laman resmi Kemenag.

Menag menegaskan komitmen Kemenag dalam meningkatkan kesejahteraan guru sebagai pilar utama pendidikan.

Baca juga:   Ini Kata Ridwan Kamil tentang Kisruh SBM ITB

“Kementerian Agama telah menganggarkan dana untuk PIP (Program Indonesia Pintar), KIP (Kartu Indonesia Pintar), dan insentif guru non-PNS,” ujarnya.

Selain insentif guru, Kemenag juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,95 triliun untuk PIP, Rp1,46 triliun untuk KIP, dan Rp7,22 triliun untuk Tunjangan Profesi Guru bagi guru dan dosen non-PNS.

Dana tambahan lainnya meliputi Rp11,03 triliun untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Rp100 miliar untuk BOS Pesantren.

Baca juga:   7 Sekolah di Cimahi Hentikan Pembelajaran Tatap Muka

Rp819,39 miliar untuk BOS RA/sederajat, Rp591,58 miliar untuk Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), serta Rp160 miliar untuk BOPTN-BH (UIII).

Walau dengan keterbatasan anggaran, Menag menyatakan optimisme Kemenag untuk terus mencetak prestasi di bidang pendidikan keagamaan.

“Walaupun demikian, tetap kita menampilkan satu penampilan yang luar biasa. Bahkan di tingkat madrasah, Insan Cendekia itu belum tertandingi sebagai urutan pertama sampai sekarang ini,” ungkapnya.

Baca juga:   MUI Sebut Vaksin COVID-19 Yang Baru Datang, Halal

Menag juga mendorong kolaborasi dengan DPD RI untuk menghasilkan terobosan dalam mendukung pendidikan keagamaan dan kesejahteraan guru.

“Siapa tahu ada pemikiran baru, pemikiran lain yang bisa kami akomodir dari Bapak-Ibu sekalian yang punya pengamatan utuh memotret masyarakat,” tutupnya.

Rapat ini turut dihadiri jajaran eselon I dan II Kemenag serta Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafwa, dengan pelaksanaan secara luring dan daring. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: insentif guru non PNS


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.