CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Lukisan Gua Tertua di Dunia Ditemukan di Sulawesi, Berusia 51.200 Tahun

Hanna Hanifah
8 Februari 2025
lukisan tertua di dunia

Tim ilmuwan dari BRIN bersama peneliti internasional menemukan lukisan gua tertua di dunia di Gua Kapur Leang Karampuang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. (foto: bbc.com)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Tim ilmuwan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama peneliti internasional menemukan lukisan gua tertua di dunia di Gua Kapur Leang Karampuang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Lukisan tertua di dunia tersebut dipastikan berusia 51.200 tahun, menjadikannya temuan arkeologi yang sangat signifikan.

Penelitian ini merupakan hasil kerja sama antara BRIN, Griffith University, Southern Cross University, Universitas Hasanuddin, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK), serta Pemerintah Kabupaten Maros. Temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature.

Baca juga:   Netflix Pastikan Wednesday Lanjut Season 3, Ungkap Rahasia Keluarga

“Tentu ini merupakan kebanggaan bagi kita semua, tidak hanya di BRIN tetapi juga bagi masyarakat Indonesia,” ujar Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, dikutip dari menpan.go.id.

Lukisan Prasejarah dan Teknologi Penanggalan

Lukisan yang ditemukan menggambarkan tiga sosok manusia yang berinteraksi dengan babi hutan.

Menurut Ketua Tim Penelitian, Adhi Agus Oktaviana, seni cadas ini membuktikan bahwa manusia purba telah memiliki kemampuan bercerita melalui gambar sejak lebih dari 50.000 tahun lalu.

“Belum ada karya seni Zaman Es Eropa yang umurnya mendekati temuan ini,” jelas Oktaviana.

Baca juga:   Cara Pendaftaran Haji Secara Online Melalui Pusaka Kemenag

Penanggalan lukisan menggunakan metode Laser Ablation U-Series (LA-U-series), yang memungkinkan pengukuran lapisan tipis kalsium karbonat di atas pigmen dengan akurasi tinggi.

Profesor Maxime Aubert dari Griffith University menyatakan bahwa teknik ini lebih akurat dibanding metode sebelumnya.

Implikasi dan Potensi Wisata

Penemuan ini membuktikan bahwa seni figuratif tertua bukan berasal dari Eropa, melainkan dari Asia Tenggara. Hal ini mengubah pemahaman tentang sejarah seni manusia.

Baca juga:   Hakim Vonis Bharada E Hukuman Penjara 1 tahun 6 Bulan, Lebih Ringan dari Vonis JPU

Selain itu, temuan ini meningkatkan potensi wisata edukasi di Maros-Pangkep.

BRIN bekerja sama dengan Google Arts & Culture untuk menampilkan visualisasi digital lukisan gua tertua di dunia ini, sehingga masyarakat dapat menikmatinya tanpa harus ke lokasi.

“Diharapkan, teknologi ini meningkatkan kesadaran terhadap warisan budaya Indonesia,” ujar Ariana Santoso dari Google Indonesia.

Penemuan ini mengukuhkan posisi Indonesia dalam sejarah peradaban manusia. Dengan konservasi yang tepat, warisan budaya ini dapat terus dijaga untuk generasi mendatang.

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Lukisan gua tertua di dunialukisan tertua di dunia


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.